
Warga akhirnya membawa pak Abdul dan juga Rani ke balai desa. Ibu Rah mi juga turut ikut dengan dipapah oleh ibu Ani.
Sungguh hal ini menghebohkan semua orang.
Apalagi pak Abdul yang terkenal ramah kepada semua orang bisa berbuat hal seperti ini.
Setelah kepergian semua orang para pengunjung melanjutkan acara makan mereka yang sempat tertunda karena masalah pak Abdul dan Rani.
Semua orang masih terus membicarakan hal ini. Sementara itu Arya dan teman teman seperjuangannya untuk mendapatkan cinta Siti memilih untuk duduk kembali di tempat mereka.
Namun sayang karena, terlalu fokus memperhatikan keributan yang ada mereka meninggalkan Hanan bermain sendirian.
Saat melihat sekeliling area taman, Arya tidak melihat Hanan, hal itu membuat dirinya panik.
"Hanan, kamu di mana sayang?"
Arya bangkit dari kursinya dan mulai memanggil Hanan. Andre, Rian dan juga Ari akhirnya sadar jika mereka telah melupakan dan meninggalkan Hanan bermain sendirian.
Mereka berempat mencoba mencari Hanan di sekitar rumah makan namun tetap dalam keadaan tenang. Mereka tidak mau membuat pengunjung khawatir terlebih lagi jika Siti mengetahui akan hal ini.
Mereka berpencar untuk mencari Hanan, bahkan Andre mencari hingga ke luar rumah makan, mungkin saja tadi Hanan juga ikut keluar tapi mereka tidak melihatnya.
Siti yang melihat jika Arya terlihat panik segera menghampirinya.
"Mas, ada apa? Kenapa wajah kamu panik mas?"
"Nggak ada apa apa kok. Kamu tenang saja gak perlu khawatir. Mas hanya kecapean aja."
"Mas kamu itu tidak pandai berbohong. Sekarang jujur saja apa yang sebenarnya terjadi?"
Belum sempat Arya menjawab pertanyaan Siti, riba tiba Ari datang dengan wajah panik dan langsung berbicara tanpa memperhatikan Siti di dekatnya.
"Mas, Hanan gak ada di semua tempat. Sekarang bagaimana mas?"
Setelah berkata seperti itu Ari baru sadar jika ada Siti di dekat mereka.
Ari tidak akan mengetahui akan hal itu jika Arya tidak mengarahkan telunjuknya ke arah Siti.
Terlihat wajah Siti sudah matanya sudah berkaca kaca setelah mendengar apa yang Ari katakan kepada Arya.
Jika anaknya tidak ada di mana mana.
"Kamu yang tenang dulu, Hanan akan baik baik saja"
__ADS_1
Arya mencoba menenangkan Siti.
Saat Arya sedang mencoba menenangkan Siti, Andre dan Rian tampak berjalan kearah mereka.
Andre dan Rian menggelengkan kepala pertanda jika mereka tidak menemukan Hanan.
Arya semakin cemas di buatnya, dia bingung harus mencari anaknya ke mana.
Dan juga Arya takut jika Siti semakin sedih akan hal ini.
Ketika mereka sedang pusing memikirkan Hanan
Tiba tiba ada seorang bapak-bapak datang dengan tergesa-gesa.
"Maaf, apa betul ini rumah makannya mbak Siti?"
"Ya betul, ada apa ya pak?"
Andre bertanya kepada bapak tersebut.
"Hm... I-itu mas. Ada anak kecil yang tertabrak motor dan sekarang sedang di bawa ke rumah sakit. Awalnya kami tidak tahu itu anak siapa, tapi ada warga yang mengatakan jika itu adalah anak mbak Siti pemilik rumah makan ini. Jadi saya memituskan untuk memberitahu sedangkan teman saya membawa anak mbak Siti ke rumah sakit."
Siti yang mendengar anaknya tertabrak motor langsung jatuh pingsan.
Ari tidak ingin kakaknya di pegang oleh oarang lain meskipun itu mantan suaminya, karena mereka bukanlah muhrim.
