Penyesalan Seorang Istri

Penyesalan Seorang Istri
ancaman Burhan


__ADS_3

Olivia keluar dari kamarnya, dia membereskan pakaian yang berserakan itu dan meletakannya di atas meja, kemudian dia memungut sepatu Rendy dan juga sandal sepatu wanita yang di bawa oleh Rendy kemudian dia susun di rak sepatu dengan rapi. Setelah selesai membereskan barang-barang yang berserakan, kini Olivia mengambil pakaian yang kotor lalu dia memasukkan nya di mesin cuci, setelah selesai mesin cuci sedang menggiling pakaian kotor sekarang Olivia mencuci piring. 


Dia melampiaskan amarahnya pada pekerjaan rumah, tak ada gunanya untuk menangis sekarang. Toh semuanya sudah terjadi, Olivia tidak melabrak suaminya yang sedang melakukan hubungan dengan wanita lain, dia juga tidak berteriak -teriak mengusir wanita itu. Olivia membiarkan mereka begitu saja, mungkin inilah balasan karma karena dulu sudah menghianati suaminya. 


" Loh kan baju kita di mana?" Tanya si wanita dia keluar dengan menggunakan handuk dan mencari bajunya yang mereka lempar di sembarangan tempat tadi. 


Rendy keluar dari kamar, dia pun hanya menggunakan box terpendek saja kemudian melihat semuanya sudah rapi dan Rendy yakin jika saat ini istrinya sudah pulang. Dan Rendy pun mendengar suara yang berisik di dapur dia tonton langsung menghampiri. 


Dan benar saja nanti melihat istrinya sedang mencuci piring tanpa kata tanpa rasa bersalah Rendy acuh saja dan malah meninggalkan Olivia untuk mencari di mana baju-bajunya dan juga baju wanita yang ia bawa itu dan ternyata sudah tersusun rapi di atas meja di samping TV kemudian Rendy pun mengambilnya.


" Ada istri kamu?" Rendy mengangguk.


" Terus aku bagaimana? kalau dia ngamuk gimana?" Wanita itu ketakutan.


" Tidak mungkin! Sudah sekarang bersiap-siaplah aku akan mengantarmu pulang." 


Rendy sangat yakin jika Olivia tidak mungkin melakukan itu karena jika Olivia akan mengamuk pasti wanita itu sudah melakukannya sedari tadi bukan? Tapi dia malah sibuk membersihkan rumah.


Selisih sekarang banyak pulantai dan dia pun berpapasan dengan wanita yang di bawah Rendy wanita itu sudah memakai pakaian kembali miliknya dan dia baru saja keluar dari kamar mandi Olivia acuh saja dan mengabaikan wanita tersebut. Sementara wanita itu dia mematung di ambang pintu. 


" Apa kau sudah selesai? Ayo cepatlah," ucap Rendy dia dari tadi sedang menunggu wanita itu. 

__ADS_1


" Apa kau tidak melihat aku baru saja selesai menyapu? Kenapa kau tidak memakai sepatumu di luar, ini kotor aku harus membersihkannya lagi." 


Olivia begitu sangat kesal dia bahkan berkata dengan nada sedikit. 


" Kyaaaa …" 


" Itu sudah menjadi kewajibanmu sebagai seorang istri. Jika kotor kau bisa menyapunya ulang, jangan bermalas-malasan. Aku di sini bekerja keras untuk menghidupimu yang bukan siapa-siapaku, sekarang tidak usah mengeluh cepet bersihkan lagi!" Ujar Rendy sambil menjambak rambut Olivia. Kemudian dia mendorong istrinya tersebut hingga tersungkur tanpa peduli tanpa perasaan Rendy menarik tangan wanita yang dia bawa itu sebagai selingkuhannya kemudian menariknya keluar untuk mengantarnya pulang. 


Olivia menghapus air matanya yang tiba-tiba saja keluar hatinya begitu sakit dan hancur, namun ia mencoba untuk bertahan dia tidak ingin menangisi laki-laki b******* itu karena Olivia ingin hidup hanya untuk fokus untuk dirinya dan juga anaknya saja. 


" Keren apa tidak apa-apa kau terlalu kasar dengan istrimu?" Tanya si wanita itu yang bernama Karla. Karena adalah rekan kerja Rendy saat ini dan mereka menjalani hubungan belum terlalu lama.


