Perempuan Pemuasmu

Perempuan Pemuasmu
Suntikan energi


__ADS_3

Masih keadaan mengungkuk nara, davin terus melanjutkan aksinya ,seolah seperti orang kehausan davin tak bisa mengendalikan hasratnya.


Davin membuka handuk tidur yang dikenakan nara, kini tubuh nara polos seperti bayi baru lahir.


Nara yang merasa malu tubuhnya ditatap oleh davin yang seakan ingin menelanya berusaha menutupi tubuhnya dengan kedua tangannya.


"Hmm..sempurna, tubuh yang sama !.. gumam davin tersenyum


"Sayang tidak usah malu,aku sangat menyukainya, begitu indah !.. ucap davin.


Davin pun mengabsen setiap inci tubuh nara, dengan memberikan cap kepemilikan warna merahnya diseluruh tubuh nara.


Setelah puas mengabsen tubuh nara, kini davin menenggelamkan wajahnya di kedua gundukan kembar milik nara.


tangan davin terampil memainkanya, bibirnya tak ia lepaskan dari bibir nara.lalu davin pun mengisapnya seperti bayi kehausan davin begitu lahap membuat nara meringis.


"Tuan pelan-pelan !.. ucap nara.


Namun bukannya mendengarkan nara, davin malah semakin kencang ia meremasnya.


Tangan davin pun mulai merambat kearah bawah,davin memainkan area itu dengan jarinya.erangan pun terdengar dari mulut nara yang membuat davin semakin lincah memainkanya.


Kini davin pun melepas semua pakaianya, untuk pertama kalinya nara melihat davin tak mengenakan pakaian sedikit pun membuatnya malu.


"Tak usah malu sayang ! Kamu akan terbiasa melihat ini ucap davin.


"Davin pun mulai memasukan pusakanya kegoa milik nara, percobaan pertama sedikt susah,davin pun mencobanya kembali dan yang kedua kalinya pusaka davin tenggelam sempurna digoa milik nara.


Nara sedikit menjerit kesakitan, karena ia baru merasakan hal ini.


"Sakit tuan, pelan-pelan !.. ucap nara mencengkram punggug davin.


"Sakitnya sebentar sayang, karena kamu belum terbiasa, makanya harus sering sayang".. ucap davin memompa pusakanya perlahan lahan.


Terdengar suara erangan dan leguhan dari mulut nara, membuat davin semakin cepat memompa area itu.


"Sayang ayo keluarkan lagi sama sama ucap davin.dan davin pun memompanya semakin kecang sehingga nara menjerit diikuti oleh semburan kerahim nara.


Kini dua-duanya lemas tak berdaya,davin yang masih enggan turun dari tubuh nara , membuat nara kehabisan oksigen, davin pun tertawa lalu menjatuhkan dirinya disamping nara.


"Sayang kamu hebat, terima kasih " ucap davin mencium bibir nara.


Keduanya kini tertidur pulas, davin yang seolah takut kehilangan nara,ia tak melepaskan rangkulannya dari tubuh nara.


Setelah mereka tertidur cukup lama davin pun terbangun, ia teringat kalau nara belum makan sesuatu pun.

__ADS_1


Davin terbangun dan melihat nara menatap dirinya.


"Ada apa sayang? kenapa menatapku seperti itu ?.. tanya davin mengelus wajah nara.


"Tuan apa setelah ini tuan akan meninggalkanku ?.. tanya nara polos.


"Siapa yang bilang ?..


"Ibu ku bilang tuan hanya mengiginkan tubuhku saja !.. jawab nara lirih ada raut ketakutan diwajah nara.


"Tidak..tidak akan pernah aku meninggalkanmu !.. ingat apapun yang terjadi aku akan selalu bersamamu !.. ucap davin.


"Sekalipun istri tuan kembali !


"Hey..darimana kau punya pikiran seperti itu?.. apa aku terlihat hanya ingin menidurimu ?.. tanya davin bangun dari tempat tidur.


"Aku mencintaimu ! mengerti ?


Nara pun hanya duduk ditempat tidur berbalut selimbut, hatinya ingin menangis karena kejadian yang baru saja ia alami.ia merasa menyesal telah memberikan harta paling berharganya pada laki-laki yang sangat ia cintai.nara takut kalau ucapan ibu dan adiknya benar ,davin hanya ingin menidurinya setelah itu nara dibuang.


"Dengar sayang, buang jauh-jauh pikiran aneh itu dari kepalamu,aku akan selalu mencintaimu nara ".. ucap davin mengecup nara.


"Sekarang kita mandi dulu,setelah itu kamu makan dulu,aku juga haeus kekantor ya sayang" ucap davin menggendong tubuh nara kekamar mandi.


