Pergilah Mas

Pergilah Mas
Bab 29


__ADS_3

Siti merasa rindu kepada Hanan, bukan hanya dia saja tapi orang tuanya juga Ari merindukan Hanan.


Tapi Siti tidak bisa memaksa Arya untuk mengantar Hanan pulang karena Masih ada beberapa hari lagi sebelum masuk sekolah kembali.


Siti tidak ingin menjadi ibu yang egois terhadap anaknya.


Ketika Siti sedang bersiap-siap pergi untuk menyenangkan hati perempuan dengan berbelanja kebutuhan pribadinya, Siti melihat ada seseorang memakai Hoodie turun dari sebuah mobil mewah keluaran terbaru.


Melihat itu Siti segera bersembunyi dia harus bisa mengungkapkan siapa sebenarnya pria misterius tersebut.


Pria yang selama ini selalu membuatnya bertanya-tanya.


Ketika sang pria memasuki restoran Siti segera bersembunyi ke dapur dia yakin jika lelaki ini akan bernyanyi lagi.


Siti akan mengungkapkannya sebelum lelaki itu bernyanyi sebab dia tidak ingin mati penasaran hehehe...


Ketika lelaki tersebut hendak menaiki panggung, tiba tiba Siti menarik baju belakang lelaki tersebut sehingga membuatnya menoleh ke arah Siti.


Siti langsung melepaskan topi dan juga kacamata hitam yang di pakai lelaki tersebut.


Ketika Siti membuka kacamatanya sang pria hanya tersenyum sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


Siti yang melihat siapa lelaki tersebut langsung menariknya menjauh dari


panggung dan membawanya ke pinggir kolam ikan.


Sang pria yang melihat bagaimana Siti menariknya berdoa berharap agar Siti tidak marah kepadanya.


"Duduk" sang pria duduk di tempat yang di tunjukkan oleh Siti.

__ADS_1


Dia tau dia salah dan Siti akan memarahinya panjang kali lebar.


Sungguh dia yang ingin membuat kejutan untuk Siti, malah dia yang terkejut dengan kedatangan Siti.


Siti menatap pria di depannya dengan tajam.


Tiba-tiba Siti berdiri.


Plak Plak


Terdengar seperti suara tangan yang yang mendarat di tubuh seseorang.


Ya, Siti memukul bahu pria tersebut dengan sepenuh tenaganya hingga membuat sang pria meringis.


"Sakit Ti, pukulan mu gak pernah berubah ya. Kamu memang orang yang kejam"


Siti hanya tersenyum sinis mendengar ocehan pria yang ada di depannya.


Sekarang kamu tiba-tiba muncul di depanku setelah beberapa kali membuatku penasaran siapa sebenarnya penyanyi yang memakai Hoodie yang selalu datang ke sini.


Kamu membuatku kembali mengingatmu, dan jika aku ingat kamu ingin rasa aku pukul kamu dengan panci."


"Jangan marah. Itukan masa lalu. Aku minta maaf ya" sang pria mencoba memegang tangan Siti namun dengan secepatnya Siti menepisnya.


"Minta maaf setelah bertahun-tahun menghilang dan sekarang datang tiba-tiba. Teman macam apa kamu! Sungguh aku sekarang ini ingin mencakar-cakar wajahmu Andre."


Ya, lelaki misterius yang beberapa waktu ini membuatnya penasaran adalah Andre. Sahabatnya sejak dia bersekolah SMP. Andre adalah anak orang kaya dan juga pengusaha, namun Andre lebih memilih untuk sekolah di tempat Siti sekolah yang biasanya di huni oleh anak anak dengan ekonomi ke bawah.


Andre tidak mau sekolah di sekolahan elite. Dia ingin menjadi dirinya sendiri tanpa ada orang yang mengetahui identitas aslinya.

__ADS_1


Andre adalah satu murid berprestasi di sekolahnya dan yang menjadi pesaingnya adalah Siti. Mereka berteman ketika Andre pindah ke sekolahnya. Setelah lulus SMP mereka juga memutuskan untuk masuk SMA yang sama juga sehingga mereka tetap menjadi pesaing dalam setiap perlombaan dan juara di kelas, mereka berdua bahkan sering mewakili sekolahnya.


Hanya Siti lah yang mengetahui jika Andre adalah anak orang kaya.


Di sekolah Siti dan Andre di anggap cocok menjadi sepasang ke kasih namun mereka tidak pernah menanggapi hal tersebut, walau sebenarnya Andre memang menyukai Siti tapi, dia tidak mau Siti menjauhinya hanya karena perasaanya.


Andre memiliki wajah yang tampan, sehingga dia selalu menggunakan ketampanannya untuk memikat para cewek. Dan karena ketampanannya jugalah membuat Andre selalu di sanjung dan di idolakan oleh semua wanita.


Setiap harinya Andre akan mendapatkan begitu banyak makanan dari para fans-nya.


Jika makanan yang di dapat sangat banyak maka dia akan membagikan kepada teman-temannya.


Siti bahkan tidak luput dijadikan sebagai perantara oleh siswi yang tergila gila kepada Andre.


Sebab banyak di antara mereka memintanya untuk memberi hadiah ataupun surat cinta kepada Andre.


Hal itu terkadang membuatnya lelah, tapi dia juga senang melakukannya karena setiap makanan yang mereka beri kepada Andre maka Andre akan meminta Siti memakannya ataupun membawanya pulang.


Bukan karena Siti tidak mampu untuk membeli namun dari pada Munbadzir lebih baik dia yang mengambilnya dan kemudian di berikan kepada para pemulung.


Dan karena hal ini juga membuatnya bisa menabung dan juga bisa menghemat uang jajannya.


Seperti kata pepatah sekali dayung dua pulang terlewati.


Begitulah yang ada di pikiran Siti, selain mendapatkan makanan dia juga tidak perlu mengeluarkan uangnya untuk membeli makanan di kantin, hal ini terjadi tentunya tanpa sepengetahuan fans Andre.


Jika sampai mereka mengetahuinya tentunya Siti akan di labrak oleh mereka untungnya sampai mereka lulus sekolah tidak ada satupun diantara mereka yang mengetahui akan hal ini.


Siti benar benar marah dan kecewa kepada Andre sebab dulu setelah lulus sekolah dia menghilang tanpa jejak.

__ADS_1


Rumah Andre pun dia datangi, namun tidak satupun penghuni rumah itu mau memberi tahunya ke mana Andre pergi.


Dan setelah itu tidak ada lagi kabar tentang Andre. Dia menghilang bagai di telan bumi, teman yang selalu bersamanya setiap hari pergi meninggalkannya tanpa mengucapkan kata pamit.


__ADS_2