
Masih dirumah irna, indra perlahan membuka bungkusan itu, dan indra pun terkejut dengan isi bungkusan itu .
Ya, sebuah kotak yang didalamnya berisi sebuah laptop merk terkenal yang mempunyai spek yang tinggi.
"Waw..lihat ka, pak, bu.ini laptop yang indra mau, ini benar- benar bagus dan yang paling penting speknya tinggi ka".. ujar indra bahagia dengan laptop yang baru saja irwan beriman untuknya.
"Irna hanya tersenyum menatap indra,ia senang dengan kebahagian adiknya, namun tatapannya berpaling kearah irwan, irna nenatap tajam irwan seolah berkata kenapa memanjakan adiknya.
Tatapan irna hanya dibalas senyuman irwan, irwan pun sesekali mengedipkan mata.
"Dra,kamu lupa bilang apa pada pak irwan. ".. ucap irna.
"Oh..iya kak, indra lupa, saking senengnya indra, tuan irwan terima kasih banyak, laptopnya bangus sekali".. ucap indra membolak balikan laptopnya.
"Sama-sama, mulai sekarang kamu harus ajin belajar dan harus rajin bantuin bapak sama ibu ya ndra ".. ucap irwan.
"Siap tuan, kalau begitu indra mau cobain dulu dikamar ya!.. ucap indra
"Iya..sana coba ".. jawab irwan.
Indra pun meninggalkan ruangan tamu itu, membawa laptopnya kembali kekamarnya.
Bapak dan ibu irna hanya menatap indra,sesekali mereka menggelengkan kepala.
"Ya ampun tuan, kenapa repot- repot , itu kan hargana tidak murah tuan ".. ucap ayah irna.
"Iya tuan, kami harus bagaimana membalas budi baik tuan ".. timpal ibu irna.
"Irwan tersenyum lalu berkata".. Tidak sama sekali merepotkan pak, bu.saya senang melihat semangat yang ditunjukan indra untuk belajar,saya akan bantu sebisa saya, kalau indra serius belajar "... terang irwan.
Kedua orang tua orna pun tesenyum, lalu mereka berbincang hangat, namun ketika mereka berbincang iba- tiba terdengar seseorang menggedor pintu irna dengan kencang.
"brak..brak....Agus...Agus buka pintunya cepat".. teriak seseoang dari luar membuat semua yang ada didalam terkejut dan tampak wajah irna yang pucat karena takut.
Bapak irna pun bangun lalu hendak membuka pintu, namun ibu irna berkata.
"Pak, bagaimaba ini, juragan wira sudah datang lagi, mau dibayar pake apa hutang kita pak ".. ucap ibu irna menangis.
"Sabar bu, tenang bapak akan hadapin ".. ucap bapak irna membuka pintu rumahnya.
"Bagaimana ini ir, ibu tidak mau kamu diambil mereka".. ucap ibu irna memeluk irna.
Irwan yang mendengar irna ,akan dibawa wajahnya memerah menahan amarah.
Bapak irna pun membukaakan pintu, terlihat beberapa orang berperawakan tinggi besar seperti pereman berdiri didepan pintu, dan dibelakang mereka terlihat sosok laki-laki tua memakai kaca mata hitam.
__ADS_1
"Ju- juragan wira, silahkan masuk !.. ucap bapak irna.
"Sudah..kau tak perlu basa- basi,kami kesini bukan untuk bertamu, kami kesini untuk menagih hutang mu yang sudah menumpuk berikut bunganya !!.. bentak salah seorang dari mereka.
"Maaf..maaf juragan , untuk sekarang saya belum bisa membayar lunas, saya hanya sanggup membayar satu juta tuan!.. terang bapak irna mengambil uang dikantong celananya lalu disidorkan pada para preman itu.
"hey..kamu itu bodoh, atau menghina juragan, hutang kamu itu totalnya 70 juta, ini dibayar cuma satu juta!.. dasar bodoh !.. gertak preman itu sambil mendorong bapak irna sampai terhunyur.
Irwan berusaha menahan amarahnya, saat bapak irna didorong oleh beberapa preman suruhan juragan wira.
"Hey..agus, saya kan sudah bilang, jika kamu tidak sanggup membayarnya kau serahkan putrimu yang cantik untuk melunasi hutang mu"... teriak laki- laki tua dari belakang para preman suruhannya.
"jangan tuan,saya janji akan melunasinya, saya minta waktu sedikit lagi ".. ucap bapak irna memohon.
"Hmm..mau dibayar pake apa? dan berapa waktu yg kamu inginkan, setahun, 5 tahun atau sampai kamu mati".. bentak yang mereka sebut juragan wira.
Bapak irna hanya melipat kedua tangannya, memohon, namun tiba- tiba salah seorang preman itu melayangkan pukulannya pada bapak irna, membuat irwan, irna dan ibu irna berhambur keluar.
Juragan wira, menatap tajam irna, seakan ingin menelan irna hidup'- hidup membuat irwan geram.
"Pak..bapak tidak apa-apa ucap irwan membantu bapak irna bangun.
