
Nara pun kini sudah rapi,dia masih tertunduk malu karena insiden ciuman tadi.
"Ayo aku antar kau pulang kerumah mu !.. ucap davin menarik tangan nara, nara hanya pasrah mengikuti apa yang dilakukan davin, jantungnya berdekup kencang seakan sedang menaiki rolercoster.
Davin dan nara pun sudah duduk didalam sebuah mobil.nara masih terlihat gugup,ucapan davin pun tak ia hiraukan.
"Nara, pakai sabuk pengamannya.!.. nar..nara ucap davin tak didengar nara.akhirnya davin pun memakaikan sabuk pengaman nara membuat wajah itu kembali bertatapan.namun kali ini nara membuang wajahnya membuat davin tersenyum.
"Maaf soal tadi nara ".. ucap davin serius dengan kemudinya.
Nara tak bersuara, dirinya masih tak percaya ia mendapatkan ciuman dari seorang laki-laki yang berparas tampan dan kaya.namun sesekali nara mencuri pandang melirik davin.davin yang mengetahui tingkah nara ia pun tersenyum.
"Nara, rencana kamu kedepanya bagaimana?.. tanya davin memecah keheningan.
"ehmm..itu sa..saya tidak tahu tuan !.. jawab nara gugup.
"Tak usah gugup nara,apakah kamu masih mara aku tadi menciumu" .. ucap davin.
"Ti...tidak tuan.
"Apakah kau ingin ikut denganku kekota ?.. tanya davin.
"Untuk apa saya ikut tuan kekota dan nanti saya tinggal dimana?
"Kamu bisa bekerja diperusahanku dan kau bisa tinggal denganku.
"Tinggal dengan tuan !!.. jawab allana terkejut.
"Iya tinggal denganku !.. kenapa kau tidak mau atau kau sudah punya suami atau kekasih ?.. pancing davin.
"Tidak tuan, sa..saya belum bersuami dan tidak punya kekasih ".. jawab nara menunduk malu.
"Kalau begitu kenapa kau tak ingin ikut aku kekota.
"Ba..bapak saya siapa yang mengurusnya tuan?.. dan apa nanti istri tuan tidak akan marah kalau saya ikut.
"Tidak,dia tidak akan marah karena istri saya kamu nara ".. ucap davin membuat nara terkejut.
"Sa..saya istri tuan !! ucap nara binggung.
"Iya memang kamu tak ingin menjadi istri saya?.. tanya davin menghentikan kendaraannya ditepi jalan.
"Sa..saya !... ucapa nara terhenti karena davin menepelkan bibirnya dibibir nara, davin kembali mengeksplor bibir dan mulut nara.entah kenapa nara pun mulai menikmati ciuman davin itu hingga tak terasa tangan davin sudah membuka kemeja yang nara kenakan. davin sudah tak bisa menguasai gairah yang selama ini ia pendam. Namun davin pun melepaskan bibirnya ia menatap kearah depan lalu ia mengusap kasar wajahnya.
Davin menghela nafas panjang " Nara maaf kan aku,aku tidak bermaksud.. ucap davin membantu nara mengancingkan ..
"Hmm.coba saya ingin tahu tentang masa kecil kamu ?
"Saya tidak ingat pak, dari kecil saya hilang ingatan tuan, karena saya pernah terjatuh pak dan saya kena geger otak kata bapak saya begitu.
"Oh.." berati kamu memang allana nara, sebentar lagi akan terjawab".. gumam davin.
"Terjawab apa tuan? tanya nara.
__ADS_1
"Tidak.. nara, ucap davin
Setelah beberapa lama mereka pun sampai didepan sebuah rumah yang sederhana.nara pun turun dari mobil davin.
Sementara dua orang perempuan beda generasi nampak kasak kusuk melihat nara diantar mengenakan mobil oleh seorang pria tampan.
"Tuh..lihat putri kesayanganmu pak, sinara baru pulang, kata pemilik warung dia lari bersama laki-laki. dasar gadis sok suci, disuruh bekerja diwarung menemani minum para lelaki menolak eh... taunya dia kabur dan menginap sama lelaki apa itu namanya ?.. ujar bu yani
"Ya namanya melacur bu.. jawab pwrempuan muda itu.
"Kalian ini jangan berperasangka buruk dulu, kita tanya dulu kebenarannya pada nara ".. jawab lelaki tua itu.
"Assalamualaikum...pak..pak ".. ucap nara dari luar.
pintu pun dibuka oleh dua perempuan beda generasi itu.
"Rupanya kamu ingat pulang nara !.. dapat uang berapa kamu pulang jual diri ".. ucap bu lilis membuat davin geram nnamun ia berusaha menahan amarahnya.
"Bu..nara tidak seperti yang ibu katakan, nara kemarin ditolong sama tuan ini "...sanggah nara
"Ditolong sampai menginap !.. sampai dibelikan baju baru !.. ucap sinis bu yani
"Wah...baju kamu bagus banget nara, ini pasri harganya mahal. hebat kamu nara baru semalam jual diri kamu bisa dapat barang- barang mahal !.. ucap dini meraba baju yang dikenakan nara.
"Ehem...ehem.. davin berdehem membuat dua orang perempuan itu menatap davin.
"Ya tuhan... ganteng banget, hmmm... aku harus mendapatkan laki-laki ini,si nara saja yang jelek ditidurin semalam pulang pakai baju bagus,apalagi kalau jadi pacarnya bisa-bisa aku jadi ratu !!.. gumam dini dalam hati .
"Maaf anda siapa?.. tanya bu yani.
"Bapak memang kenal lelaki itu ?... tanya bu yani
"Bu, bikin minum untuk tamu agung kita cepat bu!.. ucap pak anto mempersilahkan davin duduk.
