Perempuan Pemuasmu

Perempuan Pemuasmu
Bibir itu bibir allana


__ADS_3

Sinar mentari pagi itu begitu cerah menyinari bumi,secerah hati davin saat ini,ia semalaman tak bisa terridur memikirkan nara.


Davin terlihat sudah rapih dan wangi, membuat dani mengejeknya.


"Hmmm..mentang -mentang mau ketemu allana eh..salah nara,sepagi ini kau sudah bangun !.. coba itu kau mandi pake parfum ya vin,wanginya membuat orang mabuk !!.. ledek dani menertawa kan davin.


"Iri saja kau ini, makanya cepat cari pacar jangan jadi jomblo akut!!..sudah ada gadis cantik didepan mata malah kau abaikan !.. ujar davin merapihkan penampilanya didepan cermin.


"Siapa maksudmu ?...tanya dani binggung.


"Pura-pura tidak tahu lagi ! ucap davin. membuat dani garuk-garuk kepala binggung


"Oh..ya vin, kalau seandainya nara itu allana gimana vin ?.. tanya dani.


"Memang itu yang aku mau dan "


"Tapi vin, kejadian yang membuat allana koma dan sampai hilang sampai saat tak ditemukan jasadnya,itu gara-gara lu melakukan test DNA itu,dan pastinya dia akan marah vin ".. ujar dani bangun dari tempat tidur.


"Kau benar dan, tapi nara tidak mengenalku dan !


"Apa mungkin nara itu allana yang kita cari tetapi dia hilang ingatan ?... ucap dani.


"Aku tidak tahu, makanya gw ingin mencari tahu tentang nara "


"vin, kalau seandainya nara itu allana yang hilang ingatan,aku kasih kamu saran !... ucap dani serius.


"Saran apa dan?.. tanya davin penasaran.


"Buat kalau memang nara itu allana buat dia jatuh cinta pada mu vin, jadi ketika dia mengingat kembali masa lalunya dia sudah jatuh hati padamu !yah...setidaknya kalau dia marah masih ada cinta untuk mu.


"Benar juga ide mu dan,tapi kalau dia nara bagaimana dan?... tanya davin binggung.


"Ya itu terserah lu vin !!.. ucap dani meninggalkan davin termenung sendri.


Davin pun sejenak berpikir tentang hal itu.


"Bagaimana kalau ternyata nara hanya mirip allana.! "aku tak akan jatuh cinta pada nara walaupun dia mirip dengan mu sayang,mas sudah berjanji hati dan hidup mas hanya untukmu !!.. gumam davin mengusap kasar wajahnya.


Davin pun meninggalkan kamar dani menuju kamar sebelah yang ditempati nara.Davin pun membuka pintu kamar itu.


Davin melihat nara tengah tertidur meringkuk ditempat tidur itu,wajahnya yang polos tanpa polesan meke up namun masih terlihat cantik.


Bulir bening itu,melaju tanpa permisi,davin teringat akan allana,rasa rindu dan bersalah pun bercampur menjadi satu.


Davin ingin memeluk tubuh itu dan meminta maaf namun harinya juga merasa ragu takut nara bukan allana.membuat dabin mundur beberapa langkah.membuat nara pun terjaga.


"Oh..tuan davin, maaf saya baru bangun !.. ucap nara gugup ia langsung bangun menuju tempat tidur.


Setelah beberapa saat menunggu nara pun keluar dari kamar mandi.ia masih menggunakan pakaian yang ia kenakan kemarin.

__ADS_1


Davin pun tersenyum lalu memberikan sebuah bungkusan pada nara.


"Maaf tuan apa ini ?.. tanya nara.


"Pakai lah,karena baju mu terlalu terbuka ".. ucap davin .


Nara pun mengambil bungkusan itu lalu kembali lagi kedalam toilet untuk berganti pakaian.setelah selesai nara pun keluar lalu ia berdiri didepan pintu kamar mandi .


"Duduk lah nara ".. ucap davin menepuk tempt duduk disebelahnya.Nara pun duduk disebelah davin dengan ragu-ragu.


"Nara,untuk sementara kau disini dulu sampai urusanku selesai,setelah itu aku akan mengurus mu dan mengantarkan mu kerumahmu." ucap davin .


"Tapi tuan,saya khawatir dengan bapak saya tuan kalau saya tidak segera pulang !.. ucap nara menunduk memainkan jemarinya.


"hmmm... lihat aku nara , percaya pada ku kan !.. ucap davin mengangkat dagu allana.


Kedua mata itu saling menatap membuat davin terhanyut dan ingin ******* bibir ranum itu.tetapi davin kembali tersadar ia pun memalingkan tatapannya.Lalu berdiri dan meraih sarapan pagi yang dia bawa untuk nara.


"Sekarang kau sarapan dulu,aku akan pergi untuk menyelesaikan urusanku.ingat jangan buka pintu siapa pun yang datang.sampai aku kembali !.. ucap davin diangguki nara.


"Gadis pintar,aku pergi dulu ya ".. ucap davin meninggalkan nara.


Nara yang merasa diperlakukan seperti ratu ditersenyum mengingat davin, jantung seakan berdekup kencang."ah... nara kau ini hanya kagum saja pada tuan davin.jangan mimpi nar,tuan davin hanya menolong mu ".. ucap nara memukul-mukul kepalanya.


