Pergilah Mas

Pergilah Mas
Bab 15


__ADS_3

Minggu depan Lilis berniat untuk ikut arisan bersama teman-teman sosialitanya, sebenarnya ini adalah ajang pamer kekayaan yang berkedok arisan.


Sebelumnya Lilis meminta Arya untuk membelikannya perhiasan dan Arya menuruti keinginan Lilis tersebut.


Arya bukannya bodoh namun dia tidak ingin ribut dengan Lilis karena Lilis memintanya tanpa tau situasi dan kondisi Arya, bahkan Lilis pernah memintanya di depan para karyawannya dari pada malu akhirnya Arya mengajak Lilis untuk membelinya.


Awalnya Lilis memilih perhiasan dengan harga yang begitu mahal namun di tolak mentah-mentah oleh Arya, sebenarnya Arya bukanlah tipe suami yang pelit bahkan ketika bersama Siti dulu Arya selalu membelikannya perhiasan meskipun Siti tidak pernah memintanya itulah yang membuat Arya senang, Siti tau kondisi keuangan Arya, jika dia mau maka Arya pasti akan menurutinya karena Arya adalah orang kaya, semua harta warisan orang tuanya jatuh ke tangan Arya sebab Arya adalah anak tunggal namun Siti lebih memilih untuk menabung saja. Ketika mereka bercerai dulu Siti mengembalikan semua perhiasan yang di beri kepada Arya karena Siti merasa itu bukanlah miliknya. Namun Arya menolak dia membelikan semua itu memang untuk Siti dan Arya pun memaksa Siti untuk membawa semua perhiasan yang telah di belinya.


Sekarang istrinya adalah Lilis Arya berusaha untuk mendidik Lilis agar tidak boros dan tidak usah ikut acara arisan tersebut tapi Lilis menolak permintaan Arya.


...****************...


Hari yang di nanti Lilis pun tiba dia akan memarkan perhiasan yang di beli Arya kemarin yang berupa kalung, gelang dan juga cincin Lilis yakin jika mereka semua melihatnya tentu akan iri. Tanpa Lilis ketahui jika teman arisannya adalah para buronan polisi karena telah sering melakukan penipuan dengan mengatas namakan arisan.


Ketika sampai di lokasi yang di tuju Lilis pun langsung memasuki tempat tersebut yang merupakan sebuah kafe. Lilis melihat Anya, Mira dan juga Nike sudah ada di sana.


"Hai gaes, sudah lama kalian di sini?" tanya Lilis sambil tangannya sibuk menggaruk lehernya yang tidak gatal tapi bertujuan agar mereka melihat kalung barunya dan juga menggoyang-menggoyangkan tangannya karena ada gelang dan cincin yang berkilau.


Maklum OKB( orang kaya baru) jadi biarkan dia untuk menyenangkan hatinya dengan cara memamerkan semua yang melekat pada dirinya.


Mereka yang melihatnya hanya saling lirik dan tersenyum, mereka mendapatkan mangsa baru untuk di kelabui.


"Wah bagus banget perhiasan kamu Lis" ucap Anya dan Lilis merasa bangga di puji seperti itu.


"Iya dong, aku kan orang kaya jadi mau beli apa aja kan bisa tanpa harus susah-susah mengumpulkan uangnya hingga berkarat" Lilis berkata sambil tertawa.


Nike dan Mira melirik Lilis dengan malas mereka sudah tau siapa Lilis sebenarnya, yang kaya itu suaminya bukan Lilis nya namun karena untuk melancarkan aksinya mereka harus tampak ramah kepada Lilis.


Di dalam hati Mira dia berharap agar Lilis mau memberi perhiasannya kepada mereka saat ini juga agar mereka bisa pergi secepatnya karena, mereka sudah malas melihat Lilis yang sombong tapi tidak sadar jika dirinya itu bodoh.

__ADS_1


"Kalau kamu mau kita bisa bantu kamu untuk investasi perhiasan kamu yang nantinya akan menghasilkan dua kali lipat gimana?" tanya Mira.


"Gak ah, nanti suami ku marah" ucap Lilis namun terlihat jika dia ingin menginvestasikan perhiasannya.


