
Pagi hari pun datang,nara sudah bangun lalu membersihkan diri kekamar mandi, ia pun melanjutkan aktifitasnya memasak.
Nara meraih ponselnya lalu mengim pesan singkat untuk davin.
"Mas,aku berolah raga didekat kolam renang apartemen,aku janji tak akan hilang lagi "
pesan pun terkirim,namun belum dibaca oleh davin.
Nara pun melangkahkam kakinya kebawah ia turun menggunakan lift,disana sudah banyak orang sekedar berolahraga dan berjoging..
Nara pun mulai melakukan putaran joging pertamanya, namun nara dikejutkan dengan suara yang memanggil namanya.
"Nara !.. nara " suara panggilan itu tak asing untuk nara membuat nara menoleh mencari sumber suara.
"Hey..kakak,kakak sedang apa disini pagi-Pagi sekali ?.. tanya nara pada irwan.
"Sama seperti mu nara,aku juga sedang berolah raga ".. ucap irwan.
"Kamu sendiri nara?.. tanya irwan mencari- cari seseorang.
"Iya kak,aku sendri, mas davin sedang menginap dirumah orang tuanya "..terang nara
"Oh..syukurlah " gumam irwan.
"Apa kak ?.. tanya nara.
"Oh..tidak nara, aku cuma takut kamu tersesat seperti kemarin ledek irwan".. tmenggoda nara
Nara pun tersipu malu karena ia tersesat ."Ah..sudah kak jangan diingat lagi ,saya kan jadi malu !.. ucap nara.
"Nara, Kau sudah sarapan ?
"Belum kak, kenapa?.. tanya nara.
"Bagaimana kalau kita sarapan bubur disebrang jalan sana !.. ajak irwan
"Hmmm..tapi saya"
"Sudah, tidak ada tapi-tapian ,ayo ikut hitung- hitung kamu balas budi padaku !.. ucap irwan tertawa.
"Baik lah kak, tapi jangan lama-lama !.. ucap nara, tangan nara pun ditarik oleh irwan ke tukang bubur sebrang jalan.
Irwan pun memesan dua porsi bubur ayam, irwan masih ingat betul kalau allana senang bubur yang pedas dan cara makan allana pun irwan ingat yaitu buburnya semua diaduk jadi satu setelah itu baru dimakan.
Begitu pun halnya sekarang dengan nara, kebiasan allana dilakukan oleh nara, membuat irwan tersenyum.
"Aku yakin kau allana yang hilang 4 tahun lalu." gumam irwan dalam hati.
Mereka berdua pun tampak asik bercengrama ,sesekali kefuanya tertawa membuat kedua pasang mata didalam sebuah mobil itu geram menahan rasa kesalnya.
"Hmmm..irwan, kenapa kau bisa hadir dihidup nara !.. baik allana atau nara dia milikku fan putraku.!.. ucap davin yang tak sengaja melihat nara bersama irwan.
"Ayo kak, kita pulang sudah mulai agak siang".. ajak nara.
"Oh..iya ayo kakak juga ada pertemuan pagi ini ".. jawab irwan.
Mereka pun berjalan beriringan, mereka berpisah di loby karena mereja beda gedung.
"Kakak, terima kasih buburnya " ucap nara.
__ADS_1
"Sama-sama nara, oh iya nara, jangan segan-segan menghubungi ku kalau kau ada masalah ya!.. ujar irwan.nara pun mengguk lalu mereka berpisah.
Nara, naik menggunakan lift ke unit apartemen davin, nara pagi ini nampak bahagia, dia masuk keapartemen pun sesekali bersenandung, nara tak sadar davin sudah ada didalam kamar mereka.
"Ehmm...sepertunya pagi ini kau sangat senang sayang, kau habis bertemu siapa?.. tanya davin mengagetkan nara.
"Eh..mas,sejak kapan mas ada disini ?.. tanya nara menghampiri davin.
"Kau terkalu sibuk dengan teman baru mu,sehingga kau tak menyadari keberadaan aku sayang !.. ucap davin .
