Perempuan Pemuasmu

Perempuan Pemuasmu
Kembali malam ini


__ADS_3

Ting tong... suara bell pintu penginapan pun berbunyi mengagetkan kedua insan yang sedang dimabuk asmara itu.


"Sebentar ya sayang,aku akan melihat siapa yang datang".. ucap davin bangun dari tempat duduknya.


"Siang tuan, ini pesanan anda ucap seorang pelayan penginapan itu.


"Oh..terima kasih ya !.. jawab davin mengambil pesanan makanannya.


"Nara,ayo makan siang dulu !.. ucap davin menyiapkan makanan nara.mereka pun menyantap makanannya.


"Setelah selesai makan siang davin mengajak nara untuk menonton acara televisi, nara pun mencari-cari acara favoritnya yaitu kartun.


Davin yang mengerjakan pekerjaannya diatas tempat tidur, bertanya pada nara


"Nara kau mencari acara apa ?.. tanya davin menatap laptopnya.


"Ini tuan kartun kenapa jam segini tidak ada ya ?.. tanya nara memindah-mindahkan saluran televisi.


Davin membeku, teringat pada allana yang sangat senang menonton kartun.davin pun turun dari tempat tidurnya lalu mendekati nara.davin memeluk tubuh mungil kurus itu.


"Aku sangat-sangat mencintaimu dan merindukan mu sayang ".. ucap davin.


Davin pun kembali mencium bibir ranum nara, seakan sudah terbiasa nara sangat menik matinya dan sekarang dia sudah mengimbangi ciuman davin.mereka sekarang bertukar saliva.nara pun terbuai dengan kecupan davin ditengkuk nya.seolah terhipnotis nara pun membiarkan davin membuka kancing bajunya satu persatu davi membuka pengaman gundukan kembar nara.


Kini davin memainkan tanganya digundukan yang memumbul itu,suara leguhan demi leguhan terdengar bagai irama merdu ditelinga davin.


Davin pun semakin gencar memainkan jari jemarinya diarea itu , ketika davin hendak mengerilya bagian bawah nara,mereka dikejutkan dengan suara ponsel davin yang berbunyi.


"Tuan, ponselnya berbunyi ".. ucap nara menhan tangan davin.


"Biarkan saja sayang,itu tidak penting !..ucap davin kembali memeluk nara.


Namun sepertinya ponsel davin tak berhenti berbunyi membuat nara, melepaskan tubuh davin dari pelukannya.


"Tuan lihat dulu,siapa tau itu penting".. ucap nara panik ia menutupi bagian atas tubuhnya yang terbuka.


"Hmmm..siapa lagi yang mengubungiku ? mengganggu saja !.. gerutu davin meraih ponselnya diatas nakas kamar.


"Mama !.. ada apa mama menghubungi ku berkali- kali ?.. ucap davin terkejut, ia pun mencoba menghubungi kembali mama nadin.


📱"hallo ma, ada apa davin sedang sibuk !


📱" vin,cepat pulang alvin sakit vin


📱"Apa ma,alvin sakit? sakit apa ? Sejak kapan alvin sakit ma?


📱"Panas vin, dari semalam panasnya tidak turun-turun .dia mengingau memanggil-manggil mamanya vin.


📱"Baiklah ,davin akan pulang malam ini juga


Davin pun menutup sambungan teleponnya lalu ia menghela nafas lalu menatap nara


"Sayang maafkan aku,aku tidak bisa pulang besok ,aku pulang nanti malam ".. ucap davin lemas.


"Kenapa tuan,ada apa?.. tanya nara memakai kembali pakaiannya.


"Hmm..putra ku sakit sayang ! aku harus kembali malam ini "

__ADS_1


"Kamu tidak apa-apa kan aku tinggal ?.. tanya davin memegang kedua pipi nara.


"Tidak apa-apa tuan, pergilah , aku akan menunggu mu kembali ".. ucap nara lirih tertunduk sedih.


"Dengar,aku berjanji pada mu akan menjemput mu secepatnya ,atau kau ikut saja malam ini denganku ?.. ajak davin.


"Tidak tuan, kasian bapak kalau aku tinggal siapa yang mengobati penyakit beliau ?..


"hmm.baiklah, lihat aku sudah memasukan sim card diponsel ini dan aku juga sudah mencatat nomer ku, jadi sewaktu-waktu kamu ada apa-apa atau rindu padaku kau tinggal menghubungiku !.. terang davin mengajari nara.


"Baik tuan, saya akan menghubungi mu setiap hari ".. ucap nara tersenyum.


"Ayo sekarang kamu aku antar pulang,sekalian aku ada urusan diproyek.


Nara pun mengangguk tanda setuju.mereka pun begegas pergi meninggalkan penginapan itu.


Setelah beberapa saat nara pun tiba dirumahnya .ia pun turun dari mobil davin.nara berpamitan pada davin.


"Nara, hati-hati ya, jaga dirimu ! kalau ada apa-apa hubungi aku,aku berangkat jam 8 kalau kau ingin bertemu aku dulu datang lah !.. ucap davin , nara pun mengangguk matanya mulai berkaca - kaca melepas davin.


Davin pun melanjutkan perjalanannya kearah proyek,sementara nara masuk kedalam rumah. nara disambut oleh tatapan sinis ibu dan adiknya.


"Wah..lihat bu, nara yang bodoh ini berubah jadi putri !.. lihat pakaian,sepatu dan tasnya bagus, mahal lagi !.. ucap dini merebut tas nara.


