Pergilah Mas

Pergilah Mas
Bab 41 Tamat


__ADS_3

Setelah sarapan bersama, Siti memutuskan untuk pergi ke rumah makan yang sudah sangat lama tidak dia datangi semenjak kematian Hanan.


Dan selama ini Ari lah yang mengurusnya, karena kondisi sang kakak yang tidak memungkin kan untuk mengurusnya. Ari hanya berniat mengurusnya sementara sampai Siti kembali seperti sedia kala.


Namun nampak itu tidak akan terjadi karena Siti sudah menyerahkan rumah makan miliknya sepenuhnya kepada Ari. Dia ingin pergi menuntut ilmu agama dan Ari tidak bisa menolak permintaan sang kakak.


Siti datang ke rumah makan hanya untuk membereskan pakaian serta barang-barangnya yang ada.


Siti ingin menepi sejenak, dia akan mencoba berdamai dengan perasaannya.


Setelah selesai membereskan semua keperluannya, tidak terasa jika hari sudah siang.


Sekarang banyak yang datang untuk makan siang, termasuk tiga sekawan.


Ya, tiga sekawan siapa lagi kalau bukan Arya, Andre dan juga Rian. Meskipun Arya masih terlihat sedih namun Rian dan Andre selalu berusaha untuk menghiburnya.


Arya beruntung memilki teman seperti mereka, meskipun usia mereka di bawahnya.


Saat memasuki rumah makan mereka bertiga terkejut melihat wanita yang ada di depan mereka. Seorang bidadari dalam wujud manusia berdiri di depan merek sekarang.


Ditambah lagi sang bidadari memakai pakaian yang begitu indah, dia adalah Siti. Semua orang akan tentu akan memujinya, wanita yang cantik kini bertambah cantik setelah berhijab. Bahakan tiga sekawan tersebut tidak berkedip memandangnya.


"Kalian mau makan?"


Mereka akhirnya tersadar dan mengangguk.


"Ayo kita makan bersama"


Mereka mengikuti langkah Siti dari belakang.


Siti memilih untuk makan di dekat kolam ikan saja. Dia ingin suasana yang menenangkan.


Saat mereka sampai di tempat yang di tuju, pelayan langsung mengantarkan makanan dan minuman untuk mereka.


Mereka berempat makan tanpa mengeluarkan suara, hanya saja mereka mencuri pandang melihat kecantikan Siti siang ini.


Setelah selesai makan dan meja telah di bersihkan. Siti akan mengatakan kepada mereka jika dia akan pergi dan tidak tahu kapan akan kembali.


"Aku minta maaf jika selama ini aku ada salah kepada kalian bertiga. Terutama mas Arya. Aku minta maaf jika selama menjadi istrimu aku banyak melakukan kesalahan. Aku harap mas mau memaafkan ku."


"Kamu tidak pernah berbuat salah kepada mas. Selama ini mas lah yang berbuat salah dan menyakitimu, mas minta maaf."

__ADS_1


"Ini kenapa jadi acara maaf-maafan. Lebaran kan masih lama. Kamu juga Ti, seperti orang mau pergi saja."


Andre berkata sambil menyeruput kopinya.


"Aku memang mau pergi, dan belum tahu kapan akan kembali."


"Memangnya mbak mau pergi ke mana?" Rian bertanya karena dia penasaran akan pergi ke mana Siti.


"Aku akan pergi untuk memperdalam ilmu agama. Dan besok aku akan berangkat."


"Hah, besok. Kok kamu gak ngasih tau dari awal sih Ti."


Terlihat jika Andre ingin protes kembali, namun di tahan oleh Arya.


"Mas tau kamu ingin menenangkan diri sejenak.


Namun apa tidak sebaiknya kamu pergi bersama orang yang bisa menjagamu.


Mas tau selama ini mas banyak melakukan kesalahan. Namun apakah tidak ada kesempatan untuk kita kembali bersama. Mas akan menemani kemana pun kamu ingin pergi, termasuk untuk pergi memperdalam ilmu agama. Mas juga ingin belajar, apa tidak sebaiknya kita belajar bersama."


Siti menarik nafas dalam, dia sudah menduga jika Arya akan mengatakan ini. Sebenarnya Siti masih menyayangi Arya, namun dia tidak bisa untuk kembali bersama.


Siti berusaha untuk memberi pengertian kepada Arya.


Arya hanya mengangguk dan menunduk, dia sadar jika kesalahannya telah menanamkan rasa kecewa yang teramat sangat kepada Siti dan dia tidak akan memaksanya untuk menerimanya kembali.


"Baiklah, kita akan tatap menjadi teman. Apa pun yang kamu perlukan mas harap kamu tidak sungkan untuk mengatakannya kepada mas"


"Alhamdulillah."


Andre dan Rian mengucapkan hamdalah bersamaan. Mereka senang karena Siti menolak Arya setidaknya kesempatan untuk memiliki Siti masih ada.


"Kenapa kalian mengucapkan hamdalah?" Siti bertanya karena heran dengan keduanya.


"Jika kamu menolak mas Arya, itu artinya kami masih punya kesempatan untuk mendapatkan hati mu. Ya gak yan."


"Benar yang di katakan mas Andre, jika mbak Siti menolak untuk kembali bersama mas Arya, tentu mas Arya akan mengundurkan diri dan kami bisa berjuang untuk mendapatkan bidadari."


Siti tersenyum.


"Aku belum memikirkan hal itu."

__ADS_1


"Ya kan, siapa tahu mbak Siti berubah pikiran. Maka mbak Siti bisa memilih aku, walaupun saku masih muda tapi pikiran aku sudah dewasa. Aku tidak akan mendua dan akan menjadikan mbak Siti sebagai ratu di istanaku nantinya."


Andre langsung memukul bahu Rian.


"Wih, anak kecil sudah pandai ngegombal cewek nih. Belajar dari mana tong?"


"Aku belajar dari sang master Andre. Yang selalu melayangkan rayuan maut jika sudah bertemu mbak Siti selama ini."


"Aku gak pernah menggombal Siti. Aku mengatakan yang sejujurnya selam ini."


"Mas pikir aku tadi bohong apa. Aku juga mengatakan isi hati ku. Jika aku ingin menjadikan mbak Siti wanita pertama dan terakhir di hati ku ini."


Rian memukul kembali bahu Rian. Siti dan Andre yang melihatnya hanya tersenyum.


Hari ini mereka menghabiskan waktu bersama dengan bercerita tentang kehidupan masa lalu mereka. Bahkan Andre dan Rian terus saja menggoda Arya dengan mengatakan jika dia dia adalah suami yang bodoh karena telah menyia-nyiakan bidadari pergi dari sisinya. Arya yang kesal dengan tingkah mereka berdua menjitak kepala mereka masing-masing sehingga menimbulkan bunyi aduh dari keduanya. Siti tertawa melihat tingkah mereka. Bahkan tiga sekawan tersebut juga tertawa karena kekonyolan dan mendengar cerita hidup mereka tentang kehidupan mereka selama ini.


****


keesokan harinya Siti sudah bersiap untuk pergi. Andre, Arya dan Rian juga hadir.


Mereka bertiga yang akan pergi mengantarkan Siti bersama ibu Samsiah.


Pak Ali dan Ari tidak bisa meninggalkan rumah makan jadi mereka tidak ikut.


Setelah acara perpisahan singkat itu selesai mobil yang di kendarai oleh Rian mulai melaju.


Tempat yang akan mereka tuju cukup jauh, namun mereka lebih memilih mengantar Siti menggunakan mobil saja agar waktu mereka bersama lebih lama.


Setelah menempuh perjalanan yang cukup melelahkan akhirnya mereka sampai di tempat yang di tuju.


Tempatnya memang jauh dari pusat perkotaan namun di sini terasa sejuk dan menenangkan bagi orang yang tinggal di sini.


Siti pamit pada mereka semua dan memeluk sang ibu yang terus saja menangis.


Siti ingin menata hidupnya menjadi yang lebih baik lagi. Baginya tidak ada kata terlambat untuk berubah, setiap manusia mendapat cobaan kehidupannya masing-masing. Tinggal kita lagi agar ikhlas menghadapi semuanya.


TERIMA KASIH UNTUK SEMUANYA YANG TELAH MENDUKUNG KARYA AUTHOR YANG MASIH AMATIR INI.


MOHON MAAF JIKA TERDAPAT KATA-KATA YANG SALAH.


SALAM MANIS UNTUK SEMUANYA🥰🥰🥰

__ADS_1


__ADS_2