Penyesalan Seorang Istri

Penyesalan Seorang Istri
bab 26


__ADS_3

Rendy sudah terkapar tak berdaya di dalam sel, bolak balik dia harus di rawat akibat babak belur yang dia terima dari teman satu sel nya. Rendy tentu tidak bisa melawan sebab kalah jumlah. Walaupun di dalam sel tersebut ada 10 orang dan yang memukuli nya cuma lima orang saja yang lainnya tidak berani untuk membantu Rendy atau hanya sekedar memisahkan saja. Mereka takut akan kena sasaran juga soalnya yang memukul itu bertubuh besar dan terkenal akan kekejaman nya. Banyak yang patuh dengan perintah nya bahkan para napi lainya. 


" Cepat tanda tangan ini, jika kau berani melawan lagi aku tidak akan segan-segan untuk mematahkan tangan mu!" Ancam Darko dengan serius.


" Aaakkk, baik. Baik aku akan tanda tangan sekarang." Sekuat tenaga Rendy menahan tangannya yang nyaris lepas itu akibat di injak kuat oleh Darko. 


Rendy awalnya menolak keras, hingga dirinya berakhir babak belur seperti ini karena sudah membuat Darko harus mengulang kembali ucapannya. Dan sekarang dia mau tak mau harus tanda tangan surat perceraian tersebut, toh tidak ada gunanya juga jika untuk dipertahankan yang ada nyawanya bisa melayang. 


" Bagus, andai kau menurut dari awal nasibmu tidak akan seperti ini sekarang. Hahahaha" Dengan tawa Darko mengambil map tersebut lalu. 


Rendy berusaha untuk bangun, dia bahkan sampai muntah darah mungkin dalam tubuhnya terdapat luka serius akibat pukulan keras yang diberikan oleh Darko. Rendy duduk sambil menahan rasa sakitnya, dia menatap penuh kebencian terhadap Darko dan kawan -kawannya. Mereka tertawa di atas penderitaannya. Tetapi mau bagaimana lagi, dia tidak sanggup untuk melawan. Bahkan tidak sanggup pula untuk membayar dua kali lipat dari bayaran yang diberikan oleh mantan mertuanya itu.


" Ck, dasar bajingan tua sialan," upatnya dalam hati. 


Tak lama kemudian salah satu penjaga polisi datang, dia membuka pintu sel. Rendy mendongak pasti pak tua itu ingin bertemu dengannya pikir Rendy. 


" Bagus, aku tidak peduli apa yang akan terjadi nantinya. Yang penting akan ku habis dulu bajingan tua itu." Dengan cengkraman kuat Rendy berniat ingin menghajar Burhan jika nanti saat bertemu. Dia tidak peduli apa yang akan terjadi selanjutnya yang penting hatinya puas jika sudah memberikan pelajaran pada Burhan yang sudah berani membayar Darko untuk membuatnya menderita.


" Darko ada seseorang yang ingin bertemu denganmu." 


Rendy tercengang ternyata bukan dirinya, melainkan Darko. Dia menggertakan giginya kesal apalagi saat ini melihat Darko yang tersenyum remeh padanya sambil membawa map yang barusan dia tanda tangan tadi. 

__ADS_1


" Baiklah … dan kalian awasi dia!" Sebelum keluar dari sel Darko meminta kawan-kawannya untuk mengawasi Rendi. Tentu ke empat kawannya mengangguk setuju. 


Darko diantar oleh penjaga polisi untuk menemui orang yang memanggilnya. Sesampainya disana Darko duduk tepat di hadapan orang tersebut lalu dia tanpa diminta langsung menyerahkan map di tangannya.


" Sesuai yang kau inginkan, jangan lupa bayaran seperti yang kau janjikan," ujarnya datar. 


Orang itu meraih map merah tersebut lalu membukanya, dia tersenyum lebar merasa puas atas kerja Darko.


" Bagus, kau tenang saja. Akan aku transfer sekarang dihadapan mu. Bahkan aku akan memberikan bonus."


Darko tertawa puas, dia tidak masalah jika uang yang dia dapatkan ini tidak halal. Asal anak dan istrinya bisa hidup dengan tenang tanpa harus kekurangan uang lagi. Darko merasa tenang sekarang.


