
Malam harinya Siti mengirimkan undangan untuk Arya agar mau datang ke acara pembukaan rumah makannya besok dengan cara mengirimkan pesan kepada Arya.
Sementara itu Arya yang mendapatkan undangan dari Siti untuk datang ke acara pembukaan rumah makannya besok merasa senang dan Arya mengatakan jika dia akan datang sehari sebelum acara pembukaan tersebut dengan alasan agar punya waktu lebih banyak untuk bermain bersama putranya dan Siti tidak melarang akan hal itu.
Arya mengakui jika dia begitu rindu kepada Siti dan juga anaknya namun dia sadar sekarang dia dan Siti hanyalah sebatas teman bukan lagi menjadi teman hidup melainkan teman yang ada untuk membesarkan sang putra. Jika mengingat akan hal itu Arya merasa begitu bodoh, sekarang nasi sudah menjadi bubur dan dia tidak akan memaksa Siti untuk kembali kepadanya karena bisa untuk tetap berkomunikasi dan bertemu sang putra baginya itu sudah cukup karena dia sadar kesalahannya terhadap Siti begitu fatal.
...****************...
keesokan harinya Siti dan ibu Samsiah pergi ke pasar untuk membeli peralatan apa saja yang belum tersedia di rumah makannya, sementara itu untuk para karyawannya Siti minta kepada mereka untuk datang ke rumah makan hari ini untuk membantu segala persiapan untuk acar pembukaan besok bahkan bukan hanya mereka saja yang datang namun orang tua mereka juga datang untuk membantu Siti, mereka yang selama ini selalu di bantu oleh ibu Samsiah dan juga pak Ali merasa bersyukur karena anak mereka bisa bekerja untuk rumah Siti mereka tahu bagaiman baiknya pak Ali dan keluarganya maka mereka tidak segan untuk datang membantu.
Jika bapak-bapak sibuk dengan merapikan meja dan juga mengangkat barang-barang yang berat sementara yang perempuan sibuk di dapur mempersiapkan segala keperluan masak untuk besok. Arya sudah datang sehari sebelum pembukaan, bahkan Arya tiba habis magrib dan langsung mampir ke rumah Siti terlebih dahulu untuk bertemu mantan mertuanya agar silaturrahmi tidak terputus meskipun semua kesalahan ada pada Arya dan niatnya juga untuk menjemput sang putra dan membawanya ke hotel tempat yang sudah Arya pesan untuk beberapa hari ke depannya.
Siti pun mengizinkan Arya membawa Hanan untuk ikut dengannya karena Siti tahu sakitnya menahan rindu kepada orang berarti dalam hidup kita.
Bari yang di tunggu-tunggu telah tiba nanti setelah sholat juma'at Siti akan mengadakan tasyakuran di rumah makannya bahkan pak Ali di minta untuk membawa seorang ustadz untuk memimpin acara nantinya bahkan ibu Samsiah pun telah mengajak para tetangganya untuk datang ke acara pembukaan siang ini. Memang kita tidak bisa memaksa orang untuk menyukai apa yang kita suka seperti ibu Rahmi yang tentunya masih eksis dengan julid yang sudah mendarah daging di tubuhnya hehehe...
Suasana di rumah makan makin sibuk saja apa lagi ketika para lelaki sudah pergi ke masjid dan tinggal para wanita saja tentunya akan bertambah pekerjaan mereka jika para ibu-ibu sibuk di dapur menyiapkan makanan maka para karyawan Siti yang perempuan sibuk menata meja agar rapi dan jiga bersih, mereka meletakkan setiap minuman di meja pengunjung. Siti dan para ibu-ibu memang menyediakan makanan dalam bentuk prasmanan tujuannya agar mereka bisa memilih makanan apa saja yang mereka sukai.
__ADS_1
Setelah semuanya siap mereka pun bergegas membersihkan diri karena tidak mungkin dong menyambut tamu tampilan kucel apalagi kita mau jualan makanan yang ada pada kabur pembelinya melihat penjualnya kucel.
Setelah sholat jum'at pak Ali datang dengan membawa seorang ustadz untuk memimpin acara, para karyawan laki-laki setelah pulang dari masjid bergegas masuk ke kamar yang telah di sediakan untuk mengganti pakaian mereka dan tugas mereka adalah memperhatikan kendaraan yang masuk ke dalam rumah makan. Sedangkan yang perempuan di tugaskan untuk melihat jika makan yang ada di meja prasman sudah habis agar langsung mengambilnya di dapur supaya para pengunjung tidak kecewa semua orang sibuk bekerja bahkan beberapa papan ucapan selamat yang terbuat dari karangan bunga sudah berjejer di luar rumah makan. Siti begitu senang melihat antusias orang-orang yang datang untuk mencoba makanannya, Hanan tetap bersama Arya karena Siti begitu sibuk dan juga Ari tidak bisa menjaga Hanan untuk sekarang lagian Arya kan memang bapaknya itu yang di pikir oleh Ari.
