Pergilah Mas

Pergilah Mas
Bab 35


__ADS_3

Andre dan Rian berjalan menghampiri Arya dan juga Hanan.


Siti dan Ari yang melihat mereka dari kejauhan mengerutkan dahinya dan melihat ke arah Ari seolah olah ingin bertanya ada apa.


Namun Ari hanya mengangkat bahunya pertanda dia jiga tidak tahu.


Dari pada memikirkan mereka akhirnya Siti memilih melanjutkan pekerjaannya karena sekarang terlihat pengunjung sudah mulai berdatangan.


"Boleh kami ikut di sini, mas?"


Arya melihat siapa yang datang dan dia tersenyum.


"Silahkan, kalian mau makan apa? Ayo kita makan bersama!"


Arya memang terkenal ramah dan selalu baik kepada semua orang baik kepada orang yang sudah lama dia kenal ataupun baru dia kenal.


Dia tidak memilih kepada siapa dia harus berbuat baik, yang terpenting baginya adalah melakukan kebaikan.


Rian dan Andre akhirnya duduk di depan Arya.


Andre mengakui jika Arya memanglah tampan meski umurnya sekarang sudah lebih dari 30 tahun.


Tapi Andre juga mengakui di dalam hatinya bahwa dia juga tampan bahkan saat sekolah dulu banyak cewek cewek yang mengejarnya itu artinya dia juga tampan.


Akhirnya mereka bertiga makan bersama setelah di paksa oleh Arya.


Ari yang melihatnya jadi berpikir kira kira siapa yang akan di pilih oleh mbaknya.


Mereka semua ganteng ganteng, tajir, cerdas juga.


Ari saja berandai jika dia perempuan maka tanpa pikir panjang dia akan menerima mereka semua biar saja di katakan rakus hahaha...


Tapi sayang Ari juga seorang laki laki, masa iya jeruk makan jeruk.


Setelah makan dan meja telah di bersihkan oleh karyawan mereka mulai mengobrol.


Awalnya obrolan mereka hanya sekedar gurauan saja. Hingga akhirnya Andre bertanya kepada Arya.


"Maaf mas Arya, saya cuma ingin bertanya apa mas masih berharap Siti kembali lagi sama mas?"


Arya membuang nafasnya dengan berat, dia tau jika Rian dan Andre juga menyukai Siti.


Bahkan dia tau juga jika Andre adalah sahabat Siti ketika masih SMA dulu.


Rian yang mendengar pertanyaan dari Andre juga menanti jawaban apa yang akan di berikan oleh Arya, sungguh dirinya begitu penasaran.


"Memangnya apa yang ingin kamu ketahui?"

__ADS_1


Arya malah bertanya kembali kepada Andre.


"Hehehe... Mas, saya tau jika mas masih berharap Siti kembali lagi kepada mas."


"Jika kamu sudah tau jawabannya lantas untuk apa kamu bertanya."


"Tapi mendengar jawaban langsung dari mas membuat kami bisa tau apa yang sebenarnya mas inginkan."


Rian ikut berbicara.


"Benar, saya masih berharap agar Siti mau kembali lagi kepada saya.


Namun saya tidak akan pernah memaksanya. Siti berhak untuk bahagia dan memilih jalan hidupnya. Meskipun kami telah memiliki anak namun saya tidak akan pernah memaksanya untuk kembali bersama saya.


Tapi ingat! Meskipun saya tidak memaksanya bukan berarti saya tidak berjuang ya"


Andre dan Rian terlihat lesu mendengar ucapan Arya padahal mereka sudah menduga akan hal ini sebelumnya.


Tapi tetap membuat nyesek karena saingan mereka bertambah. Apalagi terlihat Hanan tidak ingin berpisah dari papanya, mereka takut karena anak akhirnya Siti kembali kepada Arya meskipun hal itu tidaklah salah.


"Saya tau kalian juga menyukai Siti.


Dan saya tidak marah ataupun melarang akan hal itu.


Kalian punya hak untuk itu dan saya juga tidak berhak melarangnya krena kita tidak memperkirakan ke mana hati akan berlabuh.


Kita masih bisa terus berteman seperti sekarang ini"


Hebat, Arya memang selalu bijaksana dalam mengambil keputusan. Kecuali ingin menduakan istrinya dengan wanita lain.


