Pergilah Mas

Pergilah Mas
Bab 22


__ADS_3

Setelah mengantarkan Lilis pulang dengan menaiki motornya, Riko kembali melajukan motornya menuju rumah. Riko memang selalu pulang dini hari karena ini sesuai dengan pekerjaannya sebagai seorang bartender mau tidak mau harus dilakukannya.


Setelah Riko pergi Lilis mengetuk pintu rumah mbak Ani tetangga yang selama ini mengasuh anaknya ketika dia pergi bekerja.


"Mbak Ani, ini saya Lilis."


setelah itu terdengar suara pintu di buka


"Baru pulang kamu Lis? Ini Zia Lis, seharian ini nangis terus mungkin dia kangen kamu." ucap mbak Ani sambil menyerahkan Zia ya g ada di dalam gendongannya kepada Lilis.


"Mungkin Zia memang sudah kangen sama aku mbak, soalnya kan aku bisa dikatakan bertemu Zia hanya saat dia tidur saja, jadi dia merasa kehilangan" Lilis menatap wajah anaknya yang sedang tertidur pulas.


Lilis memang selalu pergi ketika Zia masih tidur dan akan pulang ketika Zia sedang tidur seperti sekarang ini. Terkadang dia merasa bersalah tapi mau bagaimana lagi inilah kehidupan semua orang harus berjuang untuk bertahan.


Setelah itu Lilis pamit kepada mbak Ani dan membawa Zia ke dalam rumah kontrakannya yang berada di samping rumah mbak Ani.


Lilis terus memandangi wajah sang putri yang baru berusia tiga tahun tapi harus merasakan penderitaan.


Lilis masih menyimpan dendam kepada Arya, dia tidak terima Arya menceraikannya walaupun dia sadar letak kesalahan ada pada dirinya.


Lilis sebenarnya lelah dengan kehidupan yang dia jalani sekarang tidak ada tempat untuk mengadu dan bersandar, orang tua yang dia sayang tidak mau menerimanya kembali jika dia tidak bisa berubah menjadi yang lebih baik lagi. Suami, ah entahlah, suami pertama sudah meninggal, suami kedua mencampakkan dirinya karena dia memberikan semua perhiasaan yang harganya mahal kepada orang yang baru di kenalnya dengan mengatas namakan investasi sungguh miris hidup Lilis, sekarang harus banting tulang untuk memenuhi kebutuhan hidupnya bersama anaknya.


Tapi Lilis tidak pernah belajar dari kesalahan yang telah dia perbuat, yang ada di pikirannya hanyalah menjadi kaya dan membuat Arya menyesal karena telah menceraikannya.


...****************...


Hari ini Siti mulai berjualan di rumah makannya, sejak pagi semua penghuninya sudah sibuk mengerjakan tugas mereka masing-masing. Siti mengikuti semua yang di katakan oleh Arya kemarin ketika dia meminta pendapat Arya tentang bagaimana agar rumah makan yang akan dia kelola bisa maju.


Sekarang Siti sudah siap melayani para pengunjung yang datang ke rumah makannya.


Semua sudah tertata dengan rapi, para karyawan pun sudah berada di tempat mereka masing-masing.


Tapi setelah beberapa jam menunggu belum ada yang satu orang yang datang hal itu tentunya membuat Siti khawatir.


Siapa sangka saat mereka merasa was-was karena belum ada yang datang ke rumah makan, mereka di kejutkan dengan kedatangan orang-orang yang memakai jas yang baru saja turun dari mobil memasuki rumah makannya dan langsung memesan menu yang sudah ada di dalam buku menu yang terdapat dia atas meja pengunjung. Semua karyawan bergegas melakukan tugas mereka untuk melayani para tamu berjas tersebut, sementara Siti tidak menyangka jika pembeli pertama mereka adalah orang-orang yang memakai pakaian formal yang sebetulnya lebih cocok makan di restoran ketimbang makan di rumah makannya yang hanya terbuat dari bambu sungguh Siti tak habis pikir.


Siti merasa senang karena setidaknya ketika dia mulai berjualan ada yang datang membeli makanan dan minuman yang ada.


Setelah selesai menikmati makanan, mereka semua pun langsung membayar dan pergi meninggalkan rumah makan Siti tanpa meninggalkan komentar.


