
" Riko apa yang terjadi dengan Olivia, dan di mana Rendy?" Tanya mamah Ana saat sudah tiba di rumah sakit. Dia tidak melihat menantunya berada di rumah sakit dan malah Riko yang menjaga cucunya.
Riko langsung saja menelpon ambulans sementara dirinya menggendong Andre mencoba untuk menenangkan dia pun mencari botol susu setelah ketemu barulah Riko membuatkan susu untuk Andre walaupun dia tidak begitu mengerti caranya namun feelingnya mengatakan jika ukurannya dan panasnya sangat pas untuk diminum oleh bayi tersebut.
" Cup cup cup … ini susunya. Jangan nangis lagi ya, sini sama Om dulu sementara kita menunggu ambulans di sini, ayo minum susu dulu ya."
Riko Riko memberikan sebotol susu kepada Andre lalu ia gendong anak laki-laki tersebut sambil dia megangnya botol susu yang sudah dikenyot tak sabaran oleh bayi tersebut hingga tangisannya pun mulai reda Riko pun merasa lega dan kini dia duduk di tempat tidur Olivia sambil terus memandangi wajah mantan istrinya itu dengan penuh kesedihan.
Wajah yang dulu begitu sangat cantik kini menjadi kurus hitam dekil kusam ditambah lagi penuh dengan bekas-bekas luka sungguh Malang sekali nasibnya.
" Maafkan aku Olivia aku yang sudah memintanya untuk menikahimu, aku pikir kalian akan hidup bahagia dan menjadi keluarga yang sempurna. Ditambah lagi dengan hadirnya Andre bersama kalian." Mengusap lembut wajah yang penuh luka itu Riko benar-benar perih hatinya lihat keadaan Olivia yang seperti ini.
Riko pikir dengan menceraikan Olivia dan membiarkan sahabatnya untuk bertanggung jawab dan menikahi Olivia yang tengah mengandung itu agar supaya bisa menjadi keluarga yang sempurna, memiliki anak seperti keluarga lainnya. Tidak seperti dirinya yang tidak bisa memiliki keturunan. Riko mengerti mengapa Olivia memilih untuk selingkuh demi mendapatkan seorang anak karena dia menyadari akan kekurangannya dan ditambah lagi rasa sakit hati atas pengkhianatan itu Riko pun mengambil keputusan untuk menceraikan Alifia dan membiarkan sahabatnya itu menikahi wanita yang dia cintai tersebut supaya bisa hidup dengan bahagia.
Akan tetapi apa yang dia bayangkan ternyata semuanya hanyalah angan-angan saja, nyatanya kebahagiaan itu tidak ada untuk Olivia justru malah mendapatkan penderitaan yang seperti ini disiksa dan setiap harinya penuh dengan air mata.
Riko bener-bener tidak menyangka jika sosok sahabatnya itu memiliki sisi yang begitu kejam bak layaknya seorang iblis, Riko sudah sangat mengenal Rendy mereka sudah bersama-sama sejak dulu masih kecil. Namun baru kali ini dia baru mengetahui sifat sisi kejamnya sahabatnya itu, atau lebih tepatnya mantan sahabatnya itu.
__ADS_1
Tak lama kemudian mobil ambulans tiba dan segera membawa Olivia menuju rumah sakit sementara Andre berada di dalam gendongan Riko. Laki-laki itu tidak membawa mobilnya sendiri ke rumah sakit dia justru ikut masuk ke dalam ambulans menemani Olivia bersama Andre di pangkuannya.
" Aku mohon kamu harus bertahan Olivia." Tangan kiri memegangi Andre yang tengah duduk di pangkuannya sementara tangan kanan yang menggenggam erat tangan Olivia.
Setelah sampai di rumah sakit Olivia langsung dibawa ke ruang gawat darurat Andre tidak mungkin ikut masuk dia hanya berdiam diri depan di depan pintu bersama Andri dalam gendongannya kemudian Riko menelpon kedua orang tuanya Olivia mengabari jika anaknya saat ini tengah berada di rumah sakit dalam keadaan yang mengenaskan.
