
Pak anto yang berjongkok membantu nara bangun, matanya terbelalak melihat botol yang ada ditangan dini.
"Ya tuhan jangan- jangan dini !.. gumam pak anto dalam hati.
"Nara..nara bangun nak,cepat kau pergi dari sini!.. ucap pak anto pada nara, nara yang binggung dengan ucapan pak anto hanya mengerutkan dahinya.
"Bapak bilang cepat nara pergi".. teriak pak anto yang didengar oleh dini dan bu yani.
Dini pun bergegas berjalan menuju kearah nara ia pun membuka botol cairan itu,namun pak anto segera bergegas menghadang dini.
"Nara..pergi nara, kalau tidak kau akan celaka !teriak pak anto menghalagi dini.
"Tapi pak,aku tak bisa meninggalkan bapak ".. tangis nara, tangan nara pu dipegang bu yani
"Jangan coba-coba kabur kau nara !.. mencengkram tangan nara.
"Bapak lepaskan pak,atau kalau tidak air keras ini bisa mengenai bapak !.. teriak dini membuat nara terkejut.
"Ya tuhan dini akan menyiramku dengan air keras!.. gumam nara,nara pun berusaha melepaskan cengkraman bu yani.
"Dini cepat dini nara ingin melarikan diri !.. teriak bu yani semakin mengencangkan cengramanya sehingga tangan nara mulai mengeluarkan darah.
"bu saya mohon lepaskan bu !..pinta nara, membuat bu yani geram dan menampar keras pipi nara.
Nara yang sudah ketakutan ia pun menggigit lengan bu yani,sehingga tangam bu yani terlepas kesakitan.nara pun berhasil lari dari rumah itu,namun dini mengejar -ngejar nara.
Nara berlari tanpa memakai alas kaki, ia berlari sekencang mungkin agar bisa menghindari dini.
Dipenginapan, davin yang kecewa karena nara tak kunjung datang dan tak bisa ia hubungi memutuskan untuk pergi dari penginspan itu.
"Ayo dan, kita berangkat sekarang ".. ucap davin lesu.
"Baiklah vin "... mereka berdua pun berjalan keparkiran penginapan, namun ketika davin dan dani hendak masuk kedalam mobil tiba-tiba ponsel dani berdering.
Dani pun mengangkat sambungan teleponnya, ia tampak serius berbicara dengan seseorang disana lalu dani pun mematikan ponselnya.
"Gawat vin, kita harus menyelamatkan nara !.. ucap dani panik.
"Ada apa dan, apa yang terjadi dengan nara ?.. ucap davin.
"Ibu dan adiknya nara akan mencelakakan nara, mereka ingin menyiram nara dengan air keras vin !.. terang dani sontak membuat davin masuk kedalam mobilnya.
"Dan tunggu aku disini dengan pak ali, aku akan menyusulnya kesana !... ucap davin melajukan kendaraanya dengan kecepatan penuh.
Davin tampak panik, wajahnya menahan emosi,ia memukul-mukul stir mobil miliknya.
"Kenapa aku biarkan nara pulang kerumah itu!! nara tunggu aku , aku akan menjemputmu !.. ucap davin.
Sementara nara terus berlari ia terjatuh beberapa kali sampai kakinya berdarah.nara pun sudah kehabisan tenaga untuk berlari lagi dia berhenti sejenak mengambil nafas.
"Mudah..mudahan dini sudah tak mengejar ku lagi !.. ucap nara tersengal-sengal.
Nara pun kembali berlari sekuat mungkin.Ia takut dini masih mengejarnya,sampai langkah nara pun terhenti oleh lampu mobil yang berhenti didepanya.
"Nara,nara suara itu membuat nara tersenyum.
Davin bergegas turun dari mobilnya .
__ADS_1
"Nara,ada apa sayang ?.. tanya davin.
"Tuan ayo kita pergi dari sini !.. ucap nara memegang tangan davin.
"Mereka ingin berbuat apa pada mu?..
"Dini..dini ingin menyiram ku dengan air keras tuan !.. ucap nara membuat davin geram.
"Ayo sayang kuta kekantor polisi !.. ajak davin.
"Tidak tuan,aku hanya ingin ikut denganmu tuan !.. bawa aku pergi tuan ! aku mohon".. ucap nara menangis.
Davin pun merasa iba melihat kondisi nara, davin memeluk nara.
"Baiklah, kau ikut aku pulang kekota ya " ucap davin membantu nara berjalan menuju mobilnya.
Namun kaki nara terluka dia sudah tak kuat lagi untuk berjalan.
"Aw...aw, sakit tuan pelan-pelan.".. ucap nara.membuat terkejut.
Davin pun mengendong nara menuju kedalam mobil davin dan mendudukan nara di tempat duduk penumpang.lalu davin pun memutar lalu masuk ke untuk mengendarai mobilnya.
"Sayang, tidur lah perjalanan kita cukup jauh ".. ucap davin melihat nara gelisah.
"Aku masih takut tuan !.. tidak usah takut kau aman bersamaku.