Mereka pun mandi bersama,davin berusaha membuat nara tersenyum kembali.


"Sayang, nanti sore aku kembali, nanti malam aku tidur disini dan ingat jangan buka pintu untuk siapa pun.


"Aku sudah memesan kebutuhan makanan secara online.dan kalau kamu ingin makanan lain atau butuh sesuatu hubungi aku saja , mengerti !.. terang davin.


"Tapi tuan ponsel yang kemarin tuan berikan diambil dini!..ucap nara merasa bersalah.


"Sudah lupakan,aku sudah memesan kembali ponsel untukmu,sebentar lagi sampai !.. ucap davin.


"Memangnya bisa tuan membeli ponsel kita kita harus datang ketoko ?.. tanya nara penasaran.


"Tidak perlu ketoko sayang,sekarang sudah canggih bisa belanja dari rumah !.. terang davin.


"Nah tuh.. makanan kamu datang".. ucap davin melangkah keruang tamu untuk membuka pintu.


Davin pun membawa semua belanjaanya kedapur.


"Sayang bantu aku, membawa barang-barang ini kedapur " ucap davin berteriak, nara pun menghampiri davin dan merapihkan semua bahan makanan kedalam lemari es.


Setelah selesai merapihkan semua belanjaan kini nara makan.

__ADS_1


Cara makan nara sama persis apa yang biasa allana lakukan.membuat davin berkaca-kaca terharu melihat itu semua.


"Nara, sebentar lagi jati dirimu terungkap,dan kita akan tinggal bersama -sama putra kita".. gunam davin dalam hati menatap nara.


"Sayang sepertinya aku harus kekantor sekarang, ingat jangan buka pintu untuk siapa pun dan jangan keluar dari apartemen,ini ponselmu sudah aktif kalau ada apa-apa hubungi aku !.. kau masih ingatkan apa yang aku ajarkan.! ucap davin mengecup kening nara.


"Nara pun menyudahi makannya lalu mengantarkan davin sampai kedepan pintu.nara pun buru-buru masuk lagi kedalam apartemen.


Davin pun melaju bersama kendaraanya keperusahan miliknya yang jaraknya tidak jauh dari apartemen.


Setelah beberapa saat davin pun tiba diperusahan miliknya.ia memarkirkan mobilnya lalu ia turun dari mobil memasuki lift yang khusus untuk dirinya.


Davin pun sampai dilantai 5 ia keluar dari lift.seperti biasa penampilannya membuat para karyawan wanita selalu terpesona padanya.mereka seolah-olah melihat artis yang sedang berjalan diperusahan itu.


Davin pun masuk keruangannya, lalu ia menghubungi seketarisnya untuk menyuruh dani keruanganya.


Tidak menunggu lama dani pun sudah berdiri dihadapan davin.


"Gimana dan,semuanya aman?.. tanya davin.


"Aman bos,semua beres tak ada problem.".. jawab dani.


"Bagus,siang ini ada agenda apa saja dan ?..tanya davin fokus pada laptopnya.


"Wah..si bos ini semangat sekali hari ini ! apa jangan-jangan sudah dapat suntikan energi !.. ucap dani.


"Ih..lu ini, ga ada suntikan-suntikan energi !.. ucap davin ambigu.


"Hmm..berusaha ngelak, makanya ngaca bos, tuh dilehermu ada capnya " tunjuk dani tertawa.


"Apa sih, udah-udah fokus kerja".. jawab davin menyembunyikan rasa malunya.ia tersenyum teringat nara menggigit lehernya karena kesakitan.


"Dan, gimana kau sudah serahkan sample putraku dan sample nara pada dokter. ?.. tanya davin mengalihkan topik pembicaraan.


"Siap bos, tadi saya sudah menyerahkanya pada dokter aldi".. ucap dani.


"Bagus dan,aku sudah tak sabar ingin mengungkap kebenaran ini. !.. ucap davin.


"Aku pun tak sabar ingin mobil sport baru bos !.. ucap dani, davin hanya melempar kertas kearah dani.membuat dani tertawa.


Sementara diapartemen nara sudah diserang rasa bosan, ia melihat-lihat semua benda yang ada diapartemen davin termasuk ruang kerja davin yang semenjak ia datang ruangan itu tak dibuka oleh davin.


Nara penasaran dengan isi ruang kerja davin itu, perlahan ia membuka gagang pintunya, ruangan itu gelap tanda tak pernah didatangi oleh pemiliknya .


Nara menyalakan lampu diruang kerja itu,dan lampu pun menyala dengan terang ,namun mata nara terkejut dengan apa yang ia lihat, nara nenutup mulutnya dengan tangan seolah tak percaya.

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2