Pergilah Mas

Pergilah Mas
Bab 31


__ADS_3

Siti masih merenungi cerita yang Andre tuturkan kepadanya tadi.


Siti juga merasa apa dia juga termasuk orang tua yang egois yang memikirkan kebahagiannya sendiri tanpa pernah berpikir perasaanya anaknya.


Siti merasa bersalah kepada Hanan karena telah memisahkannya dari papanya.


Namun semua itu Siti lakukan karena dia tidak sanggup melakukan apa yang Arya minta kepadanya untuk menerima Lilis sebagai madunya.


Wanita mana yang kuat jika di minta untuk menerima madunya.


Dan jalan satu satunya yang Siti pikirkan saat itu adalah bercerai dari Arya dari pada batinnya tersiksa, dan berujung melampiaskannya kepada sang anak.


Lebih baik berpisah dari pada harus di duakan.


Siti juga terkadang berpikir andai saja Arya tidak terlalu peduli kepada wanita yang di tinggal mati suaminya tersebut tentulah hal ini tidak akan terjadi.


Lihatlah Arya sekarang yang dulunya ingin menduakan Siti walaupun dia di jebak, sekarang hanya sendiri tanpa ada seorang istri di sisinya.


Saat sedang melamun memikirkan semuanya tiba tiba saja Rian datang menghampirinya.


Yang masih duduk di pinggir kolam setelah kepergian Andre.


"Hai, mbak"


Sapaan dari Rian membuat Siti tersadar dari lamunannya.


"Hai juga. Sudah lama kamu di sini?"


"Ya bisa di katakan begitu. Bahkan aku juga mendengar jika laki laki yang bernama Andre tadi menembak mbak"


Siti kaget mendengar ucapan Rian, berarti Rian mendengar semua pembicaraan mereka. Entah mengapa hal ini membuat Siti merasa bersalah kepada Rian.


"Tapi aku senang mbak tidak menerimanya"


"Kenapa kamu senang aku tidak menerimanya?"


"Kan kemaren sudah aku bilang, kalau aku suka sama mbak. Jika mbak menerimanya maka tidak ada lagi kesempatan untuk aku mendapatkan mbak."


Siti senang mendengarnya jika Rian masih menginginkan dirinya, meskipun dia tidak tau akan perasaanya sendiri saat ini.


Biarkan lah waktu yang akan menjawabnya nanti.


Rian yang melihat Siti tersenyum merasa senang karenanya dan membuatnya seakan akan ingin terus melihat Siti tersenyum, apalagi jika Siti menjadi miliknya, yang ada bukan Siti yang tersenyum melainkan Rian yang selalu tersenyum bahkan ketika sendiri.


Ini nih, yang bahaya Rian mulai bucin sama Siti. Hadeuh🤦🤦


*****************

__ADS_1


Di sisi lain Arya meminta maaf kepada Hanan karena dia tidak menepati janjinya untuk menemani Hanan bersepeda.


Dan Arya jiga sudah mendengar semua keluh kesah Hanan dari Anton.


Arya merasa sangat sedih dan juga menyesal mendengarnya, andai saja dia tidak terlalu perhatian kepasa Lilis dan juga Zia tentu semua ini tidak akan terjadi.


"Apakah aku masih pantas mengharapkan kamu kembali bersamaku, Siti" ucap Arya di dalam hatinya.


Hanan terus saja menangis dan meminta agar Arya mengantarnya pulang kembali ke rumah neneknya.


Akhirnya dengan rasa terpaksa dan menyesal karena telah mengecewakan anaknya Arya pun mengantar Hanan kembali ke rumah neneknya untuk bertemu mamanya.


Setelah menempuh perjalanan selama berjam jam akhirnya Arya dan Hanan sampai di rumah makan Siti.


Hanan langsung turun dan berlari mencari mamanya.


"Mama, mama, hu hu hu"


Siti terkejut melihat Hanan sudah ada di depannya sambil menangis.


"Ada apa sayang?" Siti bertanya sambil menggendong anaknya.


