Pergilah Mas

Pergilah Mas
Bab 14


__ADS_3

Persiapan rumah makan Siti sudah mencapai 80%. Siti senang Rian membuatnya terlihat nyaman walaupun belum sampai ke tahap finishing. Memang Siti menyerahkan semuanya kepada bapaknya, Ari dan juga Rian, Siti percaya dengan hasil akhir mereka.


Siti bersama ibunya hanya mencari menu apa saja yang akan di jual nanti, dan mereka berniat mengajarkan kepada para karyawan nantinya agar saat Siti dan ibunya tidak ada di rumah makan mereka bisa membuatkannya untuk para konsumen.


Pagi ini Siti berniat memasak sayur asem, namun karena bahan-bahan untuk membuat sayur asam sudah habis Siti berniat membelinya pada penjual sayur keliling. Karena penjual sayur akan berkeliling di pagi hari hal itu memudahkan untuk para ibu-ibu mencari menu makanan apa yang akan di masak tanpa harus jauh membelinya ke pasar.


Ketika keluar dari rumahnya Siti melihat sudah penjual sayur sudah di kelilingi oleh ibu-ibu yang ingin berbelanja, Siti pun berjalan untuk menghampiri pedagang sayur.


"Pagi ibu-ibu, mang saya mau beli sayur untuk membuat sayur asem ya"


"Silahkan di pilih mbak Siti, sayurannya masih segar semua" ucap sang pedagang dengan ramah sambil tersenyum.


"Mbak Siti dengar-dengarnya mau bikin rumah makan ya" ucap bu Rahmi tetangga Siti yang terkenal dengan julid.


"InsyaAllah iya buk, besok kalau sudah buka ibu sama ibu-ibu yang ada di sini mampir ke rumah makan saya ya buk, InsyaAllah hari pertama buka mau ngadain syukuran" terang Siti dengan ramah agar tetangganya senang.


"Gak ah, jangan-jangan mbak Siti buka rumah makan hanya untuk menutupi kedok mbak yang sebenarnya ingin mencari suami yang lebih kaya dan lebih tampan dari mantan suami mbak yang dulu" ucap buk Rahmi. Ibu-ibu yang mendengar ucapan ibu Rahmi menganggukkan kepala mereka pertanda jika mereka mengiyakan apa yang telah di ucap ibu Rahmi. Mereka semua takut jika suami mereka kepincut sama Siti, secara Siti adalah wanita yang memiliki wajah yang ayu dan juga cerdas mereka mengakui akan hal itu.


Nah, ibu Rahmi udah keluar julidnya dengan cara menuduh orang sembarangan tanpa mau tau niat dan tujuan orang yang di bicarakannya.


Siti yang mendengar ucapan ibu Rahmi mengepalkan tangannya namun dia berusaha meredam emosinya, cara menghadapi orang julid adalah dengan mengiyakan apa yang mereka katakan. Sementara bapak penjual sayur hanya menggelengkan kepalanya mendengar ucapan ibu Rahmi yang terkenal julid.

__ADS_1


"Wah ibu Rahmi benar-benar baik memberikan saya ide tersebut, uang dapat gebetan pun juga dapat jadi ibu-ibu yang ada di sini harus menjaga suaminya agar jangan sampai jatuh hati kepada saya, secara kan saya ini janda kembang beranak satu yang terkenal dengan wajah yang ayu dan juga cerdas di tambah lagi penampilan saya yang selalu modis. Oh ya, ibu-ibu juga harus menjaga anak laki-laki jika punya, karena setiap saya lewat mereka selalu melirik saya, bahkan mereka sering menawarkan bantuan dan juga tumpangan. Nah, jika yang brondong saja tertarik sama saya apalagi nanti suami ibu-ibu yang tentunya akan selalu terbayang wajah ayu saya siang dan malam, ya kan" ucap Siti dengan gaya di buat centil sambil mengibaskan rambutnya ke belakang, hal itu tentu membuat para ibu-ibu kepanasan, bukan panas kerena sinar matahari ya, tapi hatinya yang panas.


Setelah mendengar ucapan Siti mereka langsung membayar belanjaan mereka kepada bapak penjual sayur dan buru-buru pergi meninggalkan Siti, apalagi ibu Rahmi yang memiliki anak laki-laki yang bahkan anaknya terang-terangan meminta ibu Rahmi melamar Siti untuknya. Ibu Rahmi tau jika Siti wanita yang baik dan juga terkenal cerdas dan juga selalu ramah terhadap semua orang namun dia tidak mau menerima Siti karena dia seorang janda dan juga umur anaknya lebih muda dari pada Siti.