"Din, kembalikan itu tasku !.. ucap nara tak di gubris dini. dini terus mengeluarkan isi tas nara, didalam tas terdapat ponsel dan sejumlah uang yang davin berikan.


"Bu, lihat ponsel baru !.. dan uangnya banyak sekali !.. ucap dini mengeluarkan ponsel dan uang dari tas nara.


"Heh...bodoh senang kau ya, pulang habis bersenang-senang dengan tuan daavin,kau menjual diri kan pada tuan davin ?.. tukas dini sinis.


"Ini bayaran dari tuan davin kan ?.. ucap dini


"Alah, jangan pura-pura bodoh dasar wanita j*****g , cuwihh ...aku tak sudi punya anak seperti mu !... tukas bu yani mendorong nara.


"din, bu aku ini salah apa pada kalian kenapa aku diperlakukan seperti ini ?.. tangis nara.


"Kau ingin tahu kesalahanmu, kesalahanmu adalah wajahmu lebih cantik dariku sehingga tuan davin lebih memilihmu atau kau memang selalu memberi tubuhmu untuknya !!.. teriak dini mencengkram danu nara membuat Nara hanya menangis kesakitan.


"Bu, dini kalian apakan nara ?.. ucap pak anto berlari dari arah pintu.


"Bapak, kenapa bapak sudah pulang?.. tanya bu yani gugup.


Aku sedang tak enak badan, tuan davin menyuruhku pulang !.. ujar pak anto membantu nara berdiri.


"Bapak ini selalu ikut campur urusanku, dan bapak juga lebih sayang pada sibodoh ini dibandingkan padaku !.. teriak dini.


"Maksud mu apa dini ?.. bapak menyayangi kalian berdua tanpa bapak beda- bedakan !.. terang pak anto.


"Ah, terserah bapak yang penting sekarang aku akan membuat wajah mu yang mulus ini rusak agar tuan davin jijik melihatmu .ha..ha..ha !.. ucap dini tertawa.


Pak anto dan nara ketakutan melihat sikap dini yang seakan ingin menghabisi nara.


****


Sementara, setelah beberapa lama davin pun tiba diproyek. dia masuk kedalam kantor sudah ada dani, arsitek dan pimpinan proyek dan mandor mereka mengadakan meeting dadakan karena nanti malam dani dan davin akan pulang kekota.


Masih diruang meting, davin pun menyelesaikan pertemuan mereka, karena waktu sudah senja dan davin harus bergegas pulang.

__ADS_1


"Vin,nara tidak ikut pulang ?.. tanya dani.


"Tidak dan, dia berat meninggalkan bapaknya !.. ucap davin membereskan semua barang- barangnya yang ada dimeja kantor.


"oh.. tapi kau sudah mengambil sample rambut nara bukan?.. tanya dani khawatir.


"Sudah !.. tenang saja bos dani ".. ucap davin mereka pun tertawa.


"Kelihatanya lu fresh banget vin, jangan bilang lu dan nara sudah...???


"Otakmu jangan mesum, kita belum sejauh itu !.. jawab davin memukul kening dani dengan kertas.


"Aduh..tapi nara udah lu apakan ?.. tanya dani mengusap-usap keningnya.


"rahasiah lah, masa gw kasih tau lu, jomblo akut" yang ada lu ngiler !.. ucap davin tersenyum.


"Hah..curang !.ayo vin kita harus cepat kepenginapan , takut terlalu malam!.. ucap dani melangkah keluar diikuti davin.


Waktu pun sudah menunjukan pukul 19.00 , davin yang sudah sampai dipenginapan ia berusaha melakukan panggilan telepon pada nara, namun nara tak menggakatnya. sampai satu jam nara tak merespon panggilan dari davin.


"Nara !!.. kamu kemana aku ingin melihat mu dulu !.. gumam davin panik , dani yang melihat davin panik ia menghampiri davin.


"Mungkin nara sedang sibuk vin, ayo vin kita siap-siap pak ali sudah menunggu.


"Bentar dan 30 menit lagi kita tunggu nara siapa tau dia kesini.!.. ucap davin.


"Baiklah !.. ucap dani kembali memainkan ponselnya.


**


Sementara dipenginapan davin sedang panik. Nara dirumahnya sudah akan bersiap untuk pergi.


Ponsel nara terus-terusan berbunyi membuat dini geram.karena ponsel nara diambil oleh dini


"Bu, tuan davin malam ini akan pulang, dan dia terus menghubungi sibodoh".. ucap dini menatap layar ponsel nara.


"Tak akan ibu biarkan dia pergi menemui tuan davin!.. ucap ibu yani.


"Bu,ayo kita siram wajahnya".. ucap dini


"Nara..nara,sini kamu !.. panggil bu yani.


"Iya bu, bu saya boleh minta ponsel saya bu!.. ucap nara.


"Ponselmu !.. ini sudah milikki"..ucap dini.


Kalau begitu izin kan saya pergi sebentar bu, tuan davin pasti cemas saya tak memperdulika n panggilan teleponnya.


"Heh.. untuk apa dia mencemaskanmu, jangan mimpi,dia itu hanya suka pada tubuhmu bukan mencintaimu "..jawab bu yani menertawakan nara.


"Tapi bu saya mohon izinkan saya bertemu tuan davin sebentar saja !.. pinta nara bersujud dikaki bu yani.


"Tidak akan ku izinkan !.. ucap bu yani mendorong nara hingga terjungkal.pak anto yang melihat pun menghapiri nara membantu membangunkanya.


"Ibu, cukup bu jangan sakiti nara !..ucap pak anto,ia pun terkejut melihat botol yang dibawa oleh dini dari dalam kamarnya.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2