
Andre menjelaskan kejadian yang terjadi bertahun-tahun silam kepada Siti di mana pada saat itu dia merasa terpuruk begitu dalam tanpa ada seorangpun yang mau mengerti perasaannya.
"Apa kamu ingat, sebelum acara kelulusan aku pernah bilang jika hubungan kedua orang tuaku tidak lagi harmonis seperti dulu" Andre menghembuskan nafasnya, sