Pergilah Mas

Pergilah Mas
Bab 6


__ADS_3

keesokan harinya, kabar tentang perceraian Siti dan Arya sudah tersebar, banyak orang yang tidak menyangka jika mereka memilih bercerai. Mereka selama ini tau jika Arya selalu mengantar Lilis ke rumah selepas bekerja di restoran.


Mereka sungguh tidak menyangka jika Arya mau melepaskan Siti dan lebih memilih untuk tetap bersama Lilis.


Bahkan para karyawan restoran pun merasa sedih setelah mendengar kabar tentang perpisahan bos mereka.


Mereka semua begitu menyukai Siti yang selalu ramah, tidak pernah sekalipun Siti memarahi mereka. Jika diantara mereka ada yang melakukan kesalahan maka Siti akan menegurnya dengan cara yang lembut.


...----------------...


Siti mulai mengemas pakaiannya dan mulai memasukannya ke dalam koper. Dan Siti pun mulai memilih barang-barang apa saja yang akan ia bawa.


Siti tau ini tidak lah mudah untuknya dan juga untuk Arya, namun harus bagaimana lagi takdir seseorang siapa yang tahu. Dia hanya berharap agar setelah ini ia dan anaknya mendapatkan kebahagiaan yang lain.


Hanan yang melihat ibunya mulai mengemaskan pakaian mereka hanya diam dan terus menatap sang ibu. Siti yang melihat keberadaan anaknya langsung menghampirinya.


"Sayang hari ini kita pindah ke rumah nenek ya, kamu juga akan mulai bersekolah di sana, dan di rumah nenek kamu akan memiliki banyak teman. jadi, kamu bisa bermain bersama mereka ya" ucap Siti sembari mengecup kepala sang anak.


Ia pun mulai melanjutkan pekerjaannya, untuknya sang anak sudah bisa mulai mengerti jika mama dan papanya tidak bisa bersama lagi.


Tidak terasa hari sudah sore Siti pun langsung menarik semua kopernya ke luar rumah, di sana sudah ada mobil yang akan membantu mereka membawa barang-barangnya.


para tetangga yang melihat Siti yang sudah akan pergi menghampirinya. Mereka mencoba menguatkan Siti. Siti tersenyum ternyata masih banyak orang yang peduli kepadanya.


setelah acara pamitan dengan tetangga selesai Siti dan anaknya langsung masuk ke dalam mobil.


"Pak nanti kita mampir dulu ke restoran mas Arya ya pak. saya mau mengembalikan kunci rumah ini" ujar Siti kepada sang sopir.


"Baik buk" jawab sang sopir sambil menganggukkan kepalanya.


Sesampainya di depan restoran mobil pun berhenti dan Siti keluar dari dalam mobil, dan melangkah pasti ke dalam restoran dengan tangan kirinya yang terus menggandeng sang anak.

__ADS_1


Sesampainya di dalam restoran, nampak Arya yang terlihat kusut duduk di belakang meja kasir. Arya terkejut melihat Siti dan anaknya, ia tidak menyangka jika Siti masih mau menemuinya mengingat kesalahan yang telah dia perbuat begitu besar.


"Mas Arya ini kunci rumah, aku kembalikan kepadamu" ucap Siti sambil meletakkan kunci rumah di atas meja.


"Kenapa kamu mengembalikan kunci rumah ini kepadaku, bukankah semalam sudah aku katakan bahwa rumah ini akan menjadi milik anak kita." Arya terus memeluk dan menciumi sang anak.


Siti tau jika Arya begitu menyayangi dia dan anaknya, namu karena rasa peduli yang berlebihan lah yang menjadi bumerang di dalam rumah tangga mereka.


"Mas, ambil lah kunci rumah ini! jika memang rumah ini milik anak kita rawatlah dengan baik, agar kelak jika dia sudah besar dia tau bahwa kamu begitu menjaga miliknya! ucap Siti.