Rika membereskan semua peralatan makan yang ada di meja pengunjung tadi merasa senang karena di setiap piring yang dia ambil tidak ada yang menyisakan makana. sedikitpun, hal ini membuatnya begitu senang dan langsung memberi tahu Siti dan juga kedua temannya yang ada di dapur. Makanan yang habis tanpa sisa ini sudah menandakan jika mereka suka dengan masakan dan minuman yang ada di rumah makan ini.


Tiba-tiba ada orang datang menggunakan mobil pick up dengan membawa papan bunga dan meletakkannya di depan rumah makan Siti dengan bertuliskan

__ADS_1


"Selamat membuka usaha baru Siti, dan memulai hidup yang baru"


Dari 'orang yang mengenalmu'


Melihat itu Siti merasa bingung siapakah sebenarnya pengirim papan bunga ini, apakah dia orang yang hanya ingin iseng kepadanya?


Siti sebenarnya bingung namun dia tidak mau terlalu memikirkannya di tambah lagi sekarang orang-orang mulai berdatangan ke rumah makannya. Akhirnya Siti kembali masuk ke dalam dengan membawa sejuta tanya siapakah orang iseng ini.


Ditengah kesibukan mereka melayani para pengunjung, tiba-tiba terdengar suara musik yang artinya akan ada seseorang yang akan bernyanyi dan Siti tidak terlalu memikirkan itu karena panggung ini di buat memang untuk para pengunjung yang ingin menyumbangkan suara mereka.


Kangen Band " Cinta sampai mati"


Duhai engkau sang belahan jiwa


namamu terukir dalam pusara


di setiap langkah ku selalu berdoa


semoga kita bersama


Duhai engkau tambatan hatiku


labuhkan lah cintamu di hidupku


ku ingin kau tahu betapa merindu


hiduplah engkau denganku


Dengarkanlah


di sepanjang malam aku berdoa


semoga kita bersama


Dengarkanlah


di sepanjang malam aku berdoa


cinta ku untuk mu selalu terjaga


dan aku pasti setia


Ha

__ADS_1


Duhai engkau tambatan hatiku


labuhkan lah cintamu di hidupku


ku ingin kau tahu betapa merindu


hiduplah engkau denganku


Dengarkanlah


di sepanjang malam aku berdoa


semoga kita bersama


Dengarkanlah


di sepanjang malam aku berdoa


cintaku untukmu selalu terjaga


dan aku pasti setia


Dengarkanlah


di sepanjang malam aku berdoa


semoga kita bersama


Dengarkanlah


di sepanjang malam aku berdoa


cintaku untuk mu selalu terjaga


dan aku pasti setia dengarkanlah


Siti yang mendengar suara penyanyi tersebut begitu mirip dengan suara yang bernyanyi saat berduet bersama Arya kemarin ketika acara tasyakuran rumah makannya.


Maka tanpa menunggu lebih lama lagi akhirnya Siti berjalan ke menuju panggung yang mana sang penyanyi memakai Hoodie seperti kemarin hanya saja warnanya berbeda. Sang penyanyi terus saja bernyanyi tanpa sadar jika Siti sudah berjalan menuju ke arahnya namun semua itu gagal karena tiba-tiba saja salah seorang karyawan memanggilnya karena ada yang mau membayar makanan sedangkan meja kasir tidak ada orang yang menungguinya di sana, akhirnya Siti kembali ke mejanya dan mencatat pesanan pengunjung dan menghitung total semua makanannya.


Siti berencana nanti saja dia menemui sang penyanyi dia masih penasaran siapakah penyanyi tersebut karena suaranya begitu mirip dengan seseorang yang begitu dia kenal, hanya saja Siti tidak tahu apa dia sudah kembali atau masih menetap di luar negeri.


Sang lelaki yang melihat Siti kembali menuju meja kasir merasa lega, dia sebenarnya tidak masalah Siti melihatnya sekarang namun tidak akan menjadi kejutan yang mengesankan, itu lah yang ada di piran pria ber Hoodie tersebut.

__ADS_1


Siapakah dia sebenarnya?


jangan lupa untuk membaca kelanjutan ceritanya, semoga suka🄰


__ADS_2