Pergilah Mas

Pergilah Mas
Bab 9


__ADS_3

Di sisi lain, Arya saat ini sedang melangsungkan pernikahannya bersama Lilis. Pernikahan yang seharusnya membuat pengantin bergembira tapi, tidak dengan Arya. Arya merasa sedih karena telah mengkhianati istri dan anaknya, ia merasa berdosa karena telah melakukan hubungan terlarang bersama Lilis. Arya menyesal karena rasa peduli yang berlebihan membuat rumah tangganya hancur, Arya mengakui ini kesalahannya memaksa Siti untuk menerima Lilis menjadi madunya. Padahal ia tau tak kan ada wanita yang rela di madu apapun alasannya dan Arya sekarang merasa amat menyesal melepaskan sebuah berlian hanya demi memungut sebuah kerikil yang ternyata membawa kehancuran baginya.


Sementara itu Lilis merasa bahagia karena akhirnya ia bisa menjadi nyonya Arya dan ia bisa menguasai harta benda milik Arya. Tanpa Lilis ketahui jika saat ini Arya hanya memiliki rumah yang saat ini ia tempati dan sebuah restoran yang ia kelola karena kontrakan dan sawah yang mereka miliki jatuh kepada Siti, Arya dan Siti sudah sepakat membagi harta gono gini mereka secara adil tanpa harus ke pengadilan. Arya juga berjanji akan terus memberi nafkah untuk Hanan sebesar 10 juta sebulannya.


Jika Lilis mengetahui ini mungkin ia akan berpikir dua kali untuk menikah dengan Arya karena, tujuan Lilis mendekati Arya hanya karena harta dan juga karena Arya tampan.


Tidak banyak yang hadir di pernikahan mereka hanya ada pak penghulu, pak RT dan tetangga yang ada di dekat rumah Lilis. Ya, mereka melangsungkan pernikahan di rumah orang tua Lilis, setelah acara pernikahan selesai, baru Arya membawa Lilis dan juga Zia ke rumahnya.


"Saya terima nikah dan kawin Lilis Sulistiawati dengan mahar tersebut di bayar tunai"


"Bagaimana para saksi?" tanya pak penghulu kepada para saksi yang hadir.


"Sah"


"Sah"


"Alhamdulillah" ucap pak penghulu dan langsung membaca doa.


Lilis diminta untuk menciumi tangan Arya, dan Arya pun mengulurkan tangannya yang langsung di cium oleh Lilis punggung telapak tangan Arya.


Setelah acara pernikahan selesai Arya pun mengajak Lilis untuk pulang ke rumahnya, Arya melakukan itu bukan karena malam pertama ya tapi, karena Arya ingin cepat bisa beristirahat dia sudah cukup lelah tubuh dan pikirannya, ia ingin agar bisa beristirahat dengan tenang.

__ADS_1


"Lis kita pulang sekarang aja ya"


"Cie cie pak Arya, sudah gak tahan ya pak"


"Wajar dong, kalau pak Arya mengajak Lilis pulang ke rumahnya sekarang kalau di sini kan nanti bisa-bisa gak konsentrasi bikin dedek bayinya"


ucap salah seorang ibu-ibu yang masih membantu membereskan sisa pernikahan tadi, dan akhirnya menimbulkan gelak tawa mereka yang mendengarnya.


Arya yang mendengar itu hanya tersenyum simpul.


"Kita pulang sekarang aja ya Lis, aku ingin istirahat" bisik Arya kepada Lilis yang masih duduk bersama ibu-ibu.


"Ya Mas" Lilis menjawab sambil tersenyum, dia berpikir bahwa Arya sudah menginginkan dirinya untuk malam pertama mereka, kenyataan yang sebenarnya bukanlah seperti itu Arya mengajak Lilis pulang karena Arya ingin beristirahat, sementara di rumah Lilis masih banyak para tetangga yang membantu membereskan sisa acara pernikahan tadi siang. Arya malu jika beristirahat di kamar Lilis karena ia tau bahwa ia akan di goda oleh bapak-bapak dan ibu-ibu yang masih ada di sini.


Sesampainya di rumah Arya langsung memasukan mobilnya ke dalam garasi. Setelah itu dia mengambil kunci rumah yang ada di dalam kantong celananya dan langsung membuka kunci rumahnya.


Ketika memasuki rumah Arya Lilis begitu senang karena akhirnya dia bisa menjadi nyonya di rumah ini, sudah sangat lama dia menantikan hal ini.


Arya mengajak Lilis ke kamar, Lilis terus saja tersenyum apalagi ketika Arya mengajaknya masuk ke dalam kamar.


Zia sengaja Lilis tinggalkan bersama orang tuanya karena dia ingin menghabiskan malam ini hanya berdua bersama Arya.

__ADS_1


"Lis, aku mau membersihkan diri dulu ya. soalnya badan ku lengket semua"


Lilis mengangguk dan tersenyum. Setelah Arya berlalu masuk ke dalam kamar mandi Lilis pun mulai mengeluarkan isi tasnya yang dia bawa tadi, dia harus tampil cantik dan menggoda untuk malam ini.


Lilis mengeluarkan baju dinas malam para istri yaitu sebuah lingerie berwarna merah menyala. Setelah mengenakan baju dinasnya sekarang Lilis mulai berdandan dan menyemprotkan parfum ke tubuhnya. Jika ada laki-laki yang melihatnya tentu mereka akan tergoda kepada Lilis tapi, entah dengan Arya apakah dia akan tergoda atau tidak ya ?


Saat Arya membuka pintu kamar mandi dia begitu terkejut melihat Lilis sudah ada di atas ranjang menggunakan pakaian kurang bahan menurutnya, Arya melihat Lilis seperti wanita penggoda yang terus saja menggigit bibir bawahnya, Arya bersyukur sebelum masuk ke kamar mandi dia sudah membawa pakaian ganti.


"Lis, memangnya kamu tidak kedinginan mengenakan kain seperti itu di tubuh mu? tanya Arya yang masih berdiri di depan kamar mandi.


"Iya mas, aku kedinginan dan aku butuh kehangatan dari kamu" ucap Lilis yang mengerlingkan matanya sambil turun dari ranjang hendak menghampiri Arya.


Arya yang melihat itu mulai waspada.


"Maaf Lis, untuk malam ini aku tidak bisa, aku benar capek dan aku ingin tidur secepatnya" ucap Arya sambil berjalan menuju ranjang dan dia membaringkan tubuh sambil memejamkan matanya. Arya begitu lelah.


"Kok aku di tinggal tidur sih mas. Aku udah capek-capek loh dandan masak zonk sih mas" gerutu Lilis sambil menggoyangkan tubuh Arya. Sementara Arya tidak mau ambil pusing dia tetap melanjutkan tidurnya. Lilis yang melihat Arya sudah tertidur begitu kesal, akhirnya dia mengganti lingerie nya degan piyama. Lilis berbaring sambil memeluk punggung Arya. Meskipun kesal namun Lilis akan mencoba di malam-malam berikutnya, itu tekad Lilis.


Semangat Lilis, walaupun malam pertamanya Zonk hehehe..


Ups author salah bukan malam pertama, tapi malam yang ke dua. Malam pertama kan saat Arya masih mejadi suaminya Siti.

__ADS_1


......mohon untuk terus mendukung karya author amatir ini ya..🥰🥰🥰......


__ADS_2