"Tidak tuan, tuan masuk saja, biar bapak yang hadapin ".. ucap bapak irna meringgis.
Juragan wira melihat irwan disana dia menatap sini lalu berkata.
"Maaf juragan, jangan bawa- bawa tamu saya, juragan hanya ada urusan dengan kami ".. ucap bapak irna.
"Heh..jawab pertanyaan juragan, kau bisu ya?.. bentak salah satu preman.
Irwan pun berdiri dihadapan bapak irna, lalu berkata " Saya calon suami irna, mau apa kalian ?.. ucap irwan.
Ucapan irwan membuat semua uang ada disana terkejut terutama juragan wira.
Tatapan semua orang itu tertuju pada irwan, terlebih orang tua irna tak percaya.
"Oh..jadi wanita cantik ini akan menikah, tapi kau kalah cepat anak muda,aku yang akan menikmati tubuhnya dulu untuk melunasi hutang si agus bapaknya !.. ucap wira memegang dagu irna, membuat irwan tak bisa menahan emosinya lagi.
Irwan pun menarik tangan pria tua itu dari dagu irna dengan kasar, membuat pria tua itu hampir terjatuh membuat para preman bayaranya marah lalu tanpa basa basi mereka pun hendak memukuli irwan.
Irwan pun tak kalah sigap, dia berhasil menangkis ketiga premam itu dan salah satu daei ketiganya tampak kewalahan memghadapi amuk irwan.
"Hey..tua bangka, sekali kau menyentuh tubuh irna dengan tanganmu yang kotor,maka aku tak segan - segan mematahkan tulang- tulang tua mu itu !!!.. ancam irwan.
"Sombong sekali kau anak muda, kalau kau menginginkan wanita cantik itu, maka apa kau sanggup membayar 100 juta hutang siagus padaku !.. ucap jurangan wira sombong.
__ADS_1
Mendengar itu ,irwan semakin geram ia berusaha mengatur nafasnya.
Bapak irna yang mendengar tantangan juragan wira pun , ia kembali memohon agar duberikan waktu lagi.
"Ampun..ampun juragan, saya mohon jangan sakiti anak kami,saya janji secepatnya akan melunasi hutang- hutang saya.
Mendengar bapak irna memohon dan merendah pada pria tua itu irwan semakin geram lalu irwan pun masuk kedalam.
Tak lama irwan kembali keluar, ia mengambil ponselnya.
"Gimana anak muda apa kau sanggup ?.. jika tak sanggup aku akan membawa wanita cantik ini bersama ku untuk menemaniku malam ini ".. ucap wira berusaha menarik tangan irna, namun irwan berdiri dihadapan irna melindungi irna.
"Sudah kubilang jaga ucap dan tanganmi !.. tau kalau tidak aku akan mematahkan tulang" tulang mu.
Jangan banyak bicara kau !!. teriak preman itu.
Irwan pun memghubungi seseorang.
"Cepat kalian datang kesini, cepat sekarang !.. ucap irwan diujung telepon.
"Bilang saja anak muda kau tak sanggup tidak perlu menghubungi seseorang".. ledek wira.
Tak beberapa 4 orang datang menuju kerumah irna, dua diantaranya berpakaian rapih dan dua lagi berpenampilan sepeeti preman.
"Oh..rupanya kau sudah mempersiapkan orang mu ".. ucap wira.
"Tuan, anda tidak apa-apa ?.. tanya asisten irwan fahri.
"Tidak, kau bawa uangnya ?.. tanya irwan.
"Ini tuan !.. ucap fahri menyodorkan amplop coklat pada irwan.
Hey..rua bangka, lintah darat, ini uang yang kau minta 100 juta bukan!.. ucap irwan.
Wira yang melihat irwan memegang amplop coklat itu seilah terkejut.ia terlihat gugup.
"Apa itu uang asli ?..ucap wira berusa menyembuntikan rasa gugupnya
"Memangnya aku orang licik sepertimu !. menipu orang miskin !.. bentak irwan.
"Aku akan bayar hutang- hutang pak agus berikut bunganya, tapi aku ingin kau menandatangani perjanjian diatas materai dengan pengacaraku "..terang irwan.
Wira mendengar hal itu semakin gugup, difikiranya dia berusan bukan dengan sembarang orang.
"Pengacara ??.. untuk apa kau bawa- bawa pengacara?.. ucap wira.
__ADS_1
"Aku akan melunasi hutang pak agus, dan kau harus tanda tangan surat perjanjian , bahwa : Setelah hutang piutang pak agus selesai atau dibawar lunas, maka kau jangan sekali - kali menggangu seluruh keluarga pak agus terutama calon istriku irna.jika kau melanggarnya maka aku pastikan kau akan membusuk dipenjara".. bukan begitu ppak polisi ".. tanya irwan pada salah satu anggota polisi yang berpakaian preman yang dibawa fahri.
Wira senakin terkejut mendengar ada polisi disana, ia pun yang tadinya sombong angkuh kini wajahnya pucat pasi.