Sementara davin dan dani bergegas menuju pembangunan proyek mereka, dani telah menyiap kan orang-orang untuk berjaga-jaga kalau pimpinan proyek dan mandornya akan melawan.


Mobil mereka pun tiba di proyek itu membuat para pekerja dan mandornya terkejut.


Davin melangkah menuju simandor yang menghalangi mereka, davin menerobos memaksa masuk.


"Hey..kau,berani- beraninya masuk kedalam, memang kau siapa ? tanya simandor,namun davin tak bergeming dia membuka pintu pimpinan proyek itu.


Sontak membuat terkejut orang yang ada didalam seorang pimpinan proyek bersama seorang wanita.


"Kurang ajar, berani-beraninya kau masuk keruanganku" ucap laki-laki itu.


"Berani-beraninya kau berkata begitu pada pemilik perusahan sekaligus pemilik proyek ini ! bentak dani.


"Pemilik proyek !! kalian ini siapa ?.. tanya sipimpinana dan simandor gugup.


"Aku davin adiaksa kusuma "pemilik prusahan adiaksa !.. ucap davin membuat keriga orang itu terkejut.


"Kalian berani-beraninya bercumbu dikantor ini dan kau juga berani- berani menanipulasi keuangan proyek ini dan satu hal lagi kalian berdua beraninya tidak menggaji para pekerja !.. bentak davin menggebrag meja.


"Ketiga orang itu terlihat gugup , keringat mereka bercucuran.


"Kau pimpinan proyek sekaligus arsitek disini berani-beraninya bermain curang pada tuan davin !.. ucap dani.


"Gimana bos,kita apakan mereka ?.. tanya dani.

__ADS_1


"Kau mulai sekarang aku pecat kau jadi pimpinan proyek ini !.. tunjuk davin


Dan kau mandor arogan!! kau juga mulai saat ini aku tak sudi kau jadi mandor disini.


"Kalian berdua harus mempertanggung jawabkan kejahatan kalian dikantor polisi ".. tukas davin .


Pumpinan dan mondor itu pun di giring kekantor polisi,sementara davin dan dani menyelesaikan urusan proyek itu bersama pimpinan dan mandor yang baru.


Dipenginapan nara tampak bosan dia sudah menonton televisi tertidur dia mencari sesuati yang bisa ia kerjakan dikamar itu.nara pun melihat lemari yang ada dikamar itu.


Dibukanya lemari itu tampak baju davin yang berantakan di dalam koper yang terbuka.nara pun meraih koper itu dibawanya keatas tempat tidur.


Nara merapihkan satu persatu barang barang davin.diambilnya kemeja kotor davin nara pun menciumi kemeja itu.


"Sepertinya ini pakaian kotor! .. ucap nara mencium kemejanya,namun nara membeku ketika mencium keneja itu.ia seperti pernah mencium bau wangi kemeja itu.seperti candu untuknya.


"Kenapa wanginya seperti tidak asing bagiku".. ucap nara terus menciumi kemeja milik davin .


Nara pun tertidur dengan memeluk kemeja kotor itu


Sore pun telah datang davin bergegas menuju penginapan , karena terlalu sibuk davin lupa kalau nara ia tinggalkan dipenginapan.


Davin berjalan setegah berlari menuju kamar yang ia sewa, ia membuka pintu itu.davin terjejut melihat nara tudur sambil memeluk kemeja kotornya.


"Ya tuhan kenapa nara memeluk kemejaku seperti allana,apa memang nara ini allana. !gumam davin.davin pun membangunkan nara dengan lembut.


Nar...nara ! bangun sudah sore ! ucap davin lembut.


"Eh tuan davin sudah datang " ucap nara memeluk davin membuat davin terkejut.


Nara pun tersadar kalau ia sedang memeluk davin.ia buru-buru melepaskan pelukannya.


"Maaf tuan saya..saya "...ucap nara tersipu malu.


"Tidak apa-apa nara !Ayo mandi sana lalu makanlah. " ucap davin membuat nara semakin tersipu malu.


Nara pun pergi untuk mandi,sementara davin menunggu nara disofa sampai ia tertidur pulas.setelah selesai mandi nara keluar ia masih mengenakan kimono tidurnya hendak mengambil pakaiannya.


Nara tersenyum melihat davin tertidur diatas sofa.nara pun mendekati davin ia duduk disebelah davin , nara menatap wajah tampan davin hingga ia terkejut ketika tangan davin memeluk pinggang nara.


"Sayang aku mencintai mu".. ucap davin mengigo allana yang berada ditubuh davin pun membeku , kini wajah nara pun begitu dekat dengan wajah davin.


Davin yang tegah tertidur terbangun ketika air dari rambut nara menetes kewajahnya,seperti mimpi ia melihat allana diatas tubuhnya.davin menempelkan bibirnya kebibir kenyal milik nara,dan herannya nara pun tak menolaknya, davin yang masih belum sadar , semakin dalam mencium bibir nara.sampai nara pun kehabisan oksigen.


"uhuk..uhuk...nara batuk membuat davin tersadar bahwa yang ia cium adalah nara.


"Ya tuhan, maaf..maaf kan aku nara aku..aku !.. ucapa davin.


"Nara hanya berlari kembali kekamar mandi untuk berpakaian,sementara davin masih merasa kan rasa manis mencium bibir nara.

__ADS_1


"Bibir itu, bibir allanaku " ucap davin meraba bibirnya.


"Bersambung...


__ADS_2