Nike yang melihat jika Lilis ragu langsung berkata


"Kamu gak usah takut sama suami kamu, nanti kalau hasil investasi kamu sudah banyak kamu bisa memberikannya sebagai hadiah untuk suami mu, rugi loh kalau gak ikut aku aja udah lama ikut investasi dan hasilnya kamu lihat aku sekarang yang selalu cetar membahana dengan selalu memakai baju dan juga tas branded di tambah lagi aku selalu bergantian memakai perhiasan ku, itu aku dapat dari hasil investasi" ucap Nike yang berusaha meyakinkan Lilis.


Lilis pun langsung melihat apa yang di pakai Nike dan dia ingin memilikinya juga. Tanpa Lilis ketahui jika yang di pakai oleh Nike cara untuk menggaet mangsanya agar mereka percaya.


"Baik lah aku akan menginvestasikan perhiasan ku ini agar hasilnya bisa menjadi dua kali lipat dan aku bisa membuat suami ku bangga kepada ku" ucap Lilis sambil melepaskan semua perhiasannya satu per satu.


"Kamu bukannya membuat suami mu bangga namun kamu akan membuatnya murka" ucap Anya di dalam hatinya.


Dia senang karena Lilis sudah percaya dengan mereka bahkan tanpa memerlukan waktu yang lama untuk membuatnya percaya. Setelah ini mereka akan mengambil barang-barang mereka di sebuah kontrakan dan mereka tentunya akan membawa kabur perhiasan Lilis.


Setelah mendapat perhiasan Lilis yang di pegang oleh Anya mereka langsung memesankan makanan dengan Anya yang mentraktir semuanya. Jika Lilis berpikir bahwa teman barunya begitu baik dengan cara mentraktirnya maka berbeda lagi dengan Nike, Anya dan juga Mira mereka mentraktir mangsanya bertujuan untuk merayakan keberhasilan mereka karena sudah membuat mangsa mereka percaya.


Di dalam taksi dia berpikir apa yang harus dia katakan kepada Arya seandainya dia menanyakan perhiasan tersebut, Lilis bingung apa dia harus jujur atau harus membohongi Arya karena, jika dia jujur maka ketika hasil investasinya menjadi dua kali lipat maka tidak menjadi kejutan untuk Arya namun jika dia bohong alasan apa yang harus dia berikan nantinya. Sungguh Lilis benar-benar di lema karena ulahnya sendiri.


Sesampainya Lilis di rumah dia melihat mobil Arya sudah ada di dalam garasi setelah membayar ongkos taksi Lilis pun langsung masuk ke dalam rumah karen tidak biasanya Arya pulang secepat ini hal ini tentunya membuat Lilis menjadi bertanya-tanya.


Saat masuk ke dalam rumah Lilis melihat Arya sudah duduk di sofa dan ada juga koper di dekatnya, hal ini tentunya membuat Lilis semakin bingung karena setahu Lilis jika Arya tidak memiliki pekerjaan lain selain di restoran miliknya.


"Mas, tumben jam segini sudah pulang? terus itu koper buat apa mas? apa mas mau mengajak aku liburan?" tanya Lilis dengan tidak sabarnya apa lagi dia deg-degan dengan pertanyaannya yang terakhir jika benar Arya ingin membawanya Liburan maka Lilis sungguh berbunga-bunga rasanya.


"Kamu dari mana? tanya Arya dengan dingin dan juga ketus hal ini membuat nyali Lilis menciut dan pikiran untuk liburan hilang seketika.


"Aku tadi ketemu sama teman aku mas" jawab Lilis setelah dia duduk di samping Arya.

__ADS_1


"Apa kamu bertemu teman arisan yang kamu katakan itu? tanya Arya masih dengan nada yang ketus.


"I-iya mas, aku habis ketemu mereka. Namun kamu tenang saja mas jika nanti mereka akan membuat kita bertambah kay karena aku tadi sudah menginvestasikan perhiasan yang kamu beli kemarin agar bisa menjadi dua kali lipat" ucap Lilis, dia percaya jika Arya akan senang setelah mendengar ini.


Namun yang terjadi adalah kebalikannya sekarang emosi di dada Arya bertambah setelah mendengar penuturan Lilis.


"Apa ini mereka teman yang kamu sebutkan sebagai teman arisan mu? tanya Arya sambil memperlihatkan foto tiga orang wanita, Lilis yang melihatnya menganggukkan kepalanya dia bingung dari mana Arya mendapatkan foto Anya dan juga temannya.


