Pergilah Mas

Pergilah Mas
Bab 17


__ADS_3

Hari ini Siti di ajak oleh Ari untuk melihat rumah makannya yang sudah jadi bahkan sudah bisa di tempati karena, Rian memang membuat semua dengan cepat namun tetap dikerjakan dengan rapi dan juga teliti. Rian memang mempercepat pekerjaannya agar Siti juga bisa secepatnya untuk berjualan.


Setelah sampai di rumah makan Siti begitu takjub dengan hasilnya bahkan dia tidak menyangka jika Rian akan membuatnya sebagus dan senyaman ini. Di samping sebelah kiri rumah makannya telah di persiapkan lokasi parkir kendaraan roda empat dan juga roda dan di sebelah kanan Rian membuat konsep out door yang cocok sekali dengan gaya anak milenial jaman sekarang bahkan di sana sudah ada panggung mini Siti memang tidak mencari penyanyi untuk rumah makannya ini dia persiapkan untuk siapa saja yang ingin menyumbangkan suara emasnya, dan di samping panggung juga di sediakan taman mini untuk anak-anak bermain, dan di belakang panggung tersedia juga kolam ikan untuk siapa saja yang ingin memancing. Saat memasuki rumah makan Siti sungguh takjub dengan interior di dalamnya karena ini sungguh seperti yang dia inginkan bahkan mungkin terlalu indah dari pemikirannya, Rian memang membuat semuanya dengan apik meskipun ini adalah rumah makan yang hanya terbuat dari bambu hitam, dan Siti begitu takjub juga ketika melihat dapurnya yang begitu nyaman untuk mereka memasak nantinya kamar para karyawan juga di buat senyaman mungkin bahkan di dalam kamar karyawannya juga tersedia kamar mandi agar nantinya mereka tidak perlu repot-repot antri jika hanya menggunakan kamar mandi umum yang di khususkan untuk para pengunjung. Kini tiba saatnya Siti melihat kamar yang akan dia tempati sungguh sejauh mata memandang membuat hatinya merasa nyaman di tambah lagi warna kamarnya begitu kalem, Rian sengaja membuat kamar Siti agar terlihat dan terasa nyaman karena inilah nantinya yang akan menjadi tempatnya untuk melepaskan penat dengan kegiatan barunya, bahkan Rian bertanya kepada Ari apa warna kesukaan Siti, Ari hanya mengatakan jika Siti tidak terlalu suka dengan warna yang terlalu mencolok dia lebih suka warna yang kalem. Maka Rian membuat kamar Siti sebagus mungkin bahkan kamar mandinya pun ada bathub agar saat Siti ingin berendam semua sudah tersedia.


Siti membalikkan badannya ke belakang untuk menghadap Rian.


"Rian terima kasih, kamu sudah membuat semuanya begitu indah aku suka"


Rian yang mendengar pujian Siti hanya tersenyum di tambah lagi Siti memujinya tanpa embel-embel mbak, Siti menyebutnya 'aku' sungguh Rian merasa jika niat baiknya untuk mengenal Siti sudah mulai terbuka begitu pikirnya.


Siti yang tidak sadar akan ucapannya barusan hanya cuek-cuek saja.


"Sama-sama aku senang jika kamu suka dengan hasil kerja ku" ucap Rian pada akhirnya sambil menahan gelok yang ada di dadanya.


Siti yang sadar jika Rian berbicara aku kamu kepadanya sempat terkejut namun secepatnya dia merubah ekspresi wajahnya agar Rian tidak tersinggung, Siti tersenyum menanggapi ucapan Rian.


"Mungkin sekarang sudah saatnya aku mulai membuka hati kembali, apa lagi masa iddah ku juga sudah selesai" ucap Siti di dalam hatinya.


Setelah sadar dari lamunannya Siti bergegas mengajak Rian untuk menemui Ari.

__ADS_1


Memang saat pertama kali datang Ari meminta Rian untuk menemani Siti untuk berkeliling rumah makan dengan alasan jika Rian lebih paham bagaiman menjelaskannya, Ari tau jika Rian menaruh hati kepada kakaknya makanya dia memberi ruang untuk Rian dan Siti agar lebih dekat karena, selama ini Ari tahu jika Rian tidak pernah dekat sama perempuan manapun sebab jika Ari bertanya kenapa belum punya pacar jawaban Rian selalu ingin mencari calon istri bukan pacar.


...****************...


Siti sampai di rumah sore hari dan Rian juga ikut pulang bersama mereka setelah di paksa oleh Ari, Rian mengendarai motor sport miliknya sedang Siti dan Ari menaiki mobil.


Siti melihat kedua orang tuanya sedang ada di ruang keluarga menemani Hanan menonton tv di temani teh dan juga pisang goreng.


Assalamualaikum" ucap Ari, Rian dan juga Siti secara serempak.


