
Hari ini Arya pergi ke restoran sambil mengajak Hanan. Sesampainya di restoran Arya melihat Diki seorang waria yang dia temui kemarin di taman. Arya memang memintanya untuk datang ke sini hari ini.
Ternyata Diki datang lebih awal dari perkiraannya karena sekarang Diki sudah mulai melakukan pekerjaan yang di arahkan oleh Anton.
"Hai Dik, gimana hari pertamamu kerja di sini?"
"Saya senang bisa bekerja di sini mas. sekali lagi terima kasih. Kalau bukan karena bantuan dari mas tentunya aku masih melakukan pekerjaan seperti kemarin."
"Sama-sama. Oh ya kalau kamu tidak keberatan saya memintamu untuk tinggal di restoran ini saja. Kebetulan ada kamar khusus karyawan yang tidak di pakai kalau malam hari, karena karyawan di sini lebih memilih pulang ke rumah mereka. Bagaimana kamu mau kan?"
"Saya sih mau aja mas, tapi saya gak mungkin ninggalin adik saya sendirian di rumah. Apalagi keadaan rumah yang bisa di katakan tidak layak" Diki menjawab apa yang di khawatir kannya. Bukan bermaksud tidak tau terima kasih tapi dia tidak bisa meninggalkan adiknya sendirian.
"Siapa yang bilang kamu sendiri yang akan tinggal di sini. Kamu kalau pekerjaan tidak terlalu banyak pulang dulu untuk menjemput dan membawa adik kamu ke sini. Kalian berdua akan tinggal di restoran ini dan juga saya akan mengurus masalah biaya sekolah adikmu agar bisa melanjutkan sekolah lagi. Kamu tidak keberatan kan jika saya meminta mu untuk tinggal di restoran mulai saat ini karena di sini juga tidak ada satpam kalau malam harinya saat semua orang pulang"
"Alhamdulillah Ya Allah. Terima kasih banyak mas. Saya tidak tau harus bagaimana caranya untuk membalas semua kebaikan mas padahal kita baru saja bertemu kemarin."
"Semua sudah ada yang mengatur kita tinggal menjalani dan mensyukuri semua pemberian-Nya.
kamu membalas semuanya cukup dengan rajin bekerja dan juga untuk menerapkan kejujuran mu dalam melakukan pekerjaan."
"Ya mas, saya akan selalu mengingat pesan dari mas. Sekali lagi terima kasih."
"Ya sudah kalau begitu kamu lanjutkan lagi pekerjaan mu"
Setelah itu Arya menggendong anaknya menuju ruangannya.
Anton dan beberapa karyawan yang melihat bagaimana kebaikan Arya sampai menitikkan air mata. Bagi mereka Arya adalah sosok malaikat yang selalu memberikan kebaikan.
"Jagoan papa duduk di sini dulu ya. Papa mau bekerja sebentar setelah itu baru kita bersepeda di taman"
"Ok papa."
Arya mulai mengerjakan pekerjaannya yang tidak bisa di kerjakan oleh Anton. Dia berusaha menyelesaikannya secepat mungkin agar bisa bermain bersama Hanan.
Hanan yang menunggu papanya bekerja sambil menonton tv merasa bosan.
__ADS_1
"Pa, masih lama kerjanya ya? Aku bosan pa nonton tv dari tadi tapi papa belum selesai selesai juga"
"Iya sayang, maafkan papa ya. Papa akan menyelesaikan semuanya dengan cepat. Kalau kamu bosan kamu bisa ajak bang Anton untuk menemani mu jajan ataupun jalan-jalan dulu di taman. Nanti kalau pekerjaan papa selesai papa akan menyusul kamu ke sana, gimana?"
"Baiklah. Tapi papa janji ya untuk menyusul ku nanti di taman. Kalau papa ingkar janji aku gak mau ngomong sama papa"
"Iya papa janji nanti kalau pekerjaan papa sudah selesai papa akan langsung menyusul mu di taman"
Hanan akhirnya keluar dari ruang Arya berjalan menuju dapur yang ada di restoran untuk mencari Anton.
Sesampainya di dapur Hanan melihat Anton yang sedang melakukan pekerjaannya mencuci piring. Setiap karyawan akan mendapat jadwal mencuci piring ataupun peralatan lainnya setiap hari secara bergantian.
"Bang Anton masih lam gak nyuci piringnya?"
"Sebentar lagi memangnya ada apa kamu mencari abang?"
"Aku mau ajak abang ke taman"
"Ya sudah kamu tunggu aja di kursi dekat meja makan nanti kalau sudah selesai Abang akan mengajak kamu untuk bermain di taman."
Anton kembali melanjutkan pekerjaannya.
