Pergilah Mas

Pergilah Mas
Bab 23


__ADS_3

Ketika istirahat di kamarnya, Siti masih kepikiran dengan siapa pria yang bernyanyi tadi siang, kenapa suaranya begitu mirip dengan pria yang pernah hadir di hidupnya dulu dan mereka selalu bersama sebelum pria itu pergi dan setelahnya menghilang bagai di telan bumi.


Jika itu benar-benar dia maka Siti akan membuat perhitungan dengannya yang telah menghilang tanpa dosa.


Sekarang Siti harus mencari tahu siapa laki-laki itu sebenarnya, Siti yakin jika laki-laki tersebut akan kembali ke sini dan dia akan langsung mendatanginya jika dia bernyanyi lagi, Siti harus memastikan semuanya dan dia benar yakin jika lelaki itu benar-benar dia.


Sekarang saatnya istirahat dan yang akan menjadi kasir di malam hari adalah Ari, mereka sudah sepakat jika Siti berjaga di siang hari maka malamnya Ari yang akan menjaganya.


Hanan juga ada di rumah makan dia tidak mau pulang ke rumah kakeknya dia bilang ingin terus bersama mamanya oleh karenya dia tidur bersama Siti.


...****************...


Arya masih berada di restoran sambil menghitung pemasukan dan pengeluaran bulan ini tanpa terasa jika hari sudah larut hanya tersisa dirinya karena semua karyawan sudah pulang. Arya memang selalu sibuk bekerja sekarang karena baginya pulang hanya sepi yang dia rasakan. Menjadi duda dan tak seorangpun yang menemaninya membuat dia begitu kesepian, untungnya dia selalu melakukan video call dengan Hanan sehingga bisa mengobati rasa rindu dan juga sepi yang di rasa.


Arya bertekad agar pekerjaannya bulan ini cepat selesai karena minggu depan dia akan menjemput Hanan yang akan mengambil raport dan setelah itu sekolahnya pun libur. Arya sungguh merasa rindu setelah terakhir bertemu saat acara pembukaan rumah makan Siti. Arya mendapat kabar dari Siti jika sekarang pengunjung yang datang ke rumah makannya sudah ramai, Arya senang mendengarnya.


Hari yang di tunggu-tunggu akhirnya tiba, Arya sudah memesan hotel meskipun orang tua Siti memintanya untuk tidur di rumah mereka saja, namun Arya menolaknya bukan karena Arya tidak mau namun dia tidak ingin jika kehadirannya nanti akhirnya membuat banyak mulut tetangga yang julid berkomentar yang buruk tentang mantan mertuanya.


Dan Arya sudah meminta izin kepada Siti untuk membawa Hanan ke rumahnya selama liburan sekolah dan Siti mengizinkannya karena bagaimanapun juga Hanan adalah anak Arya.


Hari ini Arya di minta oleh Siti untuk menemani Hanan mengambil raport, bukan karena Siti tidak peduli dengan sekolah anaknya tapi dia tau jika Arya dan Hanan saling merindukan jadi biarkan lah mereka menghabiskan waktu bersama.


"Pa, nanti kalau aku dapat juara aku mau minta hadiah dari papa, boleh?" Arya mengangguk.


"Tentu saja boleh, memangnya kamu mau minta hadiah apa dari papa?" Arya bertanya sambil menoleh ke arah sang anak karena saat ini dia sedang mengendarai mobil yang di pinjamkan oleh pak Ali mantan mertua kepadanya.


Arya jadi berpikir sebaiknya dia membelikan motor atau pun mobil yang nanti akan dia titipkan kepada Siti agar sewaktu-waktu dia ke sini ingin bertemu Hanan tidak perlu malu lagi meminjam kendaraan kepada Siti ataupun mertuanya.


"Nanti kalau aku dapat juara, aku mau papa membawaku ke pantai dan menemaniku melukis seperti dulu lagi"

__ADS_1


Arya terdiam mendengar permintaan sang putra bukan karena dia tidak sanggup mewujudkannya tapi karena dia memikirkan ucapan sang putra 'seperti dulu lagi' yang artinya sudah banyak sekali yang mereka lewati tanpa bersama, dan juga anak seusia Hanan di minta untuk mengerti dengan keadaan orang tuanya yang sudah berpisah.


"Ok, nanti kalau kamu mendapat juara papa akan membawamu ke mana saja kamu mau, sekarang kita sudah sampai"


Arya langsung memarkirkan mobilnya, lalu dia membawa Hanan masuk ke dalam sekolah. Banyak pasang mata yang memperhatikan Arya sehingga membuatnya merasa risih, Arya tidak suka menjadi perhatian orang-orang tapi mau bagaimana lagi karena wajah tampan dan juga tubuh atletisnya sehingga banyak pasang mata yang melihatnya terutama kaum ibu-ibu yang juga datang untuk mengambil raport anak mereka.


