
Arya hari ini berangkat ke restoran setelah libur tiga hari, meskipun Arya libur namun restorannya tetap di buka oleh Anton karyawannya yang dia percayai saat dia tidak ada di restoran. Selama ini Anton selalu jujur bahkan Anton juga bisa di andalkan dalam menyelesaikan beberapa hal jika restoran sedang ada dalam masalah.
Sesampainya di restoran Arya langsung masuk ke ruangannya, Arya merasa kehilangan separuh jiwanya setelah Siti dan Hanan pergi dari hidupnya. Namun Arya masih dapat melepaskan rindu dengan sang putra dengan cara melakukan video call. Siti tidak pernah melarangnya untuk terus berhubungan dengan Hanan, ada rasa rindu masuk ke dalam hatinya, dia rindu semua momen bersama dengan sang putra dan juga Siti namun sekarang nasi sudah menjadi bubur semua terjadi karena kesalahannya. Saat Arya sedang mengenang momen bersama sang anak dan mantan istrinya tiba-tiba terdengar keributan dari dapur. Arya pun langsung menuju sumber keributan tersebut, sesampainya di sana dia melihat jika sang istri sedang memarahi semua karyawannya entah apa yang membuatnya marah, saat seperti ini Arya ingat dengan mantan istrinya Siti, dia tidak pernah marah-marah bahkan saat karyawannya melakukan kesalahan, Siti selalu menegur mereka dengan cara yang halus sehingga tidak membuat karyawannya merasa kecil hati dan juga mereka betah untuk bekerja di restoran miliknya, sungguh berbanding terbalik dengan apa yang di lakukan Lilis saat ini.
"Apa yang sebenarnya terjadi? Lilis, kamu ngapain di sini? terus di mana Zia sekarang?" Arya memberondong Lilis dengan banyak pertanyaan.
"Karyawan mas ini gak tau sopan santun, sudah tau saya masuk ke sini tapi tidak satupun dari mereka yang menyapa aku, padahal kan aku ini istrimu, mereka sibuk dengan pekerjaan mereka sendiri. Aku bete jadinya" jawab Siti sambil bergelayut manja di lengan Arya, sementara Arya langsung melepaskan tangan Lilis dia malu sama karyawannya.
"Sekarangkan memang waktunya mereka sibuk bekerja jadi mana sempat mereka menegur mu, sekarang aku tanya ngapain kamu di sini dan di mana Zia?"
"Zia tadi aku titipkan sama ibu, aku ke sini ingin menemani kamu." Arya berusaha bersabar menghadapi Lilis.
"Sekarang kalian bisa lanjutkan pekerjaan kalian yang tertunda tadi, mohon maaf jika istri saya sudah membuat pekerjaan kalian terganggu. Sekarang kamu ikut aku ke ruangan kerja ku" ajak Arya kepada istrinya.
__ADS_1
Para karyawan langsung membubarkan diri dan melanjutkan pekerjaan yang tertunda akibat ulah Lilis tadi meskipun di hati mereka masih kesal dengan kelakuan Lilis yang begitu bar-bar.
Setelah sampai di ruangannya Arya langsung berkata pada Lilis.
"Untuk apa kamu ke sini? lebih baik kamu di rumah aja ngurus Zia, di sini biar aku saja. Kamu jika selalu membuat keributan seperti tadi bisa-bisa mereka mengundurkan diri dari restoran ini, jika mereka semua mengundurkan diri siapa yang mau memasak makanan untuk pelanggan." suara Arya naik beberapa oktaf, Arya begitu kesal dengan tingkah Lilis tadi yang berlaku semena-mena kepada karyawannya.
"Mereka tidak akan pergi dari sini mas, jika mereka pergi mereka akan menjadi pengangguran. Santai aja kali mas" ucap Lilis yang membuat Arya bertambah geram.
"Asal kamu tau ya, mereka juga manusia yang punya hati, jika kamu selalu berlaku sesuka hati mu tentu akan membuat mereka tidak betah lagi kerja di sini dan kemungkinan mereka ingin keluar dari sini bisa saja terjadi. Belajar lah seperti Siti, dia tidak pernah memarahi karyawan seperti yang kamu lakukan tadi, jika ada karyawan yang berbuat kesalahan mak Siti akan menegurnya secara halus, oleh sebab itulah mereka selalu menghormati Siti dan bekerja dengan baik. Kamu ngerti yang aku katakan tadi?"