"Saya juga mengatakan akan hal itu kepada Rian, mas. Saya harap kita bisa bersaing secara sehat.


Dan juga mas jangan menjadikan Hanan sebagai senjata, karena jika itu terjadi sudah di pastikan kami berdua akan kalah dalam hal ini. Bagaimana, kamu setuju kan mas?"


Rian menganggukkan kepalanya kalau dia setuju dengan perkataan Andre barusan. Bisa di pastikan mereka akan kalah sebelum bertarung jika Arya menjadikan Hanan sebagai senjatanya untuk mendapatkan Siti kembali.


"Saya setuju. Tapi saya punya syarat"


"Apa syaratnya mas?"


Rian dan Andre saling melihat karena pertanyaan mereka sama juga mereka mengucapkannya secara serentak.


"Syaratnya gampang. Siapapun nanti di antara kalian yang mungkin nanti di pilih oleh Siti, saya harap kalian tidak pernah melarang saya untuk bertemu dengan Hanan. Itu jika kalian terpilih maka itu syaratnya. Lain lagi jika saya yang terpilih maka syarat itu tidak lah berlaku. Bagaimana, apa kalian berdua setuju?"


"Kami setuju mas."


"Memangnya apa yang kalian setujui?"

__ADS_1


Tiba riba saja Siti datang sambil membawakan jus, dan hal itu sukses membuat mereka bertiga kaget, namun secepatnya mereka menghilangkan rasa terkejut itu. Mereka berharap agar Siti tidak mendengar perjanjian konyol mereka untuk mendapatkan Siti.


Siti melihat mereka satu persatu, dia bingung kenapa mereka terlihat kaget dengan kedatangannya.


"Apa yang kalian setujui tadi?"


"Em, i-tu mas Arya setuju bekerjasama bersama aku dan juga Rian."


"B-benar itu mbak, mas Arya dan mas Andre berniat melakukan kerjasama bersama saya. Ya kan, mas?"


"Benar itu Siti. Saya akan mengambil sayur-sayuran beserta buah-buahan dari Rian untuk restoran baru mas nanti."


"Memangnya mas mau buka restoran di mana lagi?"


Terlihat jika Arya kebingungan mencari jawabannya.


"Di sini, mas Arya akan membuka restoran di sini. Benarkan mas?"


Terlihat Andre mengedipkan matanya kepada Arya.


"Benar, mas akan membuka restoran di sini, dan Andre yang akan membuatkan tempatnya nanti. Mas hanya menjalankan sedangkan Rian menyiapkan semua sayur-sayuran yang segar dari kebun miliknya"


Andre tidak menyangka jika Arya menjadikannya sebagai umpan untuk membuatkannya restoran.


Dan hal itu tentu harus terjadi agar menghindar kecurigaan dari Siti.


"Bagus itu mas. Kamu pandai dalam hal kuliner dan Rian memiliki pertanian sayur-sayuran jadi bisa di kirim sama kamu.


Dan Andre banyak duitnya tentu untuk membuat restoran bukanlah hal yang sulit. Benarkah Dre?"


"Ya kamu benar Ti."


Jawab Andre dengan lesu. Alamat senjata makan tuan nih, Dre hahahaha...


"Sekarang kalian lanjutkan saja obrolan tentang rencana kerjasama baru kalian. Aku permisi dulu ya"


Setelah itu Siti kembali melakukan pekerjaannya melayani pengunjung dan membantu para karyawan menyiapkan pesanan pengunjung.


Meskipun dia adalah bos, namun Siti tidak ingin hanya berpangku tangan dan melepaskan semuanya kepada karyawannya.


Bukan karena tidak percaya tapi, inilah yang selalu di ajarkan oleh Arya agar dia bisa berbaur bersama para karyawan sehingga membuat mereka betah untuk tetap bekerja.


Bahkan dulu Siti sering melihat Arya juga ikut memasak untuk pengunjung restorannya.


Arya memang selalu memperlakukan karyawannya seperti keluarga, dan hal itu lah yang sekarang ini Siti pelajari.


Tidak membedakan status sosial meskipun kita bisa di katakan lebih berpunya dari mereka.

__ADS_1


__ADS_2