Arya, Andre dan juga Rian bergegas mengikuti bapak tersebut ke rumah sakit.
Sedangkan Ari menunggu kakaknya yang sedang pingsan. Ari menelepon orang tuanya dan meminta mereka untuk datang ke rumah makan. Ari sudah menceritakan semuanya, agar orang tuanya tidak banyak bertanya lagi nantinya.
Memang setelah usaha Siti mulai berkemabang, orang tua Siti lebih memilih berkebun untuk mengisi waktu luang mereka. Siti tidak keberatan akan hal itu karena di rumah makan sudah ada karyawan yang akan membantunya.
\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*
Sesampainya di rumah sakit bapak tersebut langsung menelepon temannya dan bertanya di mana Hanan berada.
Teman bapak tersebut mengtakan jika Hanan sedang di periksa dokter karena pendarahan yang hebat di kepalanya.
Arya semakin panik dan takut di buatnya, bahkan Arya menangis melihat anaknya sudah berlumuran darah.
Dokter akhirnya memutuskan untuk melakukan tindakan operasi melihat banyaknya darah yang keluar dan juga karena benturan yang keras di kepala Hanan.
Arya yang menunggu di luar ruang operasi terlihat begitu kusut dan kalut.
__ADS_1
Arya takut terjadi sesuatu kepada anaknya.
Andre dan Rian yang melihat Arya begitu sedih hanya bisa mencoba untuk menenangkan Arya.
Mereka berdua tau rasanya kehilangan dan mereka berdua berdoa agar Hanan bisa baik-baik saja.
Terlihat Siti datang bersama Ari dan juga orang tuanya.
Penampilan Siti tidak kalah kusutnya dengan penampilan Arya.
Orang tua mana yang bisa tetap baik-baik saja di saat anaknya sedang berjuang antara hidup dan mati.
Siti tidak henti-hentinya menangis.
Semua orang yang menunggui Hanan sekarang sedang bersedih, mereka takut terjadi sesuatu kepada Hanan.
Namun mereka mencoba untuk tetap bersabar dan menyerahkan semuanya kepada sang maha pencipta.
Andre dan Rian akhirnya memilih ke kantor polisi setelah mendapat laporan jika sang pelaku penabrakan kepada Hanan sudah di tangkap.
Mereka tau jika Arya tidak memungkinkan untuk mengurusi hal ini sekarang, jadi mereka berdua jika mereka yang akan mengurus kasus ini.
Hal ini sudah di bicarakan kepada Araya dan Arya menyerahkan semuanya kepada Andre dan Rian setelah mengucapkan terima kasih.
Arya merasa begitu bersalah, andai saja dirinya tidak melihat keributa yang ada tentu hal ini tidak akan terjadi kepada anaknya.
Arya melihat orang yang di arak warga dan tidak menyangka jika anaknya juga ikut keluar tanpa sepengetahuannya, bahkan anaknya juga ikut orang orang pergi ke balai desa.
Anak anak belum bisa membedakan mana yang benar dan mana yang salah, mereka melakukan sesuai insting mereka sendiri.
Warga pun sibuk mengurusi pak Abdul hingga tidak sadar jika ada anak di antar mereka. Meeeka mengetahuinya saat sang anak yang hendak ikut warga menyebrang tertabrak motor, dan setelah di lihat jika anak itu ada Hanan.
Arya menangis dalam diam, sungguh dia merasa gagal menjadi seorang ayah.
Dia telah membahayakan nyawa anaknya sendiri.
Pak Ali dan juga Ari mencoba untuk menenangkan Ary, mereka tau bagaimana perasaan Arya sekarang.
Siti tetap berada dalam pelukan ibunya, Siti tidak tau harus berkata dan berbuat apa sekarang.
Dia hanya bersoa semoga Allah memberikan hal yang yerbaik untuk anaknya, meskipun dada Siti rasanya sesak mengetahui jika anaknya sedang kritis.
kita doakan semoga Hanan baik baik saja, dan bisa kembali berkumpul bersama orang orang yang menyayanginya.
__ADS_1