Setelah mereka pergi Siti pun membayar belanjaannya dan berlalu masuk ke dalam rumahnya. Tanpa Siti ketahui jika dari tadi ada seseorang yang memperhatikannya dari atas motor ketika Siti yang sedang memuji dirinya sendiri di depan ibu-ibu tadi.


Lelaki itu mengakui jika dirinya sudah jatuh cinta dengan segala yang ada pada diri Siti, dia jatuh cinta kepada Siti yang selalu apa adanya dan juga selalu suka membantu orang yang sedang kesusahan, namun yang perlu di ingat jika Siti tidak lah seperti Arya yang mudah terperdaya dengan rayuan yang berlatar belakang simpati seperti yang di lakukan Lilis.


Lelaki tersebut tetap memandang ke rumah Siti yang sudah tertutup pintunya.


Lelaki tersebut tersenyum mengingat bagaimana ketika Siti melakukan aksinya di depan ibu-ibu tadi dengan membuat dirinya yang seperti orang kecentilan.


"Saya akan berusaha untuk mendapatkan cinta dan juga hati anak mu Siti. Aku akan berusaha untuk menjadi lelaki yang terbaik untuk mu dan juga akan menjadi seorang ayah yang baik juga untuk Hanan."monolog lelaki tersebut.


Sang lelaki tersebut bertekad mulai saat ini dia akan membuat rumah untuk tempatnya tinggal bersama Siti dan juga Hanan beserta anak-anaknya nanti jika sudah lahir dari rahim Siti hehehe...


Dia akan membuat Siti percaya dan yakin menjadikan dirinya suami suatu saat nanti.


Dia akan melakukannya dengan cara berdoa kepada sang pencipta di malam hari di mana orang-orang sedang tertidur dan dia akan memohon dan merayu sang pencipta agar mau mengabulkan keinginannya.


Namun dia tetap berdoa agar dirinya tetap waras dalam mencintai Siti, agar dia tidak melakukan hal buruk jika suatu saat nanti cintanya di tolak oleh Siti.

__ADS_1


Tapi dia harus yakin jika sang pencipta akan membantunya mendapatkan Siti.


Selama ini sudah banyak wanita yang menyatakan cinta kepadanya namun selalu di tolak karena dia belum menemukan wanita yang menurutnya cocok untuk menjadi ibu dari anak-anaknya nanti.


Dia ingin wanita yang lemah lembut namun tegas dalam mendidik anaknya nanti. Sekarang dia sudah menemukan sang wanita pujaan hati dia tidak peduli status sang wanita mau gadis atau pun janda dan omongan orang nantinya. Sekarang yang dia pikirkan adalah bagaimana caranya untuk meyakinkan Siti dan juga anaknya.


Dia sudah menyiapkan mentalnya untuk menghadapi Siti yang seorang wanita mandiri namun selalu disiplin dalam mengerjakan sesuatu dan selalu tegas dalam mendidik sang putra.


Memang selama ini Siti selalu menuruti apa pun keinginan Hanan dengan catatan selesai mengerjakan tugas yang Siti berikan. Meskipun anaknya masih kecil namun Siti tidak ingin anaknya menjadi anak yang manja yang hanya bisa meminta dengan cara menangis. Bahkan sang putra selalu merapikan tempat tidurnya meskipun tidak begitu rapi, tau lah kan ibu-ibu bagaimana keadaanya jika anak kecil merapikan tempat tidur namun yang perlu di ingat jika sang anak sudah mau berusaha dan juga belajar dan kita patut memberikan apresiasi akan hal tersebut, dengan cara memuji hasilnya begitu ataupun dengan yang lainnya.


Sungguh apa pun yang di lakukan Siti selalu membuatnya jatuh cinta.


Siapakah laki-laki tersebut yang sepertinya sudah begitu lama mengenal Siti?


Mencintai dalam diam terkadang menyenangkan bahkan bisa juga menjadi menyedihkan. Berusaha untuk tetap waras dalam mencintai tanpa harus menyakiti.


"Jika kamu sedang bahagia dan mengingat seseorang, artinya kamu mencintai orang itu.


Dan jika kamu bersedih lalu teringat seseorang, artinya orang itu mencintaimu"


------ Ali bin Abi Thalib ------

__ADS_1


Mohon untuk terus dukungannya ya😊


__ADS_2