Perempuan Pemuasmu

Perempuan Pemuasmu
Acara tujuh bulan


__ADS_3

Davin masih membeku dihadapan orang tuanya.davin seakan tak berani bekata apapun.mulutnya kelu karena kesalahan yang ia buat.


Kedua orang tua davin pun meninggalkan davin sendri merenungi apa yang sudah terjadi, perlahan dia melangkahkan kakinya menuju kamar dirinya.Dilihatnya allana tertidur pulas seperti bayi tanpa dosa.


Dibelainya rambut allana,ia pun merapihkan selimbut yang dipakai allana.


"Sayang maafkan aku, keputusan ku itu mungkin akan membuat mu marah! tapi aku lakukan untuk kita sayang "... ucapnya lirih dan bulir bening itu pun berhasil melaju menetes dirambut allana. davin pun tudur disebelah allana.


Mentari pun cahayanya sudah meninggi, pagi-pagi sekali rumah orang tua davin pun ramai lalu lalang orang,mama nadin pun terlihat sangat sibuk mengatur acaranya.


"Mama panggil davin,aku lapar ma ".. ucapnya membuat mana nadin menoleh.


"Udah sana minta bik sari buatkan sarapan untuk mu " terang mama nadin.


"Ih..mama sibuk banget, udah serahkan pada team EOnya ma".. uca davin menggaruk-garuk kepalanya.mama nadin tak menggubris ucapan davin,ia masih merasa kesal dengan ulah davin.


Waktu pun sudah semakin siang, allana kini sudah bersiap menggunakan baju muslim warnna putih senada dengan yang dipakai davin dan kedua orang tunya.


Acara pengajian pun akan segera dimulai,para tamu undangan pun mulai berdatangan, dani dan hendra pun nampak hadir, ayu pun sudah hadir menemani allana.


"Lantunan ayat-ayat suci pun dilantunkan diruangan itu suasana menjadi hidmat, dan sang ustad pun memberikan sedikit tausiahnya.pengajian pun tekah selesai waktunya allana memulai prosesi nujuh bulannya.


"Allana pun sudah berganti pakaian dan kini melakukan prosesi mulai dari siraman sampai menjual es dawet ditemani davin sang suami.mama nadin begitu bahagia mengikuti semua acara tersebut.


Acara pun sudah selesai dan para tamu pun sedang menikmati santap siang mereka.hendra dan dani pun menghampiri bos sekaligus teman mereka.


"Selamat ya bos, sebentar lagi jadi bapak nih".. ucap dani menepuk lengan atas davin.


"Makasih dan, kapan kalian menyusul " jawab davin tersenyum pada kedua sahabatnya.

__ADS_1


"Belum dapat calon yang pas vin ".. sanggah dani.


"Lihat davin dong dan,ia pun beberapa bulan yang lalu belum dapat yang pas,tau-tau sekarang sudah acara tujuh bulanan !.. ujar hendra.


Mereka pun tertawa bersama sebagai sahabat,dani pun meminta izin mengambil makanan.hendra tidak menyia-nyiakan kesempatanya.


Sedari tadi hendra sudah geram melihat kebahagian davin dan keluarganya,kini ia punya kesempatan untuk mempengaruhi davin.


"Vin,apakah kau sudah yakin kalau janin yang dikandung allana itu janin mu, apa kau tifak mengundang irean keacara ini ? dan kau sudah melakukan test DNA itu ? ucap hendra menepuk pundak davin , namun matanya yang licik menatap allana yang ada dibelakang davin.


"Hasilnya 14 hari lagi hen, mudah-mudahan test DNA kemarin akan membawa kabar baik untuk kami.jadi aku tahu siapa pemilik janin itu.


Prangggg.... suara gelas terjatuh yang dipegang allana.allana menutup mulutnya dengan tangannya,ia seakan tak percaya atas apa yang telah ia dengar, dunia seakan kiamat untuknya.penglihatannya seakan kabur dan gelap.kini badannya pun terjatuh dan untung dani yang datang dari belakang menahan tubuh allana.


Davin dan hendra pun menoleh kearah sumber suara,davin berlari ketika ia melihat allana tergolek ditopang oleh dani dari belakang,davin berlari menghampiri allana yang sudah tak sadarkan diri.


menggendong allana dibantu oleh dani,suasana pun yang awalnya tenang kini riuh dengan suara-suara dan kegaduhan para tamu.papa adi pun berusaha menenangkan para tamu,kini asisten papa adi yang mengambil alih untuk mempersilahkan tamu-tamu meninggalkan rumah keluarga davin.