"Teman baru , teman baru yang mana mas,aku olah raga sendri saja !.. jawab nara ambigu.
"Oh..ya, kau yakin tadi kau sendrian?.. tanya davin.
"Ya..yakin mas".. ucap nara menunduk.
"Hmm...ya sudah sayang, mas kekantor dulu, sudah siang !.. ucap davin berdiri namun nara menarik tangan davin.
"Mas, aku rindu padamu dari semalam, mas tak ingin memelukku ?.. ucap nara.
Davin pun tersenyum,hatinya luluh melihat rasa rindu dimata nara.
"Mas juga merindukanmu,tapi mas harus pulang,sebentar lagi aku kamu dan alvin akan tinggal bersama sayang".. ucap davin memeluk nara.
Davin pun mencium bibir ranum nara, emph..bibir nara digigit davin.ciuman mereka pun semakin panas , tangan davin pun aktif sampai melepas kaos yang nara kenakan.tangan davin bermain digundukan milik nara.namun davin melepas tautan bibirnya.dia teringat sesuatu.
"Sayan !!,mas pagi ini ada janji dengan dani.. ucapan davin pun mengejutkan nara.
"ya sudah mas cepat pergi nanti pak dabmni menunggu mas!..jawab nara dengan napas yang tersengal-sengal.
"Iya sayang, tapi kamu janji makan siang ini , mas ingin dieimj".. bisik davin meremas gundukan kembar milik nara. membuat nara tersipu malu.
"Ingat nanti siang ya sayang".. ucap davin mengecup kening nara berpamitan.
Nara hanya tersenyum melihat kepwrgian davin menghilang dibalik pintu.
"Diapartemen irwan, irwan sedang membersihkan diri dikamar mandi, dia mengguyur rubuhnya dengan shower mandinya. Didalam benaknya ia memikirkan allana atau nara, ia memejamkan mata.
Irwan pun membuka matanya. "Aku sekarang harus benar- benar membiarkan allana hidup bahagia dengan keluarganya ! Walaupun hatiku masih memiliki ruang untuknya.
"Aku harus mengangap dia seperti adikku sekarang,dan aku harus membuka hatiku untuk yang lain , tapi tidak untuk bella mata duitan itu ".. gumam irwan.
Setelah selesai mandi ia pun berpakaian rapih, ia lalu pergi menuju perusahanya menggunakan mobil miliknya.
"Disela-sela hatinya yang sedih, dilampu merah ia melihat irna, menaiki ojek onlinenya dengan menggunakan heels dan rok mini.
"Itu kan irna" ya ampun anak itu pajai rok mini naik ojeg, bikin laki-laki ngiler aja".. gumam irwan kesal ia pun hendak turun untuk menyuruh irna naik mobilnya.namun lampu sudah hijau dan ojek yang ditumpangi irna pun melaju lebih dulu.
"Aduh..sial, keburu hijau lagi, lihat saja irna , sampai kantor aku akan memarahimu, berani- beraninya naik motor memamerkan paha ".. ucapnya kesal.irwan tak sadar kalau ia sedang kesal dan cemburu.
"Tunggu-tunggu, kenapa aku jadi perhatian begini pada irna ".. ucap irwan mengusap kasar pipinya.ia pun melajukan kendaraanya dengan kecepatan penuh ingin cepat tiba dikantor.
"Setelah beberapa saat irwan pun kembali kekantor miliknya, ia menaiki lift khusus dirinya.pintu lift pun terbuka ia berjalan keluar untuk keruanganya, mata irwan tertuju pada sebuah meja sekretaris, ia melihat irna sedang merapihkan file- file.karena keberulan ia kesiangan.
"Ehm..irna,kamu bisa keruangan saya sekarang!.. ucap irwan serius.
"Baik pak ".. ucap irna.ia merapihkan rambut dan make upnya.
"Aduh.. mati aku pak irwan pasti marah gara-gara aku kesiangan ".. guman irna melangkah menuju ruangan irwan.