Hanya Arya laki-laki satu-satunya yang datang untuk mengambil raport, semuanya adalah para wanita.


Saat acara pengambilan raport di mulai semua wali murid duduk di kursi yang sudah di siapkan, Arya duduk di kursi yang paling depan karena jika dia duduk di belakang tentunya para ibu-ibu akan ikut menoleh kebelakang, kan lumayan bisa cuci mata hehehe...


Di samping Arya duduk seorang wanita yang memakai baju yang begitu terbuka untuk acara di sekolahan baju yang di pakainya lebih cocok di gunakan untuk acara ke klub begitu lah pikir Arya, selama menjadi istrinya Siti tidak pernah menggunakan pakaian seksi seperti wanita yang ada di sampingnya saat ini.


Arya merasa risih karena wanita itu terus saja mengedipkan matanya dan menggigit bibir bawahnya berharap agar Arya tergoda, yang ada Arya merasa wanita ini bukan seperti wanita yang akan mengambilkan raport untuknya tapi lebih mirip wanita penghibur.


Saat pemanggilan juara Hanan menempatkan posisi pertama dan Arya di minta maju ke depan untuk mengambil raport sang anak.


Ketika acara pengambilan raport selesai Arya bergegas membawa Hanan ke hotel untuk mengganti pakaian mereka dan setelah itu mereka akan langsung pulang ke rumah Arya.


Arya dan Hanan pun keluar dari hotel setelah berganti pakaian dan dengan membawa tas yang berisi pakaian Arya. Arya memang tidak membawa banyak pakaiannya karena dia memang hanya sebentar di sini bahkan Hanan pun tak Arya biarkan membawa sehelai kain pun karena nanti dia akan membeli pakaian untuk Hanan begitu sampai di rumahnya.


Arya memarkirkan mobil mantan ayah mertuanya di depan rumah makan Siti, sebab pak Ali mengatakan jika dia akan membantu Siti di rumah makan.


Hanan berlari masuk ke dalam dan mencari sang mama.


"Ma, ma, mama aku mau ikut pulang sama papa ya" teriak Hanan ketika melihat Siti yang berada di dapur.


Siti yang melihat kedatangan sang putra langsung menghentikan pekerjaannya dan berjalan menghampiri anaknya.


"Nanti kamu di sana jangan nakal ya, turutin apa kata papa, OK jagoannya mama" ucap Siti sambil mencolek hidung putranya.

__ADS_1


Hanan mengangguk, Arya datang menghampiri mereka berdua yang sedang duduk di taman.


"Nanti tolong kamu suruh Ari beli mobil untuk mas ya, nanti mas transfer uangnya soalnya mas gak ada waktu untuk membelinya sendiri" Siti mengerutkan dahinya saat mendengar perkataan Arya yang minta di belikan mobil.


"Beli mobil, memangnya untuk apa mas"


"Beli mobil buat mas lah, tapi nanti mobilnya mas titipkan di sini sama kamu"


"Loh aku kan punya mobil jadi buat apa mobil kamu di titipkan di sini?"


"Maksudnya mas beli mobil dan di titip di sini agar jika mas main ke sini untuk ketemu Hanan punya kendaraan sendiri fan bisa pergi ke mana aja yang Hanan mau"


"Kamu kan bisa memakai mobilku mas, mobil bapak juga ada jadi buat apa lagi kamu beli mobil"


"Mas malu jika harus minjam sama kamu apalagi sama bapak. Pokoknya nanti mas transfer uangnya ke rekening kamu"


"Terserah mas aja. Oh ya mas, kok baju Hanan gak kamu bawa sih?"


"Ribet, nanti kalau sudah sampai tinggal beli yang baru aja"


"Tapikan sayang uangnya mas, kamu boros banget jadinya. Udah beli mobil, eh anaknya malah di beliin baju baru, banyak itu pastinya"


"Boros buat anak gak apa-apa kali" ucap Arya sambil mengusap sayang kepala sang putra. Untungnya hubungan Arya dan juga Siti baik-baik saja setelah Arya melukai perasaannya sungguh bagi Arya Siti adalah wanita yang berhati mulia.


setelah mentransfer uang untuk membeli mobil Arya dan Hanan pun pamit kepada Siti dan orang tuanya, dia akan segera membawa Hanan ke rumahnya tentunya hal ini membuat Arya begitu bahagia.


**Anak adalah segalanya, semua akan di lakukan oleh orang tua, supaya anaknya bahagia meskipun dengan cara yang sederhana dan semampunya


mohon untuk terus memberi dukungannya🥰**

__ADS_1


__ADS_2