
Riko sudah kembali ke rumah sakit zaman sudah mendapatkan kabar dari mama Ana mertuanya jika Olivia sudah sadarkan diri maka dari itu cepat-cepat Riko langsung melajukan mobilnya.
" Syukurlah," ucapnya dalam hati begitu senang sambil tersenyum lebar Riko terus mengajukan kendaraannya dan sampai di rumah sakit tanpa menunggu waktu lagi dia langsung bergegas menuju ke ruang rawat Olivia dengan tak sabaran Riko bahkan berlari cepat agar supaya segera sampai.
" Mah Pah kalian di sini? " Riko langsung mencium kedua tangan kedua orang tuanya yang ternyata ada di rumah sakit.
"Iya kami tadi mendapat kabar jika Olivia sudah sadar makanya kami berdua buru-buru ke sini syukurlah dia sudah terlihat sehat, "jawab Mama intan.
"Syukurlah kalau begitu Riko juga senang mendengarnya. "
Kemudian Riko duduk di samping sang mama dia mengatur nafasnya karena tadi habis berlari rasanya cukup melelahkan namun hatinya begitu lega karena pada akhirnya Olivia sudah sadar dan keadaannya sudah mulai membaik.
" Kamu habis dari mana? " Tanya Aldo papahnya Royco Aldo tadi habis dari kantor namun dia tidak melihat anaknya di sana, bahkan sesampai di rumah sakit dia juga tidak melihat keberadaan anaknya lalu ke mana Riko seharian ini pergi.
" Oh tadi Riko habis dari polsek Riko habis menjenguk Rendy, "
"Untuk apa kamu ke sana?" Tanya Aldo dia sudah tak ingin lagi mendengar nama anak itu Aldo benar-benar sudah sangat kecewa dari pengkhianatan yang Rendi lakukan hingga berakhir tragis seperti ini sungguh dia tidak ingin lagi tahu mengenai kabar laki-laki itu.
" Tadinya Riko hanya ingin bertanya mengenai kekerasan yang dilakukan pada Olivia secara baik-baik, tapi nyatanya sepertinya dia sendiri yang memulai hingga membuatku emosi."
Riko kemudian menceritakan tentang dirinya saat berada di Polsek tadi hingga membuat kedua orang tuanya benar-benar geram kepada anak yang sudah mereka angkat itu sungguh sangat tidak dapat dipercaya Rendy benar-benar sudah berubah menjadi seorang monster berhati iblis dan Aldo pun mengatakan jika dia tidak akan pernah mau lagi mendengar apapun tentang Rendy dan jika anak itu mempunyai masalah dia tidak ingin peduli sama sekali karena Rendy benar-benar tidak tahu berterima kasih adanya yang sudah membesarkan dan merawatnya hingga sampai sekarang.
__ADS_1
Sebenarnya Aldo bahkan tidak puas pasal hukum yang dijatuhkan kepada Rendi yang hanya 15 tahun saja, namun dia tidak bisa melakukan apa-apa dan hanya bisa berdoa semoga Rendy menyesali perbuatannya dan mau bertobat.
Cukup lama mereka bertiga berbincang pintu ruang rawat Olivia dibuka dan ternyata guru Han Dan anak keluar dari ruangan tersebut Rico sontak langsung berdiri kemudian dia sopan dia mencium kedua tangan mantan mertuanya itu.
" Selamat sore Mah, Pah. bagaimana dengan Andre apa dia tadi rewel?" Tanyanya pasalnya saat dia pergi membesuk Rendy dia menitipkan Andre kepada mereka.
"Mama benar-benar salut sama kamu Riko kamu bisa menenangkan bayi yang susah sekali diatur itu sampai seisi rumah sakit ini mendengar jeritan tangisnya seolah dia itu diculik."
Mama Ana geleng-geleng kepala kewalahan menenangkan Andre yang tak berhenti menangis. Hingga sampai Olivia sadar dan barulah bayi tersebut mulai tenang sebab sudah berada di dalam gendongan ibunya.
