
" Brengsek, lepaskan saya, saya tidak bersalah. Kalian salah menangkap orang. Justru dialah yang seharusnya kalian tangkap."
Rendy terus berontak, namun pihak polisi semakin memperketat pengawasan dan terus membawanya keluar dari apartemen.
" Diam lah, jika sekali saja kau ribut lagi maka tima panas ini akan ku hadiahkan pada kaki mu! Jika kau ingin berontak silahkan lakukan saat di pengadilan nanti!" Dengan tegas salah satu pak polisi itu mengancam Rendy. Spontan saja laki-laki itu langsung terdiam tak ada lagi perlawanan, dia langsung takut seketika.
Sesampainya di kantor polisi, Rensy langsung di interogasi. Awalnya laki-laki membantah dia tidak mau mengakui kesalahan yang telah dia buat. Dia terus mengatakan jika dirinya tidak bersalah.
" Saya tidak bersalah, saya tidak melakukan apapun. Apa buktinya jika saya melakukan kekerasan terhadap istri saya!" Entah dimana urat malunya tersebut, dengan percaya diri sekali dia menjawab dengan lantang dan mengatakan jika dirinya tidak bersalah.
Pak polisi yang mengintrogasi tertawa sambil geleng-geleng kepala. Mereka sebenarnya tidak hanya mendapatkan laporan dari pelapor saja atau lebih tepatnya dari Burhan yang melaporkan. Tetapi mereka juga sudah mendapatkan visum hasil kekerasan yang di lakukan Rendy terhadap Olivia yang sudah di serahkan oleh pihak rumah sakit.
Sontak saja hasil visum tersebut langsung mereka tunjukkan pada Rendy.
" Masih mau mengelak lagi?" Ujarnya mengejek.
Rendy seketika bungkam, disini dia kalah. Toh memang kenyataannya dirinya memang sudah melakukan kekerasan terhadap istrinya sendiri hingga berkali-kali. Bahkan kali ini dia melakukannya tidak segan-segan sehingga membuat wanita malang itu mengalami patah tulang bagian tulang ekornya akibat tendangan demi tendangan yang dia lakukan pada Olivia bak bola saja tanpa belas kasihan.
" Atas apa yang kau lakukan terhadap saudari Olivia, maka kami akan menetapkan kau sebagai tersangka kasus kekerasan KDRT dan mendapatkan pasal ayat satu undangan KUHP pasal 301 dan di tempat 15 tahun penjara!"
__ADS_1
Wajah sombongnya tadi yang begitu tinggi kini hilang dalam sekejap pada dirinya, dia tidak dapat berkutik lagi. Jatuhnya hukuman pada dirinya bahkan tak sebanding jika apa yang sudah dia lakukan terhadap Olivia. Kekerasan fisik dan juga mental serta batin yang Olivia alami akan mengakibatkan trauma yang begitu dalam dan bukan hanya itu dia juga begitu kejamnya, tidak mempedulikan anak kandungnya sendiri.
Namun di sini yang begitu membuat para polisi sangat kesal padanya adalah saat melihat wajahnya yang sama sekali tidak menampilkan wajah penyesalan. Second penyiksaan yang dia berikan selama ini adalah ajang balas dendam yang sudah puas dia berikan.
" Hahahaha, apa wanita itu sudah mati? Seharusnya aku membunuhnya saja dia memang pantas mendapatkannya dengan apa yang sudah di lakukan terhadap masa depanku?"
Rendy berteriak di dalam sel dan mengatakan jika dia menyesal karena tidak mau membunuh saja wanita yang sudah menghancurkan hidupnya itu.
" Diam, berisik!" Seseorang yang berada di dalam sel tersebut merasa terganggu.
" Apa! Jika aku tidak mau kau mau apa, hah?" Balas Rendy.
Bug … tanda perkenalan dia berikan begitu saja tanpa aba-aba.
Rendy terduduk sambil memegangi perutnya yang terasa sakit akibat pukulan yang di lakukan oleh orang yang bertubuh kekar tersebut. Baru di hari pertama dia di masuk kedalam sel dan sudah mendapatkan hadiah.
" Jika sekali saja kau masih bersuara, maka akan aku patahkan pita suaramu itu!" Seketika langsung diam bak terkunci rapat mulutnya yang berkata besar tadi. Rendy langsung memperhatikan orang-orang di dalam sel ada 8-10 disana tak ada satupun yang membantu nya. Rendy yakin jika laki-laki yang memukul nya tadi adalah bos di dalam sel tersebut.
Sementara itu di rumah sakit Riko yang masih setia berada di sana, bahkan dia sekarang ini dengan penuh kasih sayang menggendong Andre mencoba menenangkan bayi tersebut karena beberapa kali menangis seakan mencari sosok ibunya.
__ADS_1
Kedua orang tuanya Riko terbengong-bengong melihat kelakuan anaknya yang sedang menenangkan bayi tersebut, mereka tidak menyangka jika Riko yang belum pernah menyentuh bahkan menggendong anak bayi bisa dapat dia tangan nih seketika sedang menangis bahkan mereka saja belum tentu bisa menenangkan bayi yang menangis yang sedang mencari ibunya itu.
Seakan Riko adalah sosok ayah yang sebenarnya terhadap Andre, anaknya Olivia dan juga Rendy.
" Cup, cup. Anak pintar. Sabar ya sayang mamah masih istirahat dulu, doakan saja semoga mama lekas sembuh," ucapnya sembari menimang -nimang Andre sambil memberikan susu.
Banyak yang begitu haru melihat nya, dia begitu sabar saat menenangkan anak yang sedang menangis. Tak semua laki-laki mampu melakukan hal tersebut, tetapi dia bisa begitu dengan mudahnya, hanya dengan kata-kata saja Andre langsung menghentikan tangisnya seakan mengerti apa yang tengah di ucapkan oleh Rico yang bukan ayahnya tersebut.
Tetapi orang-orang pengunjung bahkan suster salah menilai, jika Rico adalah ayah kandung bayi tersebut. Karena karena Riko yang begitu sabar dan penuh kasih sayang terhadap bayi tersebut tidak ada yang menyangka jika dia bukan adalah ayah kandungnya.
" Papa tidak menyangka lho ma kalau Rico bisa menenangkan bayi yang sedang menangis," ucap Aldo papanya Riko yang seakan tak percaya melihat anaknya.
" Sama Pah, Mama juga tidak percaya. Tapi syukurlah dengan begini bayi malang tersebut tidak lagi menangis mencari ibunya, kasihan sekali mereka ya Pah. Mama tidak percaya kalau sosok Rendy yang kita kenal ternyata adalah seorang iblis."
Tentu tak ada yang percaya mereka sudah membesarkan Rendy menganggapnya sebagai anak kandung mereka sendiri membesarkan memberikan kasih sayang sama seperti mereka berikan terhadap Riko tidak membeda-bedakan sama sekali, apapun yang Rico inginkan mereka juga akan memberikan kepada Rendy. Sungguh sulit dipercaya apa yang dialami oleh Olivia ternyata dilakukan oleh Rendy yang begitu sangat kejam sekali.
" Iya semoga Rendi mendapatkan hukuman yang setimpal atas apa yang dia lakukan."
Sementara Ana dan Burhan mereka hanya duduk sambil menunggu kesadaran Olivia. Mereka bener-bener sedih atas nasib malang yang menimpa anak mereka. Seharusnya mereka tidak usah membiarkan Olivia kembali pulang ke rumah yang layaknya neraka itu saat anak mereka berkunjung kemarin. Seharusnya mereka mencegah dan langsung melaporkan Rendy ke pihak polisi dan tidak mengikuti apa kata Olivia yang melarang mereka untuk melaporkan Rendy. Tapi nasi sudah menjadi bubur, sekarang anak mereka sudah terbaring tak berdaya di ICU mereka hanya bisa menangis dan berdoa semoga Olivia diberi kesembuhan secepatnya.
__ADS_1
" Sini Rico, biar Mama saja yang menggendong nya. Kamu istirahat dulu saja. Mama yakin kamu sangat lelah karena dari tadi menggendong nya terus." Mama Ana mengambil alih untuk menggendong cucunya, dia tidak enak jika Rico yang bukan siapa-siapa malah menenangkan cucunya hingga kini sedang tidur lelap di gendongannya.