Davin pun menghubungi dani, untuk menunggu dani dijalan kearah mereaka pulang.
Diperjalanan, nara sudah mulai sedikit tenang, davin pun menatap nara.
"Sayang apa kau lapar ?.. tanya davin.
"Sayang bisakah kau tak mdmanggilku dengan sebutan tuan "
"emmm... saya harus memangil tuan apa? tuan kan majikan saya.!.. ucap nara lirih.
"Ya ampun nara ,.. aku ini bukan majikan mu, aku ini kekasihmu !.. ucap davin kesal.
"Tuan setelah dikota aku akan mencari kerja dan aku janji aku akan mengganti semua uang yang sudah tuan berikan !
"Kamu mau kerja apa memangnya?.. tanya davin kesal.
"Aku..aku tidak tahu tuan, mungkin jadi pembantu tuan.
"Siapa yang mengijinkan kamu kerja jadi ART ?.. tanya davin.
"Dengar nara,aku tak akan membiarkan mu bekerja untuk orang lain, karena kau hanya akan bekerja untukku !.. ucap davin serius membuat nara menunduk, ia berpikir bahwa memang dirinya itu tak pantas memcintai davin karena davin hanya ingin menjadukan dia ART saja.
"Nara..nara , malah bengong !.. ucap davin.
"I-iya tuan !
Kau dengar kan ucapanku tadi " kamu hanya bekerja untukku bujan untuk orang lain.
"Memangnya saya kerja apa tuan?.. tanya nara.
"Tugas mu hanya melayani dan mencintaiku saja paham !.. ucap davin membuat nara tersipu.
__ADS_1
"Untuk sementara kamu tinggal diampartemenku dulu".. nanti kalu kita sudah menikah aku akan membawa mu tinggal bersama kedua orang tuaku dan putra ku alvin.
"Baik tuan "..ada rasa bahagia tersirat dari ucapan nara.
"Tuan masih berapa jam lagi kita sampai ?.. tanya nara.
"Kenapa sudah bosan atau mengantuk ?.. kira-kira 2 jam lagi sayang ".. ucap davin.
Nara pun tertidur pulas, mungkin ia sudah terlalu lelah.
"Kasian kamu sayang , kau harus menderita seperti ini !..ucap davin mengelus rambut nara.
Setelah hampir 4 jam perjalan davin pun hampir sampai di ibu kota,dan akhirnya davin pun tiba diapartemen miliknya.
Dilihatnya nara masih tertidur pulas,davin tak tega membangunkanya.davin kembali menggendongnya keunit apartemen miliknya.
Dalam dekapan davin tampak nara begitu nyaman,davin pun membuka pintu apartemen yang jarang sekali ia kunjungi.
Davin menidurkan nara ditempat tidur empuk miliknya, davin pun memeriksa semua keadaan apartemen miliknya.
Davin hendak pergi meninggalkan nara,namun nara terbangun mencari-cari davin.davin pun menghampiri nara ditempat tidur.
"kau sudah bangun sayang?.. tanya dain mengelus rambut nara
"Hmm...sudah tuan, saya dimana ?.. tanya nara menatap sekeliling kamar milik davin.
"Kamu diapartemenku sayang !
"Oh..itu tandanya ruan akan pergi ?.. tanya nara lirih.
"hmm..sebentar aku pergi,aku khawatir pada putraku !.. besok pagi aku kembali !.. ucap davin tersenyum.
"Baiklah tuan !
"Sayang kalau kau lapar makan roti dulu ya! karena dikulkas tidak ada persedian makanan ".. terang davin.
"Malam ini kamu tidur sendri dulu ya, malam besok dan seterusnya kita akan tidur bersama !.. bisik davin.
Nara hanya menunduk tersipu.
"Aku pulang dulu sudah malam !.. ucap davin melihat jam yang melingkar dipergelangan tangannya.
"Jangan buka pintu untuk siapa pun,dan jangan keluar sampai aku datang!.. aku pegi dulu " ucap davin mengecup kening nara.lalu ia bangun dan melangkah keluar kamar.
Namun langkah davin terhenti ketika nara memeluknya dari belakang.
"Tuan aku mencintaimu !.. ucap nara, membuat davin mebalikkan tubuhnya menghadap nara.
Nara pun mencium bibir davin membuat davin terkejut.kini mereka bertukar saliva , ciuman itu pun semakin panas,davin mengendong nara ketempat tidur tanpa melepaskan bibirnya.
Tiba-tiba nara menghentikan ciumanya lalu berkata :
"Tuan sudah dulu, besok aku ingin kau cepat kembali !.. ucap nara membuat davin tersenyum.
"Hmmm..kau sudah mulai nakal ya !.. besok aku akan membalas mu ucap davin.
Nara pun mengantar keoergian davin,ia tidak melepaskan pelukannya sampai didepan pintu.
__ADS_1
"Aku pergi sayang, besok aku kembali ".. ucap davin membuka pintu apartemenya , lalu menutupnya kembali.
Nara pun hanya menatap pintu yang tertutup,ia kembali kekamar untuk tidur.