
" Kenapa kau tega melakukannya Ren, dia adalah istrimu, ibu yang sudah melahirkan anakmu. Tapi kenapa kau malah tega menyakitinya bahkan membuatnya nyaris kehilangan nyawa. Aku bahkan tidak bisa berpikir, apakah orang yang di hadapanku ini benar-benar Rendy, sahabatku dulu."
Rico sedih mengucapkannya dia sungguh masih tidak percaya jika Rendy sosoknya dia kenal begitu baik lembut dan luku ternyata memiliki sisi yang begitu kejam awalnya dia pikir atas penghianatan Rendy kepadanya itu karena hasrat sesaat saja oleh godaan setan. Karena hal itu wajar sebagai laki-laki normal.
Akan tetapi sisi kejam Rendy yang begitu tidak bisa dimaafkan sulit untuk dipercaya. Apa sampai segitu hancurnya masa depan hingga melampiaskan amarahnya kepada seorang wanita yang tak lain adalah istrinya sendiri. Padahal jika dipikir-pikir, bukan hanya Olivia saja yang patut untuk disalahkan atas dosa yang mereka lakukan. Di sini Rendy pun ikut terlibat karena jika imannya kuat godaan sehebat apapun itu tidak akan pernah termakan jika memiliki pikiran dan hati yang jernih.
Rendy tertawa terbahak-bahak mendengar pertanyaan yang diucapkan dari mantan sahabatnya itu laki-laki itu bahkan sampai perutnya terasa sakit akibat ucapan Riko yang ia anggap lawak yang begitu sangat lucu.
Riko menaikkan sebelah alisnya kenapa Rendy bisa tertawa sampai seperti itu apa dia pikir ucapannya ini adalah sebuah lelucon? Kemudian Riko menatapnya dingin.
" Aduh, sampai sakit perutku." Rendy menyeka air mata di sudut kelopaknya sangking lucunya perkataan dari mantan sahabatnya tadi.
" Tidak menyangka ternyata kau bisa melawak juga ya Riko dan sungguh lucu, bener-bener lucu sekali … hahaha. Aku bahkan tidak untuk tidak berhenti tertawa," ucapnya sambil terus tertawa.
" Apa yang lucu, Rendy?" Tanyanya dengan nada dingin aku benar-benar menahan emosinya untuk tidak memukul di wajah sahabatnya itu eh ralat mantan sahabatnya itu.
" Tentu saja lucu, kau jauh-jauh datang ke sini menjengukku hanya untuk mempertanyakan yang sudah jelas kau tahu jawabannya," jawab Rendy, dia kembali duduk sambil mengangkat sebelah kakinya di kursi.
" Kok membuang-buang waktuku Riko jika tidak ada ingin yang dipertanyakan lagi silahkan kembali pulang urusi saja urusanmu." Kemudian Rendy bangkit dia hendak pergi meninggalkan Riko karena menurutnya pertanyaan itu sungguh tidaklah penting baginya.
" Aku masih belum selesai bicara Rendy!" Bentak Riko Rendy pun menghentikan langkahnya. Kemudian dia membelikan badannya menatap mantan sahabatnya itu.
" Apalagi yang ingin kau bicarakan? Mengenai tentang aku begitu yang kejam terhadap mantan istri tercinta mu itu!"
__ADS_1
" Karena dia sudah menghancurkan masa depanmu?" Jawab Riko cepat.
" Kau merasa masa depanmu sudah hancur dan kau melampiaskan amarahmu kepadanya hingga membuatnya benar-benar menderita, apa kau pikir hanya masa depanmu saja yang hancur? Padahal sudah sangat jelas di sini kau ikut terlibat atas permainannya."
" Dia duluan yang menggodaku! Jika saja dia tidak menggodaku hidupku tidak akan …"
" Dan kau menyalahkannya atas kebodohanmu, begitu?"
Riko menghela nafasnya kemudian menggeleng-geleng kepala menatap mantan sahabatnya itu.
" Di luar sana begitu banyak wanita yang menggodaku Rendy, bahkan jauh lebih seksi dan juga cantik dibandingkan olivia. Namun hati dan pikiranku begitu jernih karena tujuanku hanya satu, untuk tidak menghianati. Maka godaan apapun, Aku tidak pernah tertarik hingga sampai melakukan kesalahan yang begitu bodoh."