"Hu hu hu, papa kemaren bilang mau nemenin aku bersepeda dan meminta ku menunggu di taman bersama Abang Anton. Aku nunggu papa lama banget dan papa gak datang datang"


Siti melirik ke arah Arya meminta penjelasan karena dia tidak tau kronologis yang sesungguhnya terjadi antara anak dan mantan suaminya.


"Kemaren itu kami berencana untuk bersepeda bersama di taman tapi, karena aku harus mengerjakan pekerjaan yang tidak bisa Anton kerjakan akhirnya kita batal pergi bersama.


Dan karena aku hanyut dalam pekerjaanku. Aku tidak tahu jika dia masih menungguku


di taman hingga malam hari bersama Anton, setelah Anton meneleponku aku baru ingat jika aku memintanya menemani Hanan. Ku kira dia sudah pulang ke rumah bersama Anton.


Dan karena dia marah sama aku, akhirnya ya begini, dia nangis nangis minta antar pulang.


Sayang maafin papa ya"


Siti menghembuskan nafasnya setelah mendengar penjelasan Arya.


Sementara Hanan masih menangis di pelukannya.


"Sayang, papa kan sudah minta maaf. Kamu maafin papa ya"


Siti mencoba untuk membujuk Hanan.


"Aku gak mau. Papa udah gak sayang aku!"


"Siapa bilang papa gak sayang sama kamu? Papa itu sayang banget sama kamu."

__ADS_1


"Papa gak sayang sama aku ma, papa gak pernah ajak kita pulang ke rumah lagi.


Papa juga gak mau tidur sama Hanan juga mama. Itu karena papa gak sayang lagi. Hu hu hu"


Hanan masih saja menangis, sedangkan Siti dan Arya tertegun dengan ucapan anak mereka. Hanan belum mengerti arti sebuah perceraian sehingga di bisa berkata seperti itu.


Siti berusaha untuk mendiamkan Hanan, hingga akhirnya Hanan tertidur di dalam pelukannya.


Arya sudah kembali ke hotel.


Siti kembali merenungi ucapan Andre dan juga Hanan.


jika Andre yang terkenal baik bisa berbuat salah akibat keegoisan kedua orang tuanya yang memilih berpisah dan jalan hidup mereka masing masing.


Siti menjadi berpikir apakah dia juga seperti itu yang memilih kebahagiaan untuk dirinya sendiri tanpa pernah bertanya kepada sang putra.


Siti tidak tahu harus berbuat apa sekarang.


Hatinya memang masih ada sedikit rasa kepada Arya, tidak mudah melupakan kenangan hidup bersama selama enam tahun. Sekarang Siti di lema, di sisi lain dia tidak ingin melihat anaknya terluka seperti ini yang setiap malam selalu bertanya tentang papanya yang tidak pernah ada bersamanya.


Siti selalu mencari alasan, dia tidak ingin anaknya bertambah terluka setelah mengetahui jika dia dan Arya sudah tidak bisa hidup bersama.


Sekarang apa yang harus Siti lakukan?


Siti menangis dalam diam. Meskipun dia terlihat sebagai wanita yang kuat namun dia juga butuh bahu seseorang untuk bersandar.


Arya yang terbaring menghadap langit langit hotel yang ada di dalam kamarnya, dia menitikkan air mata.


Dia tidak tau harus berbuat apa.


Dia tidak tau ika anaknya juga akan merasakan luka akibat dari kesalahannya.


Arya tidak tahu apa dia harus meminta Siti kembali kepadanya.


Jika dia meminta Siti kembali, apa Siti mau?


Itu lah yang Arya pikirkan. Kesalahan yang dia lakukan begitu besar.


Apakah masih pantas dirinya yang hina dina ini meminta seorang bidadari untuk tetap bersamanya.


Apakah masih ada harapan untuk mereka kembali bersama.


Arya tidak tau apa yang harus di lakukan saat ini.


Jika mengatakan bahwa dia dan Siti sudah berpisah dan tidak bisa kembali bersama lagi kepada Hanan, Arya takut jika sang anak semakin terluka dan akhirnya membenci dirinya.


Sungguh Arya tidak sanggup jika harus di benci oleh sang putra.

__ADS_1


__ADS_2