
Lilis sampai di kontrakannya, dia melihat Zia masih tertidur dengan lelap.
Lilis meninggalkan Zia karena Zia sedang tidur ketika dia hendak pergi ke apotik namun semua pintu dia kunci sebelum pergi, Lilis pergi ke apotik hanya sebentar jadi dia tidak perlu membawa Zia begitu lah pi
kirnya.
Lilis menatap Zia yang sedang terlelap, dulu meskipun hidup dalam keadaan yang bisa dikatakan hanya cukup untuk makan ketika masih bersama almarhum Jaka, setidaknya Lilis masih berada di jalan yang benar.
Jaka yang tau jika Lilis menyukai Arya pernah memberinya nasehat.
"Aku tidak bisa memaksamu untuk terus mencintaiku, namun aku memintamu untuk tidak pernah mengganggu hubungan orang lain. Biarkan mereka bahagia dengan cara mereka sendiri dan hilangkan rasa iri dengki hati yang ada pada dirimu.
Aku tau jika kamu masih menyukai Arya meskipun kamu sudah hidup bersamaku.
Aku tidak bisa mencegahnya tapi, aku harap kamu mengerti ucapanku.
Ikhlaskan semua yang terjadi, InsyaAllah kamu akan merasakan bahagia."
Entah mengapa sekarang tiba-tiba saja Lilis teringat ucapan almarhum suaminya.
Andai saja dia dulu tidak menganggu dan menjebak Arya tentunya hidupnya tak akan seperti sekarang ini.
Andai saja dia tidak melakukan kesalahan hanya demi sebuah gaya dan juga obsesi menjadi kaya agar bisa membalas dendam kepada Arya tentu dia tidak akan mengalami hal buruk ini.
Dendam hanya akan membuat kita menjadi sakit dan juga tidak tenang dalam menjalani kehidupan, maka lepaskan lah semuanya, belajar untuk mengikhlaskan semua yang terjadi biar Allah yang membalas segalanya.
Lilis akhirnya tidak jadi meminum obat untuk menggugurkan kandungannya.
Dia teringat ucapan Riko, jika orang yang tidak di beri anak saja berharap bisa memilikinya, Sedangkan dia di beri kemudahan untuk memilikinya malah ingin membunuh janin yang ada di dalam kandungannya.
Lilis menangis menyesal, mengapa dia baru sadar sekarang, kenapa tidak ketika dia masih menjadi istri almarhum Jaka ataupun Arya.
Setelah lama menangis Lilis akhirnya pergi ke kamr mandi untuk mengambil wudhu, dia berniat menumpahkan segalanya kepada sang pencipta.
Lilis menangis dalam sholatnya, menyesali segala perbuatannya.
Dia sudah terlalu jauh dari tuhannya, dan lebih mendengarkan godaan syaitan.
Di dalam doanya Lilis berdoa agar di beri hidup yang lebih baik juga lebih berkah dari sekarang.
**************************
__ADS_1
Lilis akhirnya memutuskan untuk pindah dari kontrakannya, dia berencana untuk pergi mencari tempat yang lebih baik dan mau menerimanya.
Lilis tidak berani untuk pulang ke rumahnya, dia takut jika dia kembali ke sana maka orang orang akan kembali menghina bahkan mengucilkannya dan juga orang tuanya akan semakin malu akibat perbuatannya yang hamil tanpa adanya seorang suami.
Lilis mencari tau tempat yang cocok untuknya dengan meminta bantuan mbah Google bahkan dia pergi tanpa mengatakannya kepada Riko.
Lilis merasa malu jika harus bertemu Riko lagi, dia sudah punya jahat dulunya kepada Riko
Dan Lilis merasa malu karena Riko yang seorang laki laki saja bisa menghormati perempuan dan tidak berusaha menghancurkan harga diri mereka meskipun dia seorang bartender.
Sementara Lilis yang sejatinya seorang wanita tidak pernah menghormati dirinya sendiri, sungguh hal ini begitu memalukan.
Lilis juga meminta kepada pemilik kontrakan jika seandainya Riko datang mencarinya maka Lilis meminta agar pemilik kontrak mengatakan kepada Riko jika dia sudah pergi dan tidak perlu di cari.
Benar saja dua hari setelah kepergian Lilis, Riko datang mencarinya ke kontrakannya karena Lilis juga sudah dua hari ini tidak datang ke club untuk bekerja, dan nomor handphone-nya tidak aktif.