__ADS_1
Tok..tok suara irna mengetuk pintu.
"Masuk ".. jawaban tegas irwan membuat irna semakin ciut tak bernyali.
"Ma..maaf pak saya kesiangan " ucap irna menunduk.
"Kamu sadar, kesalahan kamu ?
"Sadar pak, saya kesiangan !.. jawab irna.
"Bagus !.. ucap irwan mendekati irna yang sedang berdiri dihadapanya.
Namun suara pintu dikunci membuat irna terkejut lalu membuka matanya yang tadi ditutupnya.
Irna terkejut melihat irwan sudah berdiri tepat dihadapanyan.
"Pak, anu itu ".. ucap irna gugup.
"Kamu sadar, hari ini kamu mempertontonkan paha putihmu pada semya orang !.. ucap irwan meraba paha irna.Membuat irna terkejut namun tak memungkirinya irna pun menikmati sentuhan dari irwan.
"Ehmm..saya bangun jesiangan pak,jadi mau ridak mau saya naik ojek ".. jawab irna mendesah.
"Kamu bisa kan, pakai celana panjang atau pakai rok yang agak panjang,agar paha mulus mu ini tidak dilihat orang"... bisik irwan semakin mendekat di teliga irna, membuat irna semakin mendesah.
Irwan yang melihat irna mendesah, ia menatap bibir merah itu dan tak bepikir panjang lagi irwan pun melahap bibir merah irna.
Empm..irna pun seakan kehabisan asupan oksigen,ciuman irwan pun senakin memanas,irna pun membalas ciuman irwan, kini keduanya larut dalan gelora asmara.
"Tanpa disadari irwan melepas kancing kemeja irna, dan irwan pun melepaskan kaitan pembungkus gunung kembar milik irna, tangan irwan meremas gundukan kembar irna yang berukuran besar,tak puas dengan tanganya kini irwan mengisap gundukan kembar itu bergantian seperti bayi kehausan.
Irwan mendudukan irna dimeja kerjanya,irwan masih lahap mengisap gundukan kembar milik irna.mebuat irna semakin mendesah.
"Emmm..pak, sudah,pak !.. ******* irna membuat irwan semakin kencang mengisapnya dan memberikan tanda merah digundukan irna.
Irwan pun kembali mengesap bibir irna dalam, membuat irna semakin tak berdaya dibuatnya.
kegiatan panas mereka terhenti oleh suara panggilan ponsel milik irwan.
Irwan pun melepaskan tangan dan bibirnya dari tubuh irna kesal.
"Sial...siapa yang mengganguku !.. umpat irwan mematikan ponselnya.
Irwan pun menatap irna,yang kini beteleanjang setengah.irwan pun mendekati nara yang masih duduk dimeja kerjanya dengan lemas.
"Irwan memakaikan kembali pakai dalam dan kemeja irna.
"Sayang,apa kau mau menjadi wanitaku?.. tanya irwan berbisik ditelinga irna..
"Irna yang memang sudah memendam rasa untuk irwan dari dulu, dia hanya tertunduk malu dengan nafasnya yang masih tersengal sengal.
"Terima kasih sayang, mulai hari ini kau adalah kekasihku, jadi biarkan aku memilikimu seutuhnya dan aku tak ingin kau memakai pakaian seksi lagi dideoan orang lain, kau bokeh menggunakan rok pendek hanya didepanku..ingat didepanku ".. ucap irwan tegas, membuat irna tersenyum bahagia.
"Baik pak,pak hari ini napak ada jadwal meeting satu jam lagi.
"Sayang, kalau kita sedang berduan tidak boleh memanggilku bapak, kau hanya bokeh memanggilku sayang ".. ucap irwan memeluk irna.
"Tapi pak eh..yang, istri bapak bagaimana ? tanya irna gelisah.
"Kau tau dari dulu aku tak mencintainya, dan aku tak pernah menyentuhnya, ucap irwan menatap irna.kini irwan yakin bahwa irna lah yang bisa menyembuhkan lukanya setelah 5 tahun.
__ADS_1