Hanan memang sering mengajak Anton bermain bersama. Terkadang Anton merasa tidak enak hati kepada karyawan yang lainnya yang harus menyelesaikan pekerjaannya karena Hanan sering memintanya untuk menemaninya bermain. Namun hubungan mereka sesama karyawan sungguh erat sehingga mereka tidak pernah marah ataupun merasa kecil hati karena Hanan lebih memilih bersama Anton ketimbang mereka. Mereka tau jika Anton sudah lama bekerja bersama Arya dan tentunya Hanan lebih akrab bersamanya. Bahkan terkadang mereka yang menawarkan bantuan agar Anton bisa secepatnya menyelesaikan pekerjaannya dan menemani Hanan bermain.
"Sekarang pekerjaan Abang sudah selesai. Ayo kita berangkat sekarang"
Hanan akhirnya turun dari kursi yang dia duduki tadi, dan mengikuti langkah Anton yang berjalan menuju pintu restoran. Ada banyak pengunjung yang datang sehingga membuat Anton merasa tidak enak kepada teman-temannya. Namun mereka meminta Anton untuk menemani Hanan saja dan masalah restoran serahkan saja kepada mereka.
Anton mengeluarkan kunci motor yang ada di saku celananya.
"Ayo naik" Anto mengajak Hanan untuk naik ke atas motornya, dan motor Anton mulai bergerak meninggalkan restoran.
Sesampainya di taman Hanan dan Anton berjalan menuju tempat penyewaan sepeda.
Setelah mendapatkan sepeda yang diinginkan Anton dan Hanan mulai menggowes sepeda berkeliling taman.
__ADS_1
Setelah cukup lama mengelilingi taman, Hanan pun sudah tampak lelah. Anton mengajaknya untuk beristirahat dan membeli air minum untuk mereka.
Anton memberikan air minum kepada Hanan.
"Terima kasih bang"
"Sama-sama jagoan Abang" Anton mengusap sayang puncak kepala Hanan yang sudah dia anggap seperti adiknya sendiri.
Dia ingat dulu dia hanyalah orang biasa, waktu itu dia bertemu Arya ketika dirinya di kejar oleh orang-orang karena ketahuan mencuri beras di warung. Itupun dia lakukan karena terpaksa, ibunya sedang sakit dan di rumah tidak ada sedikit pun makanan maupun uang.
Arya menyelamatkannya dari amukan massa dan mengganti harga beras yang dia curi.
Akhirnya Arya mengajaknya untuk bekerja di restoran miliknya. Waktu itu Arya belum menikah dengan Siti. Setelah beberapa bulan ikut bekerja dengan Arya ibunya Anton meninggal dunia.
Oleh sebab itulah dia merasa bersyukur bisa bekerja dengan Arya dan dia selalu melakukan pekerjaannya dengan jujur, dia tidak mau Arya kecewa kepadanya.
Ketika Arya memberitahunya bahwa akan ada yang bekerja Anton sudah menduga jika Arya menerimanya karena merasa iba dan juga agar mereka yang dia bantu merasa sedikit berkurang bebannya.
Saat sedang mengingat masa lalunya, Arya tersadar dari lamunannya setelah terdengar suara isakan tangis yang ternyata berasal dari Hanan.
"Bang kok, papa gak ke sini katanya mau jemput dan bermain bersama ku. Apa apa sudah tidak sayang lagi sama Hanan?"
"Kenapa bicara begitu. Papa itu sayang benget sama kamu. Papa belum datang ke sini mungkin karena pekerjaan papa belum selesai. Kita tunggu di sini dulu ya"
"Baik bang. Papa kenapa gak pernah jemput aku dan mama untuk pulang ke rumah. Apa papa beneran sudah menjadi ayah Zia bang. Seperti yang orang orang bilang kalau papa sudah punya anak baru, jadinya papa gak mau menjemput kami di rumah nenek . Apa papa gak pernah kangen sama aku dan juga mama, bang?
"Papa masih sibuk kerja nanti kalau pekerjaan papa selesai, papa pasti akan menjemput kamu di rumah nenek."
"Abang janji ya kalau papa lupa menjemput aku dan mama di rumah nenek Abang ingetin papa ya"
Anton hanya mengangguk. Jujur hatinya merasa sedih melihat anak sekecil Hanan di minta untuk paham akan keadaan orang tuanya.
Arya terkadang merasa apakah dia egois jika meminta Siti kembali kepadanya setelah apa yang dia lakukan. Tapi menurut Arya itu bukanlah keinginannya untuk mendua, dia hanya merasa kasihan dan akhirnya Lilis menjebaknya.
Sementara Siti juga terkadang merasa sedih melihat sang anak yang selalu menanyakan papanya. Ada rasa sedih akan hal itu namun dia tidak tau harus berbuat apa.
__ADS_1