" Bukannya aku sudah menceritakan kepadamu bahwa aku dan dia tidak pernah saling mencintai. Kami menikah hanya karena paksaan, dan itupun karena kesalahan yang aku buat dulu, bisa-bisa aku termakan omongannya sehingga hidupku hancur seperti ini dan sekarang dia sudah mendapatkan ganjarannya sendiri." 


" Jadi sekarang apa kamu menyesal, hem?" Tanya Rendy kepada Karla. 


Kalah tersenyum kemudian dia merangkul dengan Rendi yang tengah menyetir." Tentu saja tidak justru aku malah senang hubunganmu dengan istrimu tidak baik dengan begitu aku lebih leluasa memilikimu," ucapnya. 


Rendy tidak berniat serius dengan wanita selingkuhannya ini, karena Rendy tidak mencintainya. Dan dia hanya ingin bersenang-senang saja memuaskan dirinya sendiri, karena cinta Rendy masih begitu dalam kepada Bella mantan tunangannya yang belum bisa iya lupakan. Walaupun Rendy tahu jika wanita itu sudah memiliki kekasih lain, itulah dia benar-benar sangat hancur setelah mengetahuinya. Hingga satu cara untuk meredakan rasa sakit dihatinya itu dengan melampiaskan amarahnya kepada Olivia.


" Rendy, sedang bersama siapa kau?" 

__ADS_1


Tiba-tiba seseorang memanggilnya dari belakang ketika dirinya dan karena sedang menikmati makan bersama di sore ini karena perut mereka begitu lapar setelah bertempur tadi.


Sontak Rendy menoleh laki-laki itu tidak terkejut sama sekali siapa yang memanggil dirinya dia malah memasang wajah tersenyum seakan tidak memiliki kesalahan apapun. 


" Oh papa mertua apa kabar?" Apanya dengan sopan layaknya manusia biasa. 


Dan ternyata yang punya Pak Rendy adalah Burhan papanya Livia laki-laki itu mengepalkan tangannya kuat dia ingin sekali melayangkan tangannya untuk menghadiahkan ungkapan kepada wajah menantunya itu hingga babak belur namun ia coba untuk menahannya karena permintaan dari Olivia untuk tidak mencampuri mereka dan Burhan pun di sini berpura-pura untuk tidak tahu apapun.


" Aku tanya kau sedang bersama siapa?" Tanya Burhan lagi dia menatap wanita yang sedang berkeringat dingin gitu karena gugup.


" Oh dia adalah teman rekan kerja saya, kami tidak sengaja bertemu, karena tujuan kami sama, jadi tidak salahnya kami makan bersama di sini. Dan papa sendiri apa Papa datang seorang diri di sini?" 


Lagi-lagi Burhan mengepalkan tangannya dia tahu pasti wanita itu bukanlah hanya sekedar teman kerja saja karena dunia ini tidak sesempit daun kelor dan dia yakin jika wanita itu adalah selingkuhannya Rendy. Dan lagi-lagi Burhan hanya bisa menahan emosinya dan berpura-pura untuk tidak mengetahui apa-apa.


" Iya kebenaran tadi tidak sengaja lewat di daerah sini," jawab Burhan. 


" Oh, apa Papah ingin bergabung? Kita bisa makan bersama disini," tawar Rendy, dia bener-bener memiliki muka tebal sekali bahkan masih bisa tersenyum lebar. 


" Tidak, saya sudah tidak berselera lagi untuk makan." Burhan melangkah pergi begitu saja setelah mengatakan itu dengan nada dingin. Tetapi tiba-tiba dia kembali lagi dan mendekatkan tubuhnya ke tubuh Rendy lalu berbisik.


" Jangan sesekali kau menyalakan api, Rendy. Jika karena itu sampai terjadi, saya jamin kau tidak akan pernah bisa untuk memadamkan nya. Ingat, itu!" 

__ADS_1


Lalu Burhan pergi, Rendy pun menata punggungnya dengan tangan yang terkepal. Rendy yakin ucapan itu bukan hanya sekedar ancaman saja untuknya. Dan di sini Rendy juga yakin jika Olivia mengadu kepada laki-laki tua itu. 


" Awas kau Olivia, aku sudah mengatakannya kepadamu bukan? Kau jangan meremehkan ku!" Rendy begitu sangat emosi sekali wajahnya memerah tangannya mengepal begitu kuat hingga darah mengalir dari telapak tangannya. Sorot matanya begitu tajam terus memandang arah di mana Burhan ini sedang berjalan menuju ke parkiran mobil hingga laki-laki itu masuk dan meninggalkan halaman parkir restoran tersebut barulah Rendy kembali duduk lagi bersama Karla. 


__ADS_2