" Di sini kau sendiri yang memulainya Rendy jika saja kau tidak tertarik atas godaan Olivia mungkin kehidupanmu juga tidak akan seperti ini yang seharusnya kau sadar atas apa yang sudah kau lakukan lalu kemudian bertanggung jawab dan menikahinya membesarkan anak yang ada di dalam kandungannya. Aku pikir kau akan menyadari kesalahanmu dan memulai semuanya dari awal tapi nyatanya aku salah Rendy."
Rendy menepuk dadanya mengatakan jika hatinya hancur saat melihat tunangannya sudah menikah dengan laki-laki lain.
" Dan dengan cara memperlakukan begitu kejam terhadap Olivia apa sekarang hatimu sudah puas?" Tanya Rico Rendy pun terdiam.
" Mungkin kau tidak bisa mencintai Olivia, bukan berarti kau harus mengabaikan anakmu. Dia bayi tidak berdosa Rendy. Dia tidak tahu apa-apa, dia hanya membutuhkan kasih sayang darimu Dan juga Olivia. Lantas mengapa kau malah mengabaikannya dan mengatakan jika Andre bukan anakmu?" Semakin emosi Riko dibuatnya.
" Hahahaha, lalu kau percaya?" Tanya Rendy.
" Apa maksudmu?" Riko benar-benar tidak mengerti.
__ADS_1
" Riko Riko … padahal kok ada hal laki-laki yang terkenal akan kepintarannya tapi mengapa kau begitu bodoh sehingga bisa dikhianati bahkan dibohongi oleh dua orang sekaligus yang sangat kau percaya."
" Dia bisa berselingkuh denganku dan dia pasti berselingkuh lagi juga dengan laki-laki lain bukan. Bisa saja anak yang dalam kandungannya itu bukan anakku karena tidak tahu ayahnya siapa lalu dia melampiaskannya semuanya kepadaku." Kata Rendy yang masih tak mempercayai jika Andre memang anak kandungnya.
" Apakah sudah gila hah, Olivia tidak mungkin melakukan itu!" Riko mencengkram kerah baju Rendy dia benar-benar sangat marah mendengarnya.
" Dia sudah berselingkuh denganku lalu mengapa dia tidak bisa berselingkuh dengan laki-laki lain kenapa Kau masih begitu bodoh mempercayai nya, Rico."
Rico langsung melepaskan tangannya, dia menarik nafasnya mencoba untuk tenang supaya tidak terpancing emosi.
" Apa karena aku masih mencintainya?" Riko tidak bisa menjawab Rendy pun sudah bisa menebak dia tertawa.
" Itu anakku atau bukan, aku tidak peduli. Toh aku tidak menginginkannya, yang menginginkan anak adalah Olivia bukan Aku. Jika kau begitu peduli padanya dan juga anaknya, silakan ambillah … nikahi dia."
Riko langsung menatapnya tajam, sesuatu yang ia tahan-tahan se dari tadi akhirnya ia keluarkan juga. satu pukulan tepat mengenai sudut bibirnya hingga membuat Rendy tersungkur di lantai. Riko benar-benar marah seakan Olivia adalah barang yang bisa diambil dan diberikan ke orang lain.
" Kau benar-benar manusia berhati iblis Rendy Aku harap kau membusuk di dalam penjara ini." Habis sudah kesabaran Riko dia benar-benar tidak bisa lagi menahan emosinya.
" Baik, jika kau benar-benar tidak mau mengakui anak kandungmu. Untuk seterusnya akan kupastikan kau seumur hidup tidak akan pernah bertemu dengan anak kandungmu lagi, dan kuharap kau jangan menyesal suatu hari nanti karena sampai Kau memohon bersujud di bawah telapak kakiku Aku tidak akan pernah membiarkanmu untuk bertemu dengan anak kandungmu, ingat itu Rendy!"
Setelah setelah mengatakan itu Riko pergi dan membiarkan Rendy yang begitu nampak terlihat kesal.
Rendy melihat kepergian Rico, lalu dia bangkit sambil mengusap darah yang keluar di sudut bibirnya.
__ADS_1
" Ck, aku juga tidak sudi menganggapnya sebagai anakku! Kau sama saja sepertinya, sama-sama munafik."