"Mas, aku ini bukan Siti mantan istri kamu yang bodoh itu, aku akan menjadi diri ku sendiri dan melakukan apa yang aku mau"
"Ingat jangan pernah kamu mengatakan jika Siti perempuan yang bodoh, di sini aku lah yang bodoh karena mau menikahi mu. Aku tau malam itu kamu memberiku obat perangsang yang telah kamu campurkan ke dalam minuman ku, jangan kira jika aku akan diam saja aku sudah menyuruh orang untuk menyelidikinya. Sekarang kamu adalah istriku jadi kamu harus nurut apa kata ku, ini demi kebaikan kita. Jika kamu membuat ulah bisa-bisa restoran ini tutup karena ulah mu dan kalau sudah tutup kita mau makan apa karena, hanya restoran inilah penghasilan ku sekarang. Camkan itu" ucap Arya dengan penuh emosi dan meninggalkan Lilis sendiri di ruangannya.
__ADS_1
Arya pergi ke taman untuk menenangkan pikirannya, dia tidak mau jika dia terus berdebat dengan Lilis maka tak kan ada habisnya Arya juga tidak mau gagal lagi menjadi suami. Namun sepertinya mendidik Lilis untuk menjadi istri yang baik akan sulit karena Lilis tipe wanita yang keras kepala.
Lilis diam mematung mendengar ucapan Arya, Lilis sungguh tidak menyangka jika penghasilan Arya hanya bergantung dengan restoran yang ia kelola saat ini. Lilis memang mencintai Arya namun Lilis lebih mencintai apa yang Arya miliki. Lilis tahu selama ini Arya adalah orang kaya di tempatnya tinggal karena, Arya memiliki beberapa kontrakan dan sawah, sungguh hal ini membuat Lilis begitu syok Lilis tidak mau jatuh miskin.
" Mas iya, baru juga menjadi nyonya eh udah jadi babu lagi apa kata orang-orang nanti, gak, aku harus memikirkan bagaimana caranya agar aku bisa mendapatkan rumah kontrakan dan juga sawah milik mas Arya dari Siti. Apa kata teman-teman baru ku nanti yang notabenenya orang kaya semua" ucap Lilis di dalam hatinya.
Ya, sekarang Lilis sudah mulai mengikuti teman-teman sosialitanya yang ia kenal melalui facebook. Mereka selalu menunjukan apa saja yang mereka miliki dan Lilis juga berusaha memilikinya agar tidak ada yang mengatakannya miskin lagi meskipun dengan cara mencurangi Arya.
Namun sekarang yang harus Lilis lakukan adalah menuruti apa yang Arya minta, yaitu agar dia tetap di rumah dan menjaga anaknya Zia, Lilis harus menjadi istri yang baik untuk Arya dan untuk masalah Siti nanti dia pikirkan lagi. Lilis tidak mau jika Arya membencinya dan berujung ia di tendang dari rumah Arya. Lilis harus bisa mengumpulkan harta benda milik Arya untuknya dan juga anaknya. Lilis tau jika apa yang akan dia lakukan adalah salah, namun sekarang nafsu untuk tetap menjadi orang kaya sudah menguasainya.
Inilah yang terjadi jika seorang anak adam di kuasai nafsu maka dia tidak akan memikirkan apa yang ia lakukan benar atau salah, tidak memikirkan lagi sumber penghasilan yang ia dapat halal ataupun haram yang terpenting apa yang mereka inginkan tercapai.
Apa yang akan Lilis lakukan selanjutnya ? Dan apakah Siti akan terpengaruh dengan cara yang Lilis lakukan? jangan lupa untuk terus mengikuti kisahnya ya.
__ADS_1
mohon maaf jika masih banyak kesalahan dalam penulisannya, author siap menerima saran dan kritikan dari pembaca semua. Namun mohon untuk jangan di hujat ya.
Dan jangan bosan-bosan untuk terus membaca kisahnya.🥰🥰🥰