"Baiklah" Arya mengambil kunci dan memasukkannya ke dalam saku celananya.


"Akan aku rawat apa yang menjadi milik anakku" lanjut Arya.


"Baiklah mas, kalau begitu aku mau kebelakang dulu, aku mau berpamitan sama karyawan yang ada di belakang"


Arya hanya mengangguk, dan Siti pun berjalan menuju tempat berkumpulnya karyawan.


Anton yang melihat Siti langsung memanggil teman-temannya.


mereka yang mendengar teriakan Anton langsung mendekat, yang perempuan langsung memeluk Siti


"Mbak, kami pasti akan sangat merindukan mbak Siti" ucap Lina.


"mbak jangan lupakan kami ya" kali ini Rini yang bersuara sambil terisak.


Siti tersenyum mendengar ucapan mereka, hanya ada satu orang saja yang tidak suka melihat Siti di perlakukan begitu istimewa oleh mereka siapa lagi kalau bukan Lilis.


"Kalau mau pergi ya pergi aja, ngapain juga masih ke sini, bilang aja kalau mau caper sama Mas Arya! Lilis mengatakan itu sambil memandang sinis ke arah mereka.


"Mbak Lilis jadi orang makanya jangan suka sirik, suka-suka kita mau ngapain!"

__ADS_1


Anton memang terkenal cerewet, jika tidak suka maka dia akan terang-terangan menunjukkan rasa tidak sukanya itu.


"Hei Anton, jaga kalo ngomong ya, nanti kamu saya pecat baru tau rasa! Lilis mengucapkannya sambil menunjuk ke arah Anton.


"uuhhh, takutnya" ucap Anton sembari membuat ekspresi takut.


"mbak Lilis yang terhormat, di rumah punya kaca gak? kalo gak punya biar saya beliin. situ belum jadi istri pak Arya udah sok sok-an mau main pecat aja. Ngaca dong mbak! meskipun mbak tetap menikah sama pak Arya tapi buk bos kami tetap mbak siti, paham!


Anton pun tidak mau kalah, ia mengatakan itu semua sambil bertolak pinggang.


"Awas aja kamu Anton" ucap Lilis dengan marah sambil meninggalkan mereka.


"Udah gak usah di ladeni orang seperti dia, yang penting kalian tetap bekerja dengan sungguh-sungguh. Lilis tidak akan bisa memecat kalian seenaknya." ujar Siti kepada mereka. Mereka semua mengangguk.


"Ya sudah sekarang mbak pergi dulu ya, jaga diri kalian baik-baik OK."


Setelah mengatakan itu, Siti pun meninggalkan mereka, ia berjalan menuju Arya yang sedang bermain bersama Hanan. Ada perasaan sedih ketika melihat itu, namun takdir sudah berjalan sesuai alurnya.


Siti berjalan menghampiri mereka.


"Hanan kita ke rumah nenek sekarang ya! salim dulu sama papa sebelum kita pulang!.


Hanan langsung mengecup punggung tangan kanan Arya, dan Arya langsung mencium dan memeluk tubuh sang putra, seakan-akan tidak mau berpisah.


"Mas kami permisi dulu ya" ucap Siti.


Arya hanya mengangguk dan tidak dapat menahan air mata yang berjatuhan di pipinya.


Siti berusaha untuk tidak menangis, bagaimana pun ia telah cukup lama hidup bersama Arya dalam sebuah rumah tangga. Ada rasa sesak di hati, namun lebih kepada rasa merelakan, dai pada bersama tapi terus tersakiti, lebih baik berpisah saja.


Lilis yang melihat itu merasa jengah. Ia pun berlalu meninggalkan Arya yang masih setia menatap kepergian mobil yang membawa pergi anak dan mantan istrinya itu.

__ADS_1


**hai readers👋sehat sehat terus ya...


mohon untuk terus mendukung karyaku ya jangan lupa tinggalkan jejak like dan komentarnya ya🤭🤭🤭**


__ADS_2