" Riko, apa sebenarnya yang terjadi? Kenapa Olivia bisa sampai seperti ini?" Tanya Mama Ana, wanita itu menangis.
" Ini semua perbuatan dari Rendy, b******* itu kan ku habisi dia!" Dengan penuh murka dan amarah Riko mengepalkan tangannya.
" Brengsek …" Burhan tak kala emosinya, dia memukul dinding, kemudian beranjak pergi meninggalkan istrinya yang sedang menangis, meninggalkan Riko yang sedang menggendong cucunya.
Penuh dendam dan amarah Burhan tidak akan pernah melepaskan Rendy begitu saja. Burhan melajukan kecepatan mobilnya menuju kantor polisi dan memberitahu segalanya hingga pihak polisi pun bergegas untuk segera mencari Andri dan menangkapnya.
Pihak kepolisian saat ini sedang menuju ke apartemen di mana Rendy sekarang ini tengah di sana bersama seorang wanita yang tak lain tak bukan adalah Karla. Begitu mudah bagi para polisi untuk menemukan lokasi Andre hingga mereka dengan begitu cepat langsung bergegas menuju ke TKP. Burhan ikut bersama mereka selain memasukkan b******* itu ke dalam penjara. Burhan juga memiliki rencana lain untuk menyiksa menantunya itu, dan dihukum seberat-beratnya atas perilakunya yang tak layak disebut manusia hingga nyaris membuat anaknya hampir nyaris kehilangan nyawa.
Bell apartemen berbunyi, ternyata dua manusia itu tengah asyik bergulat, bercinta penuh berjuta rasa di kamar yang disertai dengan musik romantis tersebut tanpa rasa berdosa. Keduanya sangat merasa terganggu sekali dengan bel yang terus berbunyi tersebut. Hingga mau tak mau Rendy harus mencabut singkongnya yang masih berdiri tegak itu dengan rasa kesal penuh amarah karena disaat lagi enak-enaknya malah ada yang mengganggu.
__ADS_1
" Brengsek, b*******... Siapa yang sudah mengganggu kesenanganku malam ini benar-benar cari mati!"
Rendy setelah memakai boxer dia bergegas keluar sementara karena hanya menutupi tubuhnya dengan selimut kemudian menunggu Rendi di atas kasur sambil memainkan HP.
" Ada apa ini?" Tanyanya begitu terkejut saat melihat ada banyak polisi di depan apartemen selingkuhannya.
Bug … Bug … Burhan langsung menghajar Rendy bertubi-tubi dengan sekuat tenaga hingga laki-laki itu tersungkur ke lantai hingga darah segar mengalir di sudut bibirnya.
" Berhenti Pak, mohon untuk kerjasamanya dan mohon untuk tidak main hakim sendiri." Para polisi langsung seketika memisahkan Burhan dan langsung mengamankan Rendy.
" Ck, jangan kau pikir kau bisa bebas dariku, Rendy. lihat saja, ini baru permulaan."
" Bawa dia," perintah polisi yang berstatus tinggi untuk membawa Rendy ke kantor polisi.
" Apa-apaan ini Pak kenapa saya ditangkap apa salah saya?" Rendy berontak dia bahkan sok tidak merasa bersalah sama sekali.
Karya yang mendengar keributan dia langsung keluar kemudian alangkah terkejutnya diam saat melihat begitu ramai dengan polisi di apartemennya Burhan menoleh ke arah wanita itu kemudian dia tersenyum miring kepada wanita yang sudah menjadi pelakor anaknya tersebut.
__ADS_1
" Wanita ******, kau memang cocok dengan b******* ini," ejek Burhan kemudian dia keluar meninggal karena apartemen itu daripada terus emosi saat melihat wajah menantunya tersebut.
" Kami akan menangkap anda karena anda sudah melakukan kekerasan terhadap istri anda hingga membuatnya tak sadarkan diri. Dan ini adalah surat atas laporan yang kami terima untuk menahan anda!"