"Davin berlari mengendong tubuh allana dibantu dani,dan dibelakang mama nadin mengekor sambil menangis.davin pun meletakan tubuh istrinya ditempat tidur,ia mencoba membangunkan allana,dani pun dengan sigap menghubungi dokter keluarga davin.


"Bangun sayang , bangun! ucap davin menggosok-gosok tangan allana dan memberikan minyak angin dihidung allana.


Papa adi pun datang menghampiri davin ia membawa seorang dokter yang kebetulan tamu undangan mereka.dokter pun memeriksa keadaan allana.terlihat wajah khawtir dokter itu, lalu dokter pun berkata:


"Tuan adi lebih baik kita bawa menantu anda kerumah sakit segera, karena kondisinya memburuk, karena kondisi ibu dan bayinya kritis.


Mendengar hal itu tubuh davin lemas seakan tak bertulang, tangisnya pecah memeluk allaba,begitu pun mama nadin yang menangis melihat kondisi allana sekarang.


Dani.... cepat hubungi ambulans sejarang teriak papa adi,danibpun sudah menghubungi ambulans.

__ADS_1


"Tuan adi kalau kita menunggu ambulans saya takut nyawa keduanya tidak tertolong.mendengar itu, tangis mama nadin semakin menjadi.


Davin pun dengan cepat dia mengangkat tubuh allana,ia kembali mengendongnya,dani... siapkan mobil cepat !!.. teriak davin berlari mengendong allana.


Dani,mama nadin dan papa adi dan ayu mengekor dibelakang mereka.dani menyetir mobil yang ditumpangi davin dan allaba juga ayu.sedangkan mama nadin dan papa adi dimobil berbeda, mereka pun melaju kendaraannya membelah halanan ibu kota dengan kecepatan diatas rata-rata.


Setelah beberapa lama mereka pun sampai dirumah sakit, davin berlari masih mengendong allana keruang UGD, ia berteriak meminta pertolongan.dokter dan perawat pun menghampiri davin lalu meletakan tubuh allaba pun keruang UGD.


Mereka semua berdiri diluar ruangan, nampak davin bejalan mondar mandir.lalu papa adi pun mendekati davin dan bertanya:


"Kenapa bisa seperti ini vin?.. tanya papa adi


"Davin tidak tahu pa,tiba-tiba davin mendengar suara gelas terjatuh dan davin lihat allana sudah jatuh pingsan pa".. terang davin terisak.


Dani pun yang tegah duduk dia berdiri, dani pun berkata:


Vin,saya tau apa yang sudah terjadi pada istrimu".. ucap dani. dan semua mata pun tertuju pada dani.dani pun menceritakan kalau setelah dia mengabil makanan ia melihat allana berdiri tak jauh dibelakang davin dan memdengar semua perkacapan antara davin dan hendra.allana terkejut ketika davin membicaeakan kehamilan allana dan test DNA yang kamu lakukan kemarin terhadap allana vin.lalu allana pun terjatuh dan seperti yang kita lihat kondisinya sekarang!... terang dani lirih menunduk.


Davin diam membeku mendengar cerita dani,ia penyebab allana menjadi seperti itu.papa dan mama davin pun mendekati davin.


Plakkk.. tamparan keras pun mama nadin layangkan lagi kepipi davin.lalu berucap:


"Sudah kubilang kebodohan mu itu akan membawa bencana,kau lihat didalam sana allana sedang berjuang hidup dan mati, itu semua gara-gara kecemburuan kamu yang tidak masuk akal "... tandas mama nadin menunjuk dada davin.


"Awas...kamu vin kalau terjadi apa-apa pada salah satunya, mama tidak akan memaafkan kamu!.. bentaknya lagi.


Davin pun ambruk kelantai ,kakinya tak kuat menopang tubuhnya.davin menangis meratapi semua yang terjadi, papa adi pun membantu membangunkan tubuh davin, ia pun berkata:


"Sudah papa ingatkan bukan, untuk apa lagi ksu menangis semua sudah terjadi vin.ini hasil apa yang kau tabur nak!... menepuk-nepuk pundak davin.

__ADS_1


BERSAMBUNG


__ADS_2