Arya tadi mendapatkan pesan jika istrinya sedang bersama buronan polisi yang berkedok arisan dan sudah memakan banyak korban, bahkan sang pengirim pun melampirkan foto ketika Lilis melepaskan perhiasannya. Hal ini sungguh membuat Arya geram kenap Lilis begitu bodoh hingga mudah tertipu oleh orang, sungguh dia menyesal karena menikahinya dan tidak bisa mendidik sang istri.


"Asal kamu tau Lis jika mereka adalah buronan polisi karena telah banyak menipu orang-orang di dengan mengatas nama kan arisan. Dan kamu salah satu dari korban tersebut. Kenapa kamu begitu mudah tertipu sama mereka yang baru kamu kenal? argh... Sekarang aku minta kamu pergi dari rumah ku sekarang Lis, aku tidak mau jika nantinya kamu membuat ulah lagi, sekarang pergilah" ucap Arya berusaha untuk tenang.


Lilis shock mendengar Arya mengatakan jika teman barunya adalah buronan dan dia tertipu, Lilis kembali berpikir kenapa dia begitu bodohnya hanya karena ingin terlihat sebagai orang kaya dia melepaskan perhiasan pembelian Arya dengan mudahnya.


Dan Lilis bertambah Shock ketika Arya menyuruhnya untuk pergi sungguh Lilis bingung.


"Mas meminta ku untuk pergi, baik lah aku akan pergi ke rumah bapak tapi saat kamu sudah tenang kamu jemput aku di rumah bapak ya mas, maaf aku salah" ucap Lilis sambil menunduk sebenarnya Lilis tidak mau pergi namun dia harus memberi ruang kepada Arya untuk menenangkan dirinya akibat dari kesalahan yang dia perbuat.


"Aku tidak akan menjemput mu di rumah bapak, aku mengembalikan mu kepada bapak karena, aku sudah tidak sanggup lagi mendidik mu. Sekarang aku talak kamu dengan talak tiga" ucap Arya sambil menunduk, Arya sebenarnya tidak mau melakukan ini namun dia benar-benar sudah tidak sanggu lagi menjalani rumah tangganya bersama Lilis.


"Enggak mas, kamu gak boleh menceraikan aku jika kamu menceraikan aku maka aku akan kembali miskin, aku gak mau hidup miskin" Arya yang mendengar ucapan Lilis begitu terkejut sungguh dia tidak menyangka jika tujuan Lilis yang sebenarnya adalah untuk menjadi kaya dengan cara menjebak Arya. Lilis yang sadar akan ucapannya menutup mulutnya di depan Arya sambil menggelengkan kepalanya Lilis sungguh mencintai Arya, tapi dia tidak sadar apa yang telah dia ucapkan tadi membuat Arya terluka karena Lilis lebih mencintai hartanya.


"Sekarang pergilah dari sini" ucap Arya sambil menyeret Lilis keluar dari rumahnya.


Para tetangga yang melihatnya ada yang merasa kasihan ada juga yang senang karena selama ini Lilis terkenal sombong di tambah lagi kabar tentang investasi bodong yang d ikuti oleh Lilis merugikan Arya membuat para ibu-ibu yang membencinya setuju jika Arya berpisah dengan Lilis.


Setelah menyeret Lilis dan juga kopernya Arya pun kembali masuk ke rumahnya dia tidak peduli lagi dengan pandangan tetangga. Lilis yang melihat banyak mata yang memandangnya dengan sinis hanya bisa menunduk sembari menarik kopernya menjauh dari tempat tinggal Arya.


Sementara orang yang mengirimkan pesan kepada Arya tadi melihat semua yang terjadi. Bukan maksudnya untuk menghancurkan rumah tangga Arya namun dia hanya ingin menyelamatkan harta Arya dari para penipu tersebut.

__ADS_1


**Memberi nafkah kepada istri memang kewajiban suami namun memberi pendidikan kepada istri juga kewajiban suami. Bukannya meninggalkan istri ketika dia jatuh ke dalam lobang yang dia gali sendiri, seharusnya kamu mengulurkan tangan mu untuk membantu dia keluar dari lobang tersebut, memberi pelukan dan juga menjadikan ini sebagai sebuah pelajaran.


mohon untuk terus mendukung karya ku🥰🥰🥰**


__ADS_2