"Waalaikumsalam, masuk dulu Rian" ucap ibu Samsiah mereka memang menganggap Rian sudah seperti anak sendiri, Rian memang sering main ke rumah orang tua Siti untuk bertemu Ari dan juga orang tua Siti mengetahui jika Rian hanya hidup seorang diri setelah orang tuanya meninggal sedangkan kakak dan adiknya tinggal di kota yang berbeda dengannya. Bahkan terkadang ibu Samsiah pun sering memberi makanan untuk Rian karena mereka tahu anak laki-laki terkadang malas untuk memasak padahal Rian memang selalu memasak karena sedari kecil sudah di ajari oleh orang tuanya meskipun dia adalah anak laki-laki dan sekarang Rian merasakan manfaatnya saat orang rua meninggal dan sanak saudara jauh dia sudah tidak kaget lagi dengan urusan membereskan rumah meskipun Rian adalah seorang juragan namun dia tetap melakukan pekerjaannya.


"Terserah kamu saja maunya kapan bapak ikut aja, yang penting kamu sudah menyiapkan mental mu untuk menerima setiap kritikan terima yang baik sebagai masukan dan lepaskan yang kritikan yang bersifat menjatuhkan" ujar pak Ali dengan bijak.


"Baik lah, kalau begitu besok kita pergi membeli peralatan dan perlengkapan apa saja yang kurang, setelah beres kita buka habis jum'at. Ibu nanti tolong ajak saja yang mau bekerja dengan kita ke rumah makan agar mereka bisa membantu sekaligus belajar. Oh ya pak jika aku mengundang mas Arya untuk pembukaan besok boleh gak?" tanya Siti dengan lirih dia takut jika bapaknya tidak setuju dengan idenya.


Sementara itu Rian merasakan gemuruh di dalam dadanya saat mendengar ucapan Siti yang ingin mengundang mantan suaminya, Rian tahu jika Arya sudah bercerai dan Siti juga tahu akan hal itu.


"Apakah Siti ingin kembali lagi ke pelukan mantan suaminya, sehingga dia mau mengundang sang mantan untuk datang ke acara pembukaan rumah makannya besok, apa Siti belum bisa move on? sungguh sekarang hati dan pikiran Rian berkecamuk, dia tidak tau apa yang akan dia lakukan jika nanti Siti benar-benar ingin kembali kepada Rian. Apakah dia harus merasakan patah hati saat pertama kali menyukai seorang wanita.

__ADS_1


Ari yang melihat Rian hanya melirik sekilas dia tahu jika Rian sekarang sedang cemburu terlihat dari caranya mengepalkan tangan sehingga buku tangannya memutih.


"Apa karena kamu belum bisa melupakan Arya, sehingga kamu ingin mengundangnya ke acara pembukaan rumah makan mu besok?" tanya ibu Samsiah dengan lembut. Ibu Samsiah tahu jika Arya selalu memperlakukan Siti dan juga Hanan dengan baik kesalahannya hanya satu yaitu terlalu baik sehingga jatuh ke pelukan orang lain dan memilih melepaskan anak dan istrinya.


"Bukan itu maksud Siti pak buk, Siti mengundang mas Arya pertama karena Hanan sudah kangen sama papanya, kedua karena Siti tahu jika mas Arya sangat menguasai bidang kuliner jadi Siti akan meminta bantuan mas Arya untuk membuat menu apa saja yang cocok dengan rumah makan kita dan sesuai dengan lidah masyarakat di tambah lagi makanan dan minuman apa yang paling di sukai oleh kaum milenial, hanya itu tidak lebih" Siti tau jika orang tuanya akan menanyakan ini, bukan karena Siti belum move on tapi ini demi kelangsungan rumah makannya dia tidak mau asal membuat menu namun tidak sesuai dengan keinginan pengunjung.


Pak Ali juga tahu jika Arya sangat menguasai bidang kuliner maka dia tidak masalah jika Arya datang ke sini di tambah lagi cucunya selalu menanyakan sang papa.


"Bapak setuju jika kamu mengundang Arya ke sini, tidak ada salahnya untuk tetap menjaga silaturrahmi di tambah lagi kamu memiliki anak bersama Arya. Namun yang bapak pesankan tolong jaga nama baik keluarga jangan sampai kamu terlena dengan semua yang ada"


"Baik pak" jawab Siti dengan semangat.


Rian yang melihat Siti begitu senang mendengar jika pak Ali mengizinkan Arya untuk datang ke sini semakin terbakar oleh api cemburu namun dia sadar siapa dirinya sebenarnya dia bukan lah siapa-siapanya Siti dan dia juga tidak ingin jika rasa cemburu ini membuat Siti membencinya.


**Hidup terus berjalan, melupakan masa lalu itu rasanya tidak mungkin namun mencoba memaafkan dan berdamai apa salahnya untuk di coba.


Rasa cemburu yang berlebihan bisa menjadi cara bagi setan agar kita terjerumus ke dalam tipu muslihatnya, cemburu sekedarnya saja jangan sampai dia pergi karena tidak tahan dengan rasa cemburu yang kita miliki sehingga membuatnya merasa terkekang...


maaf ya 🙏🙏kemaren gak update di karenakan di tempat author hilang sinyal😁 mohon untuk dukungannya😊😊**

__ADS_1


__ADS_2