Pergilah Mas

Pergilah Mas
Bab 24


__ADS_3

Arya sampai di rumahnya dengan selamat, semetara Hanan tertidur pulas di pangkuannya.


Arya sudah meminta Anton untuk membeli pakaian untuk Hanan ketika mereka akan berangkat dari rumah Siti. Arya melakukan hal itu agar nanti jika sudah sampai di rumah nya Hanan bisa beristirahat dulu dan besok dia akan mengajak untuk membuat jadwal selama mereka liburan nanti.


Keesokan harinya Arya mulai mengajak Hanan untuk membuat jadwal untuk mereka selama liburan tapi Hanan tidak mau melakukan semua itu, yang terpenting baginya adalah bersama papanya.


Akhirnya Arya mengajak Hanan ke pantai karena Hanan pernah meminta kepadanya untuk di ajak ke pantai.


"Jagoan papa kita hari ini akan pergi ke pantai, apa kamu sudah siap?"


"Siap papa, ini aku udah bawa mainan aku untuk bikin istana pasir dan juga aku sudah bawa kacamata hitam seperti punya papa"


"Baiklah sekarang kita berangkat"


Arya mengajak Hanan masuk ke dalam mobil dan mereka pun langsung berangkat menuju pantai.


Sesampainya di pantai Arya dan Hanan melihat orang-orang banyak banget karena sekarang anak-anak libur sekolah, hal ini membuat mereka merasa ragu apa harus menghabiskan waktu bersama di pantai atau mencari tempat lain lagi.


"Sayang, sekarang kamu mau apa? Lanjut main di pantai atau kita cari tempat yang lain lagi" Arya sungguh tidak menyangka jika pantai yang mereka kunjungi akan seramai ini dan Arya tahu jika Hanan tidak terlalu suka keramaian, Hanan lebih suka jika tempat yang dia kunjungi sedikit pengunjung karena hal itu tidak akan membuatnya berdesakan dengan orang-orang.


"Emang papa mau ngajak aku ke mana jika aku tidak mau ke sini"


"Hm" Arya berusaha memikirkan tempat yang bagus untuk sang putra.


Dan akhirnya Arya hanya mengangkat kedua bahunya pertanda jika dia tidak tau atau entahlah.


"Kita ke taman aja sekarang pa, besok lagi aja kita main ke sini"


Akhirnya Arya dan Hanan pergi meninggalkan pantai dan pergi menuju taman yang ada di dekat sini.


...****************...


Di sisi lain Siti lagi duduk di meja kasir menunggu jika ada pengunjung yang selesai makan dan membayarnya.


Tiba-tiba saja Rian datang menggunakan motor sportnya.


"Hai mbak Siti, apa kabar?"

__ADS_1


"Kabar baik, tumben udah lama gak main ke sini, ke mana saja kamu?"


"Aku beberapa waktu ini lagi sibuk dan projek mbak"


"Projek nyari calon istri ya"


"Gak mbak, aku udah punya calon. Tapi aku gak tau apa dia mau sama aku atau gak" Rian berkata sambil menarik kursi dan duduk di depan Siti.


"Kenapa gak kamu coba aja ngasih tau sama dia jika kamu itu suka sama dia"


"Aku masih nunggu waktu yang tepat mbak"


"Siapa memangnya wanita yang sudah membuatmu jatuh hati itu"


"Kamu mbak"


"Eh, kamu jangan bercanda ya, mbak ini lebih tua dari kamu"


"Memangnya jika kita seumuran emang mbak mau terima aku" Rian mengucapkannya sambil menatap wajah Siti.


"Ya gak gitu sih. Kamu ya, bercanda ada-ada aja"


Siti terdiam mendengar ucapan Rian, yang di pikirkan oleh Siti jika dia beneran nikah sama Rian tentunya ratu julid pasti akan menyebarkan gosip yang tidak-tidak lagi tentangnya, memang Siti tidak terlalu memikirkan itu tapi entah dengan Rian jika sampai hal yang tidak-tidak terdengar olehnya.


"Hello, mbak"


Rian melambaikan tangannya di depan Siti melihat Siti yang sedang melamun. Siti tersadar dari lamunannya ketika Arya menyentuh tangannya.


