Perempuan Pemuasmu

Perempuan Pemuasmu
Bagai bumi dan langit


__ADS_3

Tatapan nara tertuju pada beberapa foto yang dipajang didinding ruang kerja davin.Nara tidak percaya pada semua yang ia lihat.


"Tidak mungkin ! tapi itu wajahku !.. ucap nara mendekati foto itu.


Ya, foto pernikahan allana dan davin,dan ada pula beberapa potret allana sedang mengandung.


"Ya tuhan apa ini istri tuan davin ?


"Berarti selama ini tuan davin mencintaiku karena aku sangat mirip istrinya "gumam nara duduk dikursi ruang kerja.


"Wajah kami sangat lah mirip, bahkan tak ada perbedaanya. tetapi istri tuan davin begitu cantik dan berkelas tidak seperti aku orang miskin, perbedaan diantara kami seperti bumi dan langit !.. ucapnya lirih.


Nara pun meninggalkan ruangan kerja davin ia melangkah menuju dapur modern milik davin.ia mulai berkutat dengan kompor dan penggorengan.


"Aku harus pura-pura tidak tahu, aku ingin tuan davin yang mengatakanya kalau isteinya mirip denganku !.. ucap nara sembari memasak.


Ketika nara sedang sibuk berkutat didapur davin pun masuk,ia mencium aroma wangi masakan.


Davin mendekati nara tanpa suara, lalu ian memeluk nara dari belakang dan menciumi belakang tengkuk nara.


"Sayang, wanginya harus sekali ! ucap davin menciumi tengkuk nara.


'Yang wangi itu aroma masakanku atau aroma tubuhku ?.. ucap nara.


"hmm..sekarang kau sudah pandai ya sayang?.. dua -duanya wangi sayang.


"Tuan jam segini kenapa sudah pulang?.. tanya nara.


"Kamu tidak suka aku pulang cepat ?.. ucap davin cemberut duduk dikursi meja makan.


"Bu-bukan begitu tuan,ini kan belum terlalu sore, setahu aku pulang jam kantor jam 5, ini baru jam 4 " terang nara.


"Aku sudah kangen pada mu sayang! ucap davin memeluk pinggang nara.


"Tuan lepaskan dulu, biar aku menyelesaikan masakanku dulu, tuan mending mandi dulu biar segar.. ucap nara tersenyum.


"Mandiin ya sayang !.. rengek davin seperti anak kecil.davin pun berdiri mematikan kompor dan menyeret nara kekamar mandi.


Davin pun membuka baju nara paksa, lalu menciumi tubuh nara.


"Tuan , tadi kan sudah !.. ucap nara malu


"Aku ingin selalu melakukanya sayang, ucap davin dengan nafasnya yang tersengal-sengal.


"Nanti malam saja yah, tanggung udah sore !.. bujuk nara.


"Hmm.tidak aku mau sekarang nanti juga mau" paksa davin.

__ADS_1


""Sekarang aku mandikan saja ya, tapi tidak begitu ucap nara tersipu malu.


"Tidak apa?.. tanya davin menatap nara.


"Ah..ayo sudah sore aku lapar tuan".. ucap nara.


"Baiklah..baiklah,aku mandi sendri,kamu sekesaikan pekerjaanmu.tapi janji nanti malam kita ..." ucap davin menaik turunkan alisnya,nara hanya tersenyum melihat davin ia pun meninggalkan davin mandi.


"Ya tuhan,aku tak bisa marah padanya, rasa cinta itu mengalahkan kemarahanku "


"Jika memang tuan davin mencintaiku karena aku mirip istrinya, berarti aku hanya perempuan pemuasnya seperti yang ibu katakan !.. tapi aku rela memang demikian, karena tuan sangat baik dan aku mencintainya ".. gumam nara merapihkan meja makan.


Setelah beberapa lama davin pun menghampiru nara, ia kelihatan fresh dan wangi.aroma tubuh davin pun membuat nara seolah terhipnotis.


"Ya tuhan wangi ini, aku seperti pernah menciumnya ! membuat aku merasa nyaman ".. gumam nara melamun.


"Hey.. sayang begong saja, kesambet setan tau rasa !ucap davin menvium pipi nara, membuat nara terkejut.


"Eh...itu anu tuan, saya hanya..."ucap nara ambigu.


"Ayo sayang kita makan,aku sudah lapar ".. ucap davin duduk dikursi meja makan.


Nara pun melanyani davin, mereka bedua pun makan,selesai makan davin pun menyelesaikan pekerjaanya yang tertunda diruang belajar,sementara nara merapihkan meja makan dan merapihkan piring-piring ,lepas itu nara pun mandi.


Selesai mandi nara pun duduk didepan televisi untuk menonton acara favoritnya.namun davin masih bekutat dengan laptopnya.


