
" Sebenarnya apa sih apa yang kalian ributkan?" Tanya Riko bingung.
Ricko baru saja pulang dari kantor, dia mendengar kegaduhan dalam rumahnya. Dia pikir istrinya akan senang setelah mendapatkan paket kiriman darinya, tapi malah keributan yang dia dapatkan. Entah apa.yanh terjadi, Ricko kebingungan.
" Ini loh Mas, kami pikir paket ini adalah paket misterius yang di kirimkan oleh seseorang untuk mencelakakan kita, jadi kita semua takut dan tidak ada yang berani membukanya." Olivia menjelaskan.
" Kenapa kalian bisa berpikir jika paket ini misterius?" Tanya Ricko, dia mengambil kota paket tersebut. Memangnya ada yang salah? Ricko memperhatikan paket itu.
" Tidak ada yang salah," gumamnya benar-benar tidak mengerti, misterius dari segi mananya? Sambil garuk-garuk kepala dia menatap sang istri.
" Ya jelas kami mikirnya itu paket misterius lah, yang pertama apa Mbak Ina?" Tanya Olivia ke mbak Ina sambil mengangkat satu jari menunjukan jika itu adalah angka yang pertama.
" Yang pertama, gak ada nama pengirimnya," ujar Mbak Ina. " Ya kedua, gak kasih kabar," lanjutnya.
" Betul, kamu gak kasih tau aku kalau mau kirim paket," sahut Olivia." Dan yang ketiga, banyak kejahatan yang tidak kita ketahui," sambung Olivia membenarkan jika mereka harus waspada.
Ricko manggut-manggut, yang di katakan istrinya adalah benar apalagi setelah kejadian ini pasti membuat istrinya itu sedikit trauma. Niatnya ingin memberikan kejutan tapi dirinya malah dikejutkan dari kehebohan dari seisi rumahnya gara -gara pekat yang dia kirimkan.
" Maafkan aku, lain kali aku tidak akan ceroboh lagi." Ricko mengakui kesalahannya, dia pun memeluk erat istrinya itu tanpa mempedulikan anak dan ibu mertuanya.
" Emangnya kamu kasih paket apaan sih?" Tanya Olivia sangat penasaran. Tentu saja, karena itu sudah membuat jantungnya deg-degan.
" Bukanya jangan di sini, malu," cicit Ricko, dia malu jika Olivia akan membukanya di hadapan semua orang.
" Emangnya apaan sih?" Semakin penasaran dibuatnya.
" Pokoknya jangan buka disini, kita buka aja di kamar ya, malu. Gak baik di liat anak kita," bisiknya. Otak Olivia jadi traveling ke suatu benda, wajahnya pun menjadi merah.
" Hey, kalian malah bisik-bisik. Jadi semakin penasaran sama isi paketnya." Mama Ana jahil, dia langsung mengambil kotak paket tersebut dan langsung membukanya.
" Mama, jangan," teriak Olivia dan Ricko bersamaan. Tapi sayangnya terlambat, tangan mama Ana sangat cepat bergerak.
" Astaghfirullahaladzim, ini apaan?" Mama Ana terkejut sambil membeberkan isi paket tersebut dengan mata terbelalak lebar dengan ekspresi terkejut.
" Kyaaaa, baju jaring!" Heboh ART di rumah itu melihat isi paket tersebut yang ternyata adalah Ling liani atau baju haram yang diberikan Riko untuk istrinya.
__ADS_1
Ricko langsung menutup wajahnya karena malu. Sementara Olivia menganga walaupun dirinya sudah menduga namun tak menyangka ternyata lebih seksi.
" Mas kamu beliin aku baju itu?" Ada senengnya, itu artinya malam ini mereka akan lembur sambil memakai baju haram itu. Ya walaupun malu karena sudah di ketahui oleh semuanya.
" Kan, malu." Ricko langsung menyembunyikan wajahnya di ceruk leher istrinya.
Si jahil mama Ana tertawa, kemudian dia kembali memasukkan baju haram ke paketnya seperti semula lalu memberikan pada Olivia.
" Malam ini Andre bobok sama Nenek ya, papah sama mama mau lembur," goda mama Ana sambil mengendong cucunya.
" Mamah," cicit Olivia malu.
" Udah yuk kita kerja lagi, jomblo mah minggir aja di pojokan," timpal para ART tak kalah menggoda. Mereka pun kembali melanjutkan pekerjaannya.
" Aku masih kecil dan polos, tidak tahu apa-apa." Sambil mengambil sapu, salah satunya menyindir. Mama Ana tak kausa menahan tawa.
" Sayang, aku masuk duluan ya." Dengan wajah merah Ricko memilih pergi dari pada terus di goda. Dan kembali di tertawakan tentunya.
