
Setelah selesai melakukan konser dadakan akhirnya mereka turun dari panggung dan mempersilahkan siapa saja yang ingin bernyanyi naik ke atas panggung secara bergantian.
Arya mencari keberadaan Hanan dan juga Siti, dia akan pulang besok oleh sebab itu dia ingin menghabiskan waktu dengan sang putra ketika sedang berjalan mencari keberadaan Hanan sedangkan pria ber Hoodie tersebut pergi entah ke mana.
Arya melihat jika Siti ada di dapur dia pun akhirnya menghampiri Siti.
"Hanan ke mana, kok gak keliatan dari tadi aku mencarinya?"
"Oh itu, Hanan ada sama bapak. Aku tadi mita tolong sama bapak untuk menjaganya sebentar. Oh ya mas, tadi yang duet sama kamu itu siapa?"
"Mas gak tau itu siapa tapi, mas merasa pernah melihat wajahnya tapi lupa kapan dan di mana itu. Kenapa kamu begitu penasaran dengan pria itu? apa jangan-jangan kamu mau melamar menjadi istrinya ya hahaha.."
Siti cemberut karena Arya menggodanya seperti itu dan akhirnya dia pun meninggalkan Arya yang masih saja tertawa.
Arya yang melihat Siti pergi dengan wajahnya yang lucu karena marah membuat Arya merasa tercubit hatinya, andai saja dulu dia tidak melakukan hal bodoh tentu sekarang dia masih bisa melihat senyum Siti setiap hari seperti dulu. Namun Arya tidak akan pernah mengganggu jika Siti menjalin hubungan dengan orang lain meskipun hatinya merasa tidak rela namun dia tidak ingin egois memaksa seseorang untuk tetap bersamanya sementara dia sudah menorehkan luka yang begitu dalam.
Arya pun pergi meninggalkan tempatnya berdiri untuk menghampiri sang putra yang sedang bersama mantan ayah mertuanya.
Di kejauhan Rian memperhatikan interaksi antara Siti dan Arya dia sungguh ingin berada di posisi Arya ketika masih menjadi suaminya yang bisa melihat Siti tertawa bahagia namun Rian merasa ragu jika dia mengungkapkan perasaannya apakah Siti mau menerimanya sungguh hal itu membuat Rian terus bertanya-tanya di dalam hatinya.
"Wah ternyata anak papa sedang melihat ikan bersama kakek ya"
__ADS_1
Ya, setelah berkeliling mencari Hanan akhirnya Arya menemukan Hanan dan sang ayah mertua sedang ada di pinggir kolam ikan.
"Pak, nanti aku bawa Hanan ke hotel lagi ya, besok akan aku antar ke rumah karena besok aku sudah akan kembali, kasian karyawan ku mengurus restoran tanpa ada aku"
"Hanan kan memang anak mu, bawalah tapi jika kamu mau membawanya ke rumah mu nanti tunggulah saat dia libur sekolah yang tidak akan lama lagi tapi setelah itu kamu harus mengantarnya kembali ke sini, nanti kamu cobalah berbicara hal ini kepada Siti karena bagaimana pun Siti adalah ibunya"
"Terima kasih pak karena sudah mengizinkan ku untuk tetap bersama anakku, maaf kan aku karena telah meninggalkan luka di hati anak bapak" ucap Arya dengan tulus.
"Semua sudah berlalu, yang penting kamu sadar akan kesalahanmu dan tidak mengulanginya lagi jika kamu sudah menemukan pasangan nantinya" Pak Ali berkata sambil menepuk pundak Arya, bagaimana pun Arya adalah mantan menantunya dan dia tidak ingin karena masalah antara Siti dan Arya akhirnya memutuskan tali silaturahmi, karena baginya Arya adalah menantu yang baik dan selalu sopan terhadap orang yang lebih tua.
Sungguh Arya sangat senang hari ini, dan dia berjanji kepada dirinya sendiri untuk tidak melakukan kesalahan yang sama sehingga membuat hancur rumah tangganya.