Riko khawatir jika Lilis benar benar menggugurkan kandungannya sehingga membuatnya tidak kuat untuk bekerja.
Ketika sampai di kontrakan Lilis, Riko melihat pintunya di kunci.
"Apa Lis pergi mengajak Zia bermain ya?"
Saat hendak kembali pergi, tiba tiba ibu pemilik kontrakan memanggil Riko.
"Riko!". Sang pemilik kontrakan berteriak memanggil namanya sehingga membuat Riko melihat ke arah sumber suara, dan terlihat jika sang pemilik kontrakan berjalan menuju ke arahnya.
"Ya bu, ada apa ya?"
"Kamu ke sini mencari Lilis?"
"Ya bu, saya ke sini mencari Lilis tapi dari tadi saya panggil tidak ada yang menjawab. Mungkin Lilis sedang pergi ke taman bersama Zia jadi, saya mau menyusul mereka ke taman dulu bu, permisi"
Saat Riko hendak kembali pergi, ibu kontrakan memanggilnya lagi.
"Riko ada yang mau ibu bicarakan sama kamu"
"Memangnya ada apa bu?"
"Lilis sudah pergi"
"Maksud ibu apa ya?"
__ADS_1
"Lilis sudah pergi meninggalkan kontrakan ini dua hari yang lalu, dan dia meminta ibu untuk menyampaikan sama kamu jika kamu datang ke sini untuk mencarinya"
"Memangnya Lilis pergi ke mana bu? Dan apa yang mau dia sampaikan kepada saya?"
"Ibu tidak tau Lilis pergi ke mana karena dia tidak mengatakan akan hal itu. Dia cuma meminta ibu untuk mengatakan jika kamu datang mencarinya dia sudah pergi entah ke mana dan meminta kamu untuk tidak mencarinya lagi. Hanya itu yang ingin ibu katakan, sekarang inu permisi dulu ya"
"Ya bu"
Riko benar benar bingung kenapa Lilis memilih untuk pergi. Apa karena dia ingin menggugurkan kandungannya maka itu sebabnya dia pergi dari sini atau karena apa.
Riko tidak tau harus berbuat apa sekarang.
Riko sungguh tidak menyangka jika Lilis akan pergi bahkan tanpa memberitahunya.
Riko sadar jika ucapannya kemarin begitu kasar kepada Lilis, dia tidak bermaksud untuk mengatakan itu semua andai saja Lilis tidak berusaha menjebaknya dan memintanya untuk menikahinya, hanya ingin menjadikannya sebagai kambing hitam untuk menutupi kehamilannya.
Mungkin Riko mau membantunya andai saja Lilis tidak menggunakan cara yang licik.
Setelah cukup lama berdiri di tempatnya akhirnya Riko memilih untuk kembali pergi, dia hanya bisa berdoa semoga Lilis, dan Zia juga anak yang di kandungnya selalu baik baik saja.
Ada rasa sedih di dalam hati Riko sebelum meninggalkan kontrakan Lilis, tapi ini adalah jalan yang sudah di pilih oleh Lilis. Riko yakin sebelum pergi Lilis sudah memikirkannya secara matang.
********************
Lilis pergi menuju tempat yang mau menerimanya dan tempat yang akan mengajarkan kebaikan untuknya.
Akhirnya sampailah Lilis di sebuah pesantren yang dia cari di google yang bisa menerima orang orang yang ingin belajar ilmu agama.
Ya, akhirnya inilah tempat yang di pilih oleh Lilis, dia benar benar menyesal dengan segal tindakannya dulu kepada semua orang.
Sekarang dia ingin memperdalam ilmu agama, jika sudah waktunya nanti dia akan menemui mereka yang pernah dia jahati terutama kedua orang tuanya yang telah dia buat kecewa sehingga mengusirnya dari rumah.
Dia ingin hidup dengan damai tanpa ada dendam lagi di dalam jiwanya.
Tidak ada kata terlambat dalam menuntut ilmu dan memperbaiki diri.
Semua orang pernah berbuat salah karena tidak ada manusia yang terlahir dengan sempurna.
Semua orang berhak untuk menjadi lebih baik lagi.
Jangan kita hina mereka yang pernah berbuat salah tapi masih mau memperbaiki diri dari kesalahan yang telah dia perbuat.
__ADS_1