"Mbak lagi mikirin jawaban dari perkataanku ya" Rian berusaha mencairkan suasana, Siti hanya menanggapinya dengan senyuman.


"Apaan sih, mbak itu cuma lagi mikir kamu itu kesambet apa, kok bisa-bisanya ngomong seperti tadi"


Rian menghembuskan nafasnya dia tau jika ini akan terjadi, Siti tidak percaya jika apa yang dia katakan barusan bukanlah bercanda tapi dia serius ingin menjadikan Siti pendamping hidupnya.


Karena merasa dirinya sedikit ingin marah, ingat hanya sedikit gak banyak-banyak ya. karena Siti tidak percaya dengan apa yang dia ucapkan akhirnya mengalihkan pikirannya kepada jus jeruk agar bisa mendinginkan hatinya.


Setelah meminum jus jeruk, Rian menatap Siti dengan tajam. Siti menjadi grogi sendiri ketika di tatap oleh Rian seperti itu.

__ADS_1


"Ngapain kamu ngeliatin mbak gitu?"


"Mbak, kalau seandainya aku beneran melamar mbak, apa mbak akan menolak ku karena umur ku lebih muda dari pada mbak?"


"Itu salah satunya"


"Terus hal apa lagi yang membuat mbak menolak ku?"


"Karena kamu kere" Siti tertawa terbahak-bahak dengan apa yang dia ucapkan, Siti langsung menghentikan tawanya ketika melihat Rian hanya diam.


"Rian maafin mbak ya, mbak gak bermaksud untuk nyakitin kamu mbak tadi hanya bergurau" Siti takut jika Rian merasa sakit hati dengan apa yang di ucapkannya barusan. Siti hanya ingin mencairkan suasana.


"Gak apa-apa mbak, aku udah biasa di bilang kere.Tapi gak perlu takut jika menikah sama aku nanti karena aku akan selalu memenuhi kebutuhan mbak"


Rian mengatakan yang sebenarnya, jika seandainya Siti menikah dengannya tak akan dia biarkan Siti dan Hanan kelaparan di rumahnya. Dan Rian tidak akan meminta uang hasil usaha Siti karena penghasilannya sendiri sudah cukup untuk menghidupi janda dengan satu anak ini.


"Kalau mbak minta rumah baru, mobil baru apa kamu juga sanggup membelikannya untuk mbak"


"Jangankan rumah dan mobil, jika mbak meminta untuk di buatkan villa mewah pun aku sanggup"


Siti terdiam mendengar ucapan Rian, tapi dia harus pura-pura biasa saja.


"Kamu tau kan jika mbak ini matre"


"Bukan hanya mbak yang matre, tapi semua wanita memang menginginkan kehidupan yang lebih baik dan terjamin. Apa lagi kebutuhan wanita lebih banyak dari kami kaum para lelaki. Jika mbak tidak percaya dengan ucapan ku yang sanggup memenuhi semua yang mbak inginkan, mbak boleh bertanya kepada Ari siapa aku sebenarnya"


Rian kembali meminum jus jeruk miliknya.


"Baiklah, nanti mbak akan bertanya kepada Ari siapa kamu sebenarnya. Apakah kamu manusia atau jelmaan dewa ya kan"


Akhirnya Rian dan Siti tertawa bersama sungguh Rian ingin waktu berhenti saat ini. Di a sungguh senang melihat Siti tertawa seperti sekarang.


Tanpa mereka sadari jika dari kejauhan lelaki misterius tersebut melihat Siti tertawa bahagia bersama Rian membuta hatinya sedikit cemburu.


"Andai saja aku yang ada di sana, yang melihatmu tertawa bahagia tentu aku akan sangat senang. Apakah ada harapan ku untuk memilikimu Siti" ucap lelaki tersebut di dalam hatinya.


Makanya cepetan tunjukkan dirimu kepada Siti, biar kamu bisa melihatnya dari dekat bukan hanya melihatnya dari kejauhan. Hehehe...

__ADS_1


Mohon untuk terus memberi dukungannya🥰🥰🥰


__ADS_2