Siti teringat jika Arya akan pamit ke hotel untuk membawa Hanan untuk tidur kembali bersamanya karena besok Arya akan kembali ke kotanya.
"Mas, kira-kira apa yang harus aku lakukan agar rumah makan ini banyak pengunjung?" Siti bertanya kepada Arya karena dia tau Arya sudah lama berkecimpung di dunia kuliner.
"Yang harus kamu perhatikan yang pertama adalah lokasi tempat untuk memulai usaha. Aku melihat lokasi rumah makan ini begitu strategis karena lokasinya dekat dengan kampus dan juga sekolah di tambah lagi tempat selalu di lalui oleh orang-orang. Dan juga yang harus kamu perhatikan jenis makanan apa yang akan kamu jual dan tentukan target siapa saja yang akan membelinya. Bahan makan yang di pilih harus lah bahan-bahan yang bagus dan juga segar jangan sampai karena kita punya pemikiran tidak mau rugi sehingga kita menjualnya kepada konsumen bahan-bahan yang sudah tidak layak pakai. kebersihan nomor satu entah makanannya lezat atau tidak orang-orang akan melihat tempatnya bersih atau tidak. kamu sendiri tau lah bagaimana selama ini mas menekankan kebersihan kepada setiap karyawan agar pelanggan yang datang merasa bahwa kita memasak makanan dengan higenis dan juga tekan kan kepada karyawanmu untuk selalu tetap ramah tanpa pernah membedakan siapa saja yang datang" Arya mengatakan apa yang selama ini dia jalani dalam menjalankan usahanya dan semua memang terbukti jika semua masakan Arya yang ada di restoran selalu enak dan Siti banyak belajar darinya.
Siti mengangguk mendengar ucapan Arya dan berterima kasih kepada Arya karena mau membantunya.
Arya pun pamit membawa Hanan kembali ke hotel bersamanya dan di rumah makan hanya tinggal para karyawan, Rian dan juga Siti karena orang tuanya sudah kembali ke rumah Siti tidak mau orang tuanya terlalu lelah karena sibuk membantunya di rumah makan.
__ADS_1
Saat semuanya sedang sibuk membersihkan rumah makan tiba-tiba ada yang mengantarkan paket untuk Siti, jika di pikir-pikir kenapa kang paket gak mau mengantarnya besok saja, tapi ya sudah lah.
Siti membawa paket berupa amplop tersebut ke dalam kamarnya yang ada di rumah makan, ya Siti sudah mantap akan mulai tinggal di sini malam ini di tambah lagi karyawannya juga akan mulai menginap malam ini mereka sudah sepakat akan membuka rumah makan dua hari lagi.
Ketika membuka amplop tersebut Siti sungguh terkejut di buatnya bagaiman tidak jika amplop tersebut berisi foto-foto dirinya mulai dari dia masuk kuliah, kerja menikah bersama Arya bahkan saat dia pergi dari rumah Arya setelah dia bercerai hal ini tentunya membuat Siti bertanya-tanya siapakah yang sudah melakukan ini kepadanya, siapakah yang selama ini menguntitnya jika sampai bertemu Siti akan membuat perhitungan dengan orang itu.
Di dalam amplop tersebut juga tertulis
"aku tidak akan pernah pergi meninggalkan mu sendiri, aku akan selalu ada di dekat mu"
Siti menjadi bertanya-tanya siapakah pengirim semua ini kenapa dia melakukan hal ini kepadanya.
Siti melihat tulisan tangan yang ada di dalam surat tersebut Siti berusaha mengingatnya karena dia merasa familiar dengan tulisan itu.
Siapakah sebenarnya pengirim surat dan foto-foto itu?
"Awas saja jika itu benar-benar dia" monolog Siti.
...****************...
"Selalu memperhatikannya tanpa dia ketahui itu sudah cukup bagi ku, karena mencintai dia dengan ikhlas adalah melihat dia tetap bahagia meskipun tidak menjadi milikmu"
__ADS_1