" Ricko bajunya di bawa dong," teriak sang mertua. Namun Ricko pura -pura saja tidak mendengar.
" Iya deh, yang masih pengantin baru pengennya berduaan aja. Duh jadi inget masa muda dulu." Mama Ana pun mengingat mendiang suaminya, tetapi dia tidak ingin bersedih hati.
Olivia menyusul suaminya ke kamar seraya membawa kotak paket yang membuat heboh. Sesampai di dalam kamar Olivia jadi senyum -senyum melihat suaminya yang sedang membuka baju kemeja, Olivia pun langsung memeluknya dari belakang.
" Sayang," ucap Ricko mengusap tangan Olivia.
" Aku beneran malu banget deh, jika tahu kamu kasih hadiahnya begini gak akan aku suruh buka kan tadi. Kami sih gak kasih tau aku dulu, malu sendiri kan jadinya," celetuk Olivia masih merasa malu.
Ricko tersenyum lalu dia membuat tubuhnya hingga menghadap sang istri.
" Sudah terlanjur sayang, lagipula mereka bakalan ngerti kok. Toh kita masih pengantin baru dan mereka semuanya pernah merasakan hal yang sama seperti kita, jadi tidak perlu malu," kata Ricko menghibur. Kedua tangannya menangkup wajah Olivia.
" Tetep aja, kan mereka jadi tahu apa yang bakalan terjadi malam ini." Kembali memeluk suaminya menyembunyikan wajahnya di dada yang bidang itu.
" Emangnya apa yang terjadi malam ini?" Goda Ricko.
__ADS_1
Wajah Olivia langsung merah. " Gak tau," jawabnya cepat.
" Beneran gak tau?" Goda Ricko kembali.
" Gak tau ah, aku mau mandi." Olivia langsung menghindar dia mengatakan hal yang salah.
" Kyaaa, Mas turunin." Tubuhnya sudah melayang di udara. Ricko menggendong dirinya.
" Kita mandi bareng ya."
Lima tahun kemudian ...
" Selamat anniversary ya, semoga hubungan kalian langgeng selamanya sampai mau memisahkan."
" Terima kasih banyak Mah."
Tepat di hari anniversary pernikahan mereka yang kelima tahun di pernikahan mereka yang kedua. Seluruh keluarga menghadiri dan merayakan ulang tahun pernikahan mereka, semuanya merasakan kebahagiaan kembali tanpa mengingat masa lalu yang menyakitkan.
Olivia menghapus air matanya ya benar-benar sangat bersyukur dan tidak akan pernah mengulangi kebutuhan yang sama lagi. Yang menginginkan kebahagiaan seperti ini seumur hidupnya bersama suami dan juga anaknya serta seluruh anggota keluarganya. Beriringan dengan sang suami yang begitu sangat menyayanginya, mencintainya, menerima dirinya lagi. Sungguh sungguh kebahagiaan yang tak bisa lagi ya ungkapkan dengan kata-katanya.
" Selamat anniversary pernikahan sayang, terima kasih karena sudah mau menjadikan aku suamimu lagi, dan menerima aku apa adanya. Aku sangat mencintaimu Olivia, jadilah teman hidupku seumur hidup, sampai aku mati." Ricko menggenggam tangan Olivia kemudian mengejut keningnya cukup lama menyampaikan perasaan yang begitu tulus.
" Akulah yang harus seharusnya berterima kasih Mas, karena ketulusan dan kebaikan hatimu, dan mau menerima aku kembali. Aku tidak akan pernah bisa merasakan kebahagiaan ini lagi jika seandainya kamu tidak mau memaafkan aku, tidak mau menjadikan aku istrimu lagi." Olivia meneteskan air matanya, air mata kebahagiaan.
" Kita sama-sama sudah saling memaafkan dan melupakan masa lalu, mari sekarang kita fokus ke masa depan dan fokus membesarkan anak kita." Olivia mengangguk lalu keduanya pun berpelukan.
Seluruh anggota keluarga yang menyaksikan bertepuk tangan meriah. Semuanya ikut merasakan kebahagiaan.
Disaat semuanya tengah merasakan kebahagiaan sementara Rendi tidak tahu lagi kabarnya bagaimana Karena dirinya masih membekap di dalam penjara dan mendapatkan karma penderitaan yang dialami dari siksaan orang-orang di dalam sel, tak ada yang mau membantunya karena keangkuhannya sendiri.
Olivia menyadari kesalahannya dan sangat menyesal karena sudah melakukan kesalahan dimasa lalu yang sangat fatal. Dan kini balasan adalah kebahagiaan yang dia dapatjan berkat suaminya yang berhati mulia. Keluarga besar itu pun berfoto bersama untuk di jadikan kenangan seumur hidup.
*** Tamat ***
Terima kasih semuanya 🙏🙏
__ADS_1