Penyesalan Seorang Istri

Penyesalan Seorang Istri
Rasa canggung


__ADS_3

" Mas …" 


" Olvie .."


Keduanya begitu kompak, bahkan bisa bersamaan saat menyebut nama, kemudian keduanya pun sama-sama tertawa pelan takut Andre akan terbangun. 


" Kamu duluan yang ngomong," ujar Rico mengalah. 


Keduanya entah kenapa sama seperti saat pertama kali bertemu. Terlihat malu dan canggung. 


" Aku hanya ingin mengucapkan terima kasih saja sama kamu, Mas. karena berkatmu aku bisa selamat," ucap Olivia, jika bukan karena Rico yang datang lebih cepat mungkin dirinya saat ini tidak akan bisa melihat anaknya lagi. Tentu rasa terima kasih saja tidaklah cukup.


Rico tersenyum tipis." Itu semua karena kamu yang cepat menelpon ku, kamu sudah berusaha untuk bertahan. Jadi tidak perlu berterima kasih, karena atas apa yang kamu alami semua karena ku yang begitu bodoh." 


Rico menyalahkan dirinya atas nasib Olivia yang mengalami penderitaan seperti ini. Rico tidak bisa memaafkan dirinya sendiri. Laki-laki itu menatap wajah mantan istrinya lekat, wajah yang dulunya begitu sangat cantik kini berubah menjadi kurus dan sangat kusam. Nampak sekali jika wanita di hadapannya ini tidak pernah lagi merawat diri. 


" Sekarang apa yang akan kamu lakukan, apa kamu masih mau mempertahankan pernikahan ini atau bercerai dengan nya?" 

__ADS_1


Bukan mengusul untuk Olivia menceraikan Rendy tetapi pernikahan yang sudah sangat tidak baik yang ini tidak patut untuk dipertahankan lagi mungkin inilah jalan yang terbaik jika memang berjodoh pasti tidak akan ke mana. 


" Entahlah tapi aku hanya ingin hidup bahagia terutama demi kebahagiaan Andre sebenarnya aku ingin jadi besarkan dengan penuh kasih sayang dari kedua orang tuanya tapi …" Olivia menangis dia terlihat sangat bimbang ingin mempertahankan namun hidupnya begitu menderita jika bercerai kamu dia sangat kasihan dengan Andre yang tidak memiliki seorang ayah.


" Andre tidak akan bahagia jika melihat kamu tidak bahagia Olivia, jika kau ingin membahagiakannya, kau harus bahagia lebih dulu. Aku yakin jika Andre sudah besar nanti dia pasti akan mengerti kenapa dia tidak memiliki ayah kandung. Dia tidak akan menyalahkanmu Olivia," ucap Riko.


Riko mencoba untuk meyakinkan Olivia jika dia terus mempertahankan pernikahan yang tidak tidak bahagia harus bagaimana dia ingin membuatnya bahagia apalagi dengan keadaan seperti ini sudah pasti tentu minta anaknya pun akan kena imbasnya karena anak tersebut akan menjadi broken home. Dan sudah pasti tidak akan pernah bahagia lalu untuk apa mempertahankan pernikahan yang tidak bahagia ini?


" Kau benar Mas, mungkin selama ini Andre rewel mungkin karena aku yang selalu menangis. Aku hanya berharap semoga dia bisa mendapatkan kebahagiaan yang sesungguhnya di masa depan tanpa harus mendapatkan kasih sayang dari sosok ayahnya. Selain dari itu tidak ada lagi yang kuinginkan, Mas. karena jika dia bahagia akupun akan bahagia. Dan mungkin jika memang perpisahan adalah jalan terbaik, aku akan bercerai dengannya dan kami berdua akan memulai hidup dengan membuka lembaran baru," ucap Olivia dia sudah yakin dengan keputusannya yaitu akan segera mengajukan perceraian kepada Rendy.


" Amin, dan aku berharap semoga kedepannya kamu akan mendapatkan suami yang lebih baik lagi, dan dia begitu menyayangi Andre seperti anaknya sendiri, dan juga akan mencintaimu dan membuatmu bahagia." 


" Tidak ada yang mau lagi denganku Mas akunya seorang janda beranak satu dan dalam satu tahun sudah dua kali menjanda. Boro-boro mendapatkan cinta orang yang mendekat pun pasti sudah takut duluan," ucapnya terkekeh dia menjadi tidak percaya diri lagi.


" Jangan seperti itu, ingat ucapan adalah doa." 


Keduanya terus berbincang karena sudah lama tidak pernah saling mengobrol lagi setelah perceraian hingga keduanya agak sedikit kebingungan apalagi yang ingin dibicarakan dan untunglah Andre bangun hingga keduanya merasa terselamatkan dari rasa kecanduan ini. 

__ADS_1


" Hey, anak ganteng udah bangun, ya. Om sangat rindu sekali dengan mu." 


Riko langsung menggendong Andre dan mencium pipi gembulnya, Riko bener-bener sangat gemes dengan anak itu. Andai dia bisa memiliki anak pasti hidupnya akan sangat bahagia sekali.


" Aku tidak menyangka Mas kalau Andre tidak menangis saat kamu menggendongnya, padahal Andre tidak pernah mau jika ikut orang yang baru dia temui," ucap Olivia merasa kagum kepada mantan suaminya itu yang ternyata begitu penuh kelembutan dan kasih sayang terhadap anak kecil. 


" Entahlah aku sendiri aja bingung saat waktu dia menangis menjerit waktu digendong Mama Ana saat aku gendong dia langsung diam saat itu juga," cerita Riko dia mengatakan jika Andre selalu menangis saat digendong oleh ibu mantan mertuanya namun ketika dia mengambil alih dan menggendong Andre spontan bayi mungil tersebut langsung diam seketika. 


" Mungkin Andre sangat membutuhkan sosok seorang ayah tapi ayahnya sendiri malah seperti itu bahkan tidak mau mengakuinya aku benar-benar tidak percaya jika Rendy mengatakan bahwa Andre bukan anaknya, dia benar-benar laki-laki brengsek. Aku tidak tahu apa kesalahan Andre yang tidak memiliki dosa." 


Olivia sangat sedih sekali mungkin jika diri yang dihina dicaci dimaki bahkan dipukuli dia tidak akan merasa sedih ini. Sakit ulu hatinya saat mendengar perkataan Rendy bahwa jika laki-laki itu tidak mengakui darah dagingnya sendiri.


" Biarkan saja aku yakin suatu saat dia pasti akan menyesal seumur hidupnya. Dan semoga dia mendapatkan hukuman yang setimpal," ucap Riko dia begitu emosi ketika mendengar nama Rendy.


" Aku dengar kamu habis menjenguknya di penjara?" Tanya Olivia dia mendapat kabar dari orang tuanya jika Riko pergi menemui Rendy.


" Aku hanya ingin memastikan jika dia benar-benar membengkak dalam penjara, dan aku berharap dia bertobat dan menyesali semua perbuatannya." 

__ADS_1


Olivia mengangguk saja mungkin kesalahan Rendy memang sudah sangat begitu fatal hingga nyaris membuat nyawanya melayang dan membiarkan Andre menjadi anak piatu. Namun dalam hatinya yang begitu dalam Olivia sudah memaafkan suaminya tersebut karena bagaimanapun juga dia masih suaminya, sehingga Olivia tidak ingin menghakimi karena Olivia yakin Karma akan selalu ada, dan berlaku juga untuk Rendy. Jadi untuk apa dirinya harus menghabiskan tenaga membenci laki-laki itu.


__ADS_2