"Nonton apa sayang, kelihatanya seru banget?.. tanya davin merangkul nara daei belakang.


"Eh..tuan sudah selesai ?.. tanya nara.


"Sudah !.. ucap davin.


Nara dan davin pun menonron tanyangan film ditelevisi, keduanya asik sampai larut dan nara pun tertidur dipelukan davin.


"Hmmm... tidurlah sayang, kalau kau tertidur seperti ini kau terlihat tenang !.. ucap davin mengelus rambut nara.


Davin pun mengendong nara kekamarnya, dengan perlahan davin menidurkan nara ditempat tidur.


"Sebentar lagi,sayang jatu dirimu akan terungkap, bersabarlah sayang !.. ucap davin menyelimuti tubuh nara.


Lalu davin pun ikut berbaring disebelah tubuh nara yang terlelap pulas.


Sampai pagi menjelang davin masih tertidur memeluk nara.nara yang mersa tubuhnya tidak bisa bergerak karena beban tubuh davin membuatnya sulit bangun.


Dengan perlahan dia melepaskan pelukan davin lalu ia bangun dan melangkah kekamar mandi.


Selesai mandi davin masih terlelap dengan mimpinya.nara pun tak berani membangunkan davin, ia melangkah pelan menuju dapur untuk membuat sarapan pagi.

__ADS_1


"Sayang..!suara serak davin memanggil nara.


"Iya.aku ada didapur ".. teriak nara.davin pu terbangun lalu berjalan menuju dapur.


"Sayang kenapa tak membangunkanku,hari ini aku ada penting dan garus mebemui alvin !.. ucap davin mengaruk-garuk ramburnya.


"Tuan tadi tertidur pulas,aku tak tega membangunkan tuan ".. jawab nara.


"Hmm...ya sudah aku mandi dulu".. ucap davin berjalan menuju kamar mandi.davin pun menyekesaikan ritual mandinya dengan segera,lalu ia menghampiri nara.


"Tuan ayo sarapan dulu".. ucap nara


"Sayang aku tak sempat sarapan sudah telat ".. ucap davin nerapihkan dasinya.


"Kalau begitu minum jus saja sana roti isi ya?.. ucap nara memberikan segelas orange jus dan sandwich.


Davin pun meminum jusnya sampai habis lalu memakan rotinya sambil berjalan kearah pinru.nara hanya tersenyum menatap davin, namun davin kembali lagi kedalam.


"Tuan ada yang ketinggalan".. tanya nara.


Bukan menjawab pertanyaan nara,davin hanya mengecup bibir nara"Aku pergi dulu sayang jangan kemana-mana".. ucap davin setengah berlari keluar membuat nara tersipu malu.


"Hmmm..tuan bagaimana aku bisa marah padamu, kau begitu perhatian dan romantis !.. ucap nara merapihkan semua yang ada dimeja makan.


Hari pun sudah mulai sore, nara hanya nonton tekevisi, membaca berita tidur. membuat dia mersa bosan.


Davin pun sepetinya sibuk dikantor, davin tak mengabaei nara membuat nara semakin bosan didalam apartemen sendrian,ia pun berpikir untuk keluar sebentar.


"Hmm,semua pekerjaan sudah beres, tinggal apa lagi ya,aku bosan lama-lama didalam.


"Ah iya aku berjalan-jalan sore saja ketaman sekitar apartemen, tuan juga tak akan marah ".. gumam nara, keluar dari apartemen meinggalkan ponselnya diatas nakas.


"Sore itu nampak cuacanya nampak cerah, nara yang begitu senang menghirup udara sore ia berkeliling ditaman dan ia pun duduk dikursi taman menghapa anak- anak yang sedang bermain perosotan dan ayunan.


"Hati nara tiba-tiba merasakan kerinduan dan kesedihan pada sosok anak kecil, bulir beningnya melaju dipipi nara.


"ih.. kenapa aku nenangis, dan kenapa aku seolah rindu pada anak kecil !.. gumam nara binggung.


Nara pun berjalan menyusuri kawasan apartemen, namun langkah nar menuju keluar apartemen dan akhirnya tanpa sadar nara pun Sudah berada dipinggir jalan yang tak tau itu dimana.


Nara mulai panik, ia berjalan kesana kemari mengingat arah jalan pulang keapartemen.nara mencoba menanyakan aeah apartemen davin, namun jawaban dari beberapa orang menanyakan nama apartemen davin.


Nara pun semakin binggung dibuatnya karena ia tak tahu nama apartemen davin, nara pun putus asa ia menangis dipinggir jalan tak tau arah jalan pulang.


Namun tiba-tiba sebuah mobil mewah mendekati nara,mobil itu berhenti dan pemiliknta keluar dari dalam mobil itu.


Bersambung..

__ADS_1


__ADS_2