"Bu beliau ini yang punya proyek tempat bapak bekerja bu, beliau juga pemilik perusahan yang ada dikota bukan begitu tuan ".. ucap pak anto.
"Davin hanya tersenyum lalu duduk dikursi yang sederhana sambil menatap sekeliling rumah.
"Maaf tuan, rumahnya jelek dan kotor ".. ucap pak anto merendah.
"Tidak kok pak, yang penting nyaman untuk tempat tinggal.
"Suatu kehormatan tuan mau datang kegubuk saya!.. ucap pak anto
"Iya pak, sebelumnya saya minta maaf, saya membawa nara menginap ditempat saya menginap, karena kemarin nara hampir saja dilecehkan sama brandal- branal.
"Syukur tuan,nara baik- baik saja, saya cemas semalaman mengkhawatiekanya takut dia kenapa-kenapa"
"Semalam mau pulang, saya larang jadi nara saya suruh menginap, tapi bapak tidak usah khawatir kami tidak tidur bersama".. ucap davin
"Terima kasih banyak tuan sudah menjaga anak saya !.. ucap pak anto dan kefua pria beda generasi itu berbincang mengenai proyek.
"Wah..bu, dia itu ternyata bos besar, bu aku ingin jadi istrinya bu ! sudah ganteng kaya lagi ".. ucap dini memaksa ibunya.
__ADS_1
"Iya din, kalau dia jadi suami kamu, ibu juga ikutan kaya !.. tapi kelihatanya tuan itu menyukai sinara bodoh itu. "... ujar bu yani.
"Benar bu, lihat saja mata tuan itu menatap terus si gadis bodoh ".. ucap dini.
"Hmmm... tenang saja dini, kita buat tuan itu menjauh dari sinara !
"Tapi bagaimana caranya bu?... tanya dini.
"Kita kita bikin sinara terlihat bodoh didepan tuan besar itu ".. gimana ?...
"Iya bu setuju,ayo bu, kita dekati tuan besar itu.
"Maaf tuan, disini cuma ada teh dan kue sederhana".. ucap bu yani membawa napan berisi teh dan kue.dini pun berdiri didepan davin.mendorong nara.
"Nara !!.. cepat kamu cuci baju dan piring dibelakang !... perintah bu yani.
"Baik bu.. ucap nara.
"Tuan perkenalkan ini putri kami "dini" ucap bu yani mengusap pundak dini,dini pun menyidorkan tanganya.
Davin yang malas menanggapu bu yani dan dini ia terpaksa menjabat tangan dini namun matanya menatap kepergian nara kearah dapur.
"Maaf ya ruan merepotkan saja, nara memang suka cari perharian para lekaki tampan, dia suka pura-pura polos,padahal dia itu bandel tuan, kita suka malu sana kelakuanya ".. ujar bu yani menjelekan nara membuat pak anto kesal , namun pak anto tidak bisa berbuat apa-apa kakinya diinjak bu yani.
"Maaf pak,sebenarnya ada yang saya ingin bicara kan pada bapak dan ibu ?.. ucapa davin
"Ada apa ya tuan ?.. tanya pak anto gugup takut kalau dia dipecat.
"Begini,apa nara itu putri kandung bapak ?.. tanya davin.
"Maksud tuan davin apa saya tidak mengerti ".. ucap pak anto
"Begini pak, saya sedang mencari istri saya yang hilang 4 tahun yang lalu jatuh kesungai, sampai sekarang belum diketemukan , wajah istri saya itu mirip sekali dengan putri bapak.".. terang davin membuat pak anto dan bu yani terkejut.
"Jangan-jangan sibodoh itu istrinya yang hiang,aku tidak boleh membiarkan kebenaran ini terungkap kalau tidak aku tidak bisa mendekati tuan besar ini. ".. gumam dini dalam hati, ia pun memberikan isyarat pada ibunya, bu yani yang paham pun mengganguk.
"I..iya tu-tuan besar nara putri kami yang pertama ,iya kan pak !.. ucap bu yani menginjak kaki pak anto, pak anro pun hendak menjawab namun kakinya sakit diijak istrinya.
"Tapi bu, kok nara tidak ingat sama masa kecilnya ya ?.. ucap davin, karena dalam perjalanan ia menanyakan masa kecil nara namun nara tidak mengingatnya.
"Oh.. itu nara dulu, penah kecelakaan dan kepalanya mengalami geger otak tuan,jadi dia agak sedikit agak-agak kurang".. terang bu yani.
"Hmm...apa benar dia bukan nara,aku harus mencari tahu kebenaran ini." gumam davun dalam hati.
"Tuan besar kami tinggal dulu sebentar mau bantu nara dulu,tuan ditemani dini dulu ya ,din temani tuan besar ibu dan bapak kebelakang dulu.
Suami istri itu pun masuk kebelakang,lalu bu yani manarik lengan panto masuk kedalam kamar.
"Bu, kenapa ibu berjata bohong tentang masa lalu nara !.. ucap pak anto.
"Diam pak,awas kalau bapak berani bilang pada tuan davin kalau bapak menemukan nara disungai 4 tahun yang lalu." ucap bu yani.
"Tapi bu,siapa tahu nara itu istri dari tuan davin, kita akan berdosa kalau menutupinya, bapak akan jujur pada tuan davin sekarang
__ADS_1
"Berani bapak berkata jujur maka nara anak pungut itu akan aku celaka kan dan sebelum aku habisi akannku jual dia pada lelaki hidung belang " .. ancam bu yani membuat pak anto terduduk lemas ditempat tidurnya, dia binggung apa yang harus ia lakukan.