Riko tertawa mendengarnya dia juga sebenarnya heran sih kenapa Andre mau diam saat bersamanya. Bahkan bayi tersebut tak ada rewel sedikitpun jika bukan ingin tidur dan empuk di popoknya hingga membuatnya ingin kembali menggendong bayi tersebut.
" Oh ya udah kalau gitu Rika masuk dulu ya Pah," pamitnya kedua mata mertuanya itu mengganggu sambil tersenyum andai saja Riko masih menantunya mungkin kejadian lah seperti ini tidak akan terjadi kepada anaknya.
Riko masih memanggil Papah dan Mamah kepada mantan mertuanya tersebut padahal secara sah di mata agama dan juga pengadilan mereka sudah tidak memiliki hubungan apa-apa lagi tidak ada lagi yang namanya mertua dan menantu namun masih ingin menghormati mereka dan sudah terbiasa lebih tepatnya sehingga akan sangat canggung sekali jika mengubah nama panggilannya.
" Mah Pah Rico masuk ke dalam dulu." Rico berpamitan kepada kedua orang tuanya dan tentu dibalas dengan angkutan Rendy masuk ke dalam kemudian kedua mantan mertuanya itu duduk bersama di kursi tunggu depan ruangan perawat ingat Olivia keduanya tidak seperti mantan besan pada umumnya melainkan seperti keluarga sama persis seperti saat mereka masih.
Riko masuk ke ruangan dia melihat ternyata Andre sedang menyusu pada Olivia karena sudah bukan lagi suami istri tentu membuat Riko buru-buru membalikkan tubuhnya karena dia bisa melihat jelas salah satu gunung kembar yang sedang dihisap oleh.
" M-maafkan aku, Aku benar-benar tidak tahu kalau kamu sedang menyusui Andre," ucap Riko gugup diam menutupi kebodohannya karena harusnya bertanya dulu sedang apa Olivia di dalam kepada mantan mertuanya tadi dia sungguh benar-benar tidak tahu.
__ADS_1
Olivia buru-buru melepas miliknya hingga membuat Android menangis karena belum merasa kenyang.
" Sebaiknya aku keluar dulu, jangan dilepas kasihan Andre dia sangat merindukanmu dan merindukan air ASI mu," ucap Riko dia tahu kalau Olivia melepaskan buah dadanya karena ada tangan dirinya hingga membuat Andre menangis.
" Terima kasih, "ucap Olivia pelan dia pun kembali menyusui anaknya dan melihat pintu yang sudah tertutup karena Riko sudah pergi keluar.
" Loh kenapa kok balik lagi? "Tanya Mama Ana melihat mantan menantunya itu buru-buru menutup pintu dia melihat wajah teko yang merah merona.
" Kenapa Mama tidak bilang kalau Andre lagi nyusu?" Ujar Riko dia benar-benar tidak enak sama sekali terhadap Olivia karena sudah lancang melihat buah dadanya jika dulu tidak masalah toh mereka suami istri dan sekarang dia tidak lagi memiliki hak.
" Oh iya ya hehehe maaf Mama lupa," katanya seraya tanpa dosa Riko pun memutar bola matanya malas kemudian dia menunggu sampai Olivia memanggilnya dan memperbolehkannya masuk.
Sesaat kemudian ada teriakan Olivia memanggil namanya. Jantung Riko kalau itu langsung berdetak kencang entahlah mungkin dirinya melihat kejadian tadi hingga membuatnya menjadi canggung dan gugup saat ingin bertemu dengan Olivia.
" Apa Andre sudah tidur?" Olivia mengganggu kemudian Riko melangkah mendekati berakar Olivia.
Melihat jika Andre tidur dengan nyenyak dalam pangkuan ibunya. Berikut pun berinisiatif untuk mengangkat Andre dan memindahkannya ke box bayi agar Olivia bisa kembali beristirahat.
" Terima kasih Mas Riko," ucap Olivia dengan suara lemah
keduanya sama-sama canggung saat ini layaknya seperti orang yang baru saja kenal, mereka bingung ingin memulai membuka pembicaraan darimana, hingga hanya ada keheningan yang terjadi di sana.
__ADS_1