" Buat saja dia mati tak segan hidup pun tak mau. Itu saja sudah cukup, jangan biarkan dia menghirup udara bebas sedikit pun." Burhan menggebu dia sangat marah sekali, dengan seperti ini barulah dia merasa puas karena dendamnya sudah terbalaskan.


" Kau tenang saja selama uang selalu mengalir dia tidak akan bisa hidup tenang walau hanya dalam mimpinya sekalipun." Keduanya tertawa lepas.


" Senang bekerjasama denganmu." Burhan dan darahku berjabat tangan sambil tersenyum mengerikan. 


" Apa sekarang dia sudah mengetahui jika akulah yang menyuruhmu untuk menghajarnya?" Tanya Burhan.


" Ya, bahkan dia bertanya berapa kau membayarku. Aku pun menjawab Jika dia berani membayar dua kali lipat maka dia akan hidup dengan damai di dalam sel itu dan aku tidak akan lagi mematuhi perintahmu tetapi dia hanyalah laki-laki pecundang yang bodoh." 

__ADS_1


Darko menceritakan jika Rendy sempat menawarkan bayaran yang lebih tinggi asal dirinya tidak lagi mematuhi perintah Burhan tetapi setelah Darko menyebutkan nominal senilai 500 juta yang diberikan Burhan padanya ternyata begitu besar membuat Rendy hanya bisa bungkam karena dia sadar jika tidak memiliki uang sebesar itu untuk membayar Darko.


Burhan pun tertawa." Dia memang laki-laki bodoh yang tidak tahu diri." 


Setelah cukup lama berbincang waktu pertemuan pun sudah habis hingga Darko kembali ke dalam sel. Berikut tersenyum sambil menatap Rendi yang menampakan wajah kesalnya dia pun mendekati Rendy kemudian berjongkok karena saat ini Rendy tidak sanggup lagi untuk berdiri.


" Apa kau tidak merindukan mantan mertuamu?" Tanya Darko mengejeknya.


" Ck, aku tidak sudi untuk melihatnya lagi. Urusanku dengannya sudah selesai, dan kau seharus harusnya sudah tidak lagi menjadi budaknya untuk menyakitiku!" 


Darko sontak tertawa lepas, dia tidak mau tahu urusan Rendy dan Burhan. Yang penting bagi dirinya, siapapun yang berani membayarnya tinggi maka dia akan patuh menuruti semua apa yang diperintahkan bahkan jika Rendy mampu membayarnya dua kali lipat dibandingkan Burhan hidup Rendy tidak akan seperti sekarang ini. 


" Kau salah bodoh, dia bahkan menginginkan kau mati segan hidup pun tak mau. Kau benar-benar laki-laki bodoh, hahahaha." Burhan kembali ke tempat duduknya yang seperti raja dilayani oleh orang yang berada di satu tahanan dengannya.


" Brengsek …" dan itu artinya hidup Rendy tidak akan bisa tenang dia akan terus mendapatkan siksaan dari Darko dan juga kawan-kawannya Burhan benar-benar licik. 


Dua minggu kemudian ketuk palu terdengar dari pengadilan pertanda perceraian Rendy dan juga Olivia sudah sah di mata agama dan juga negara. Saat ini Olivia dan juga Andre begitupun keluarganya turut serta hadir di ruang pengadilan tersebut dan juga Rendy yang kini hanya seorang diri tanpa siapapun yang mendampinginya hanya ada penjaga polisi yang tak terlalu jauh jaraknya yang menemaninya. 


Olivia bernapas lega akhirnya dirinya bebas dari mantan suaminya itu dan tentu hak asuh jatuh tangannya. Dia tersenyum lebar sambil memeluk Andre tanpa peduli tatapan Rendy yang begitu membenci dirinya. Olivia tidak mau peduli lagi dengan laki-laki itu, bahkan hanya sekedar untuk melirik saja Olivia tidak mau lagi. Dia pergi keluar begitu saja sambil membawa Andre dalam gendongannya.


" Wah-wah, lihat siapa ini? Mantan menantuku, apa kabar kau di dalam sana," ujar Burhan dia sengaja menghampiri Rendy.

__ADS_1


__ADS_2