
Saat ini pengantin baru itu tengah berbahagia menikmati bulan madu mereka di puncak, rasanya sama seperti dulu. Mereka seakan tidak pernah memiliki masalah apapun sebelum bahkan seakan tidak pernah terpisahkan. Tidak ada yang menyangka jika ujian cinta mereka begitu berat sampai harus berpisah cukup lama.
Namun keduanya sangat bersyukur sekali karena saling memaafkan dan saling menerima akhirnya mereka bisa kembali merasakan kebahagiaan yang sesungguhnya dan semakin saling untuk menghargai dan lebih saling terbuka lagi.
Olivia bersandar dalam pelukan Rico yang memeluknya erat dari arah belakang. Mereka menatap langit senja yang begitu sangat indah di balkon teras kamar mereka, sambil menikmati angin sepoi-sepoi membuat keromantisan keduanya kian menjadi.
" Aku akan sangat menyesal jika sampai tidak jadi pergi kesini," ucap Olivia. Hampir saja dia melewati momen yang sangat indah ini.
Rico tersenyum lalu dia semakin mempererat pelukannya lalu mengecup lembut kening istrinya itu.
" Tidak akan menyesal, toh kita bisa datang kesini bertiga," ucapnya.
Rico berencana akan membawa Andre ke tempat ini lagi kapan-kapan pasti anaknya itu begitu sangat senang.
__ADS_1
" Seriusan?" Olivia mendongak. Rico tersenyum lalu dia mengecup bibir istrinya itu.
" Bukan hanya disini, tapi kita juga akan pergi keluar negeri bersama Andre pas tahun baru nanti. Kita akan pergi jalan-jalan bersama. Pasti sangat seru karena sekarang kita sudah memiliki anak," ucapnya sangat tulus.
Walaupun Andre bukan anak kandungnya tetapi Rico tidak pernah memperdulikan itu, toh dia sendiri sadar akan kekurangannya itu. Setidaknya adanya Andre kehidupannya semakin berwarna. Andai dulu dia tidak mempermasalahkan soal perselingkuhan Olivia dan Rendy dan mau memaafkan mereka lalu menerima Andre tanpa harus drama dulu. Mungkin kejadiannya tidak akan seperti ini.
Dirinya tidak akan berpisah dengan Olivia dan tidak akan merusak persahabatannya itu.
" Sebelum pergi kita bisa periksa dia ke dokter dulu untuk menanyakan kesehatannya. Jika semuanya oke, tidak ada salahnya."
Olivia mengangguk saja, asal suami dan anaknya itu bahagia tidak masalah. Yang penting mereka selalu bersama.
" Sayang, masuk yuk." Dengan nada serak Rico mengajak Olivia masuk. Laki-laki itu menginginkan lebih.
__ADS_1
" Hah, lagi? Kan tadi baru aja udah." Olivia geleng-geleng kepala, hasrat suaminya itu tidak pernah ada habisnya. Tetapi dia tidak bisa menolak, toh Olivia sangat menikmati sentuhan lembut suaminya itu.
" Mau lagi, kan udah selesai istirahatnya." Rico menggendong tubuh Olivia ala pengantin baru. Kemudian dia mengulum lembut bibir Olivia sembari berjalan masuk ke kamar.
Mereka kembali menikmati surganya dunia tanpa mengenal lelah, sepanjang malam. Berbagi gaya mereka lakukan, di semua tempat mereka tidak ketinggalan. Untungnya villa itu benar-benar kosong, hanya mereka berdua saja sehingga bebas melakukan apapun disana dan dimanapun bahkan di kolam renang mereka melakukannya juga. Benar-benar pengantin baru, masih anget-anget nya. Bikin iri para jomblo saja.
Sementara pengantin baru lagi menikmati bulan madu mereka. Lain pula dengan Rendy. Dia semakin merasakan penderitaan, dia pikir setelah kematian Burhan Darco tidak akan mengikuti perintahnya lagi. Tetapi semuanya salah, malah laki-laki itu semakin murka dan semakin melakukan kekerasan pada dirinya di dalam sel.
" Apa kau tahu, sekarang mantan istri tercinta mu itu kini sedang menikmati bulan madu mereka. Apa kau senang sekarang?" Ucap Darco, dia sengaja mengatakan itu supaya Rendy panas hatinya.
" Aku tidak peduli," ucapnya, nafasnya tersengal-sengal karena saat ini Darco tengah melakukan hal tak senonoh pada dirinya. Mereka saat ini sedang berada di dalam kamar mandi penjara. Bukan hanya Darco saja tetapi Rendy mendapatkan giliran dari para tahanan lain yang sudah lama menahan hasrat mereka.
Darco sengaja memberi tahu pada tahanan lain agar supaya Rendy lebih menderita lagi. Karena dialah sumber uang anak istrinya hilang. Tentu membuat Darco begitu sangat murka dan semakin menyiksa Rendy. Hingga laki-laki itu seperti mayat hidup, mati segan hidup pun tak mau. Namun tetap saja tidak mau bertaubat dan menyesali perbuatannya.
__ADS_1