Arya membawa Hanan ke taman bermain yang sudah tersedia di rumah makan tersebut sungguh dia pun begitu takjub dengan keindahan rumah makan milik Siti. Saat sedang menemani Hanan tiba-tiba Rian menghampiri Arya.
"Mas, boleh saya duduk di sini"
"Oh silahkan, kamu temannya Ari kan?" tanya Arya, sementara Rian tersadar dari lamunannya dia tadi sempat mengagumi jika Arya memang tampan dan memiliki badan yang kekar terlihat otot yang mengintip dari lengan baju pendek yang Arya kenakan.
"Eh, iya mas saya temannya Ari. Kenalkan nama saya Rian mas" ucap Rian sambil mengulurkan tangannya kepada Arya.
"Saya Arya, papanya Hanan" Arya menjawabnya dengan ramah karena selam ini Arya memang selalu ramah kepada siapapun. Tidak ada yang mereka obrolkan setelah berkenalan karena Hanan meminta Arya untuk menemaninya bermain.
Melihat interaksi ayah dan anak tersebut membuat Rian ingin ada di posisi Arya namun dengan tetap di dampingi Siti tentunya.
Karena melihat kedekatan Arya dan Hanan membuatnya ingin secepatnya mengutarakan niatnya kepada Siti namun Arya masih ragu dia takut jika Siti menolaknya dan lebih memilih kembali bersama mantan suaminya apalagi mereka punya anak. Sekarang Rian tidak mau memikirkan hal itu yang harus di lakukan sekarang adalah bagaimana membuat Siti nyaman saat berada di dekatnya dan mau menjadi miliknya, Rian tidak pernah mempersalahkan umur Siti yang hanya dua tahun lebih tua darinya namun dari wajah Siti tidak sekalipun terlihat jika dia lebih tua dari Rian. Banyak orang-orang menganggap Siti adalah adik Ari karena wajahnya yang baby face sementara Ari memiliki postur tubuh yang besar dan juga tinggi Siti pun jika berdiri di dekat Ari hanya sebatas dadanya saja. Keuntungan buat Ari memiliki kakak yang mempunyai wajah baby face adalah untuk menjadi pacar pura-pura nya jika ada yang mendekatinya namun Ari tidak menyukainya maka sang kakak lh yang menjadi tumbal sebagai pacarnya.
__ADS_1
Siti yang sibuk dengan kegiatannya tidak
sedari tadi ada yang memperhatikannya bah sambil tersenyum bahkan diam-diam dia memotret Siti yang masih sibuk dengan mengurusi para tamu. Bahkan ibu Rahmi dan juga para ibu-ibu tetangga rumahnya pada datang, Siti sebagai tuan rumah menyambut mereka.
"Selamat datang ibu-ibu terima kasih sudah mau datang ke acar tasyakuran ini"
"Saya kalau gak di ajak oleh ibu-ibu ini mana mau saya datang, kamu kan janda bisa saja saat orang-orang sibuk menikmati makanan kamu nya sibuk menggoda laki-laki yang ada di sini" ucap ibu Rahmi dengan ketus.
Sabar Siti sabar, orang sabar gak boleh bar bar
"Wah ibu Rahmi selalu tau deh apa kemauan saya, ya sudah sekarang ibu makan aja sepuasnya saya mau mencari laki-laki yang mau saya goda atau mereka yang tergoda dengan pesona saya. Ibu jangan cemburu ya jika nanti anak laki-laki dan juga suami ibu naksir saya, bye" setelah mengatakan itu Siti pun pergi meninggalkan ibu Rahmi dengan wajah yang memerah seperti kepiting rebus. Sementara itu sang lelaki yang memperhatikan Siti dari kejauhan tersenyum melihat semua tingkah laku Siti.
Siapakah sebenarnya lelaki tersebut?
**Bukan keinginan setiap wanita untuk menjadi janda tapi karena keadaan yang memaksa. Tapi kenapa setiap janda selalu di pandang sebelah mata, apakah semua salah wanita jika dia menjadi janda, coba seandainya itu adalah anda apa yang akan anda lakukan jika menjadi janda. Apakah anda sanggup menerima hujatan dan juga cercaan dari mereka yang selalu merasa benar.
Berpikirlah sebelum berkata, apakah perkataan anada meninggalkan jejak luka atau tidaknya jangan berkata sesuka hati anda.
__ADS_1
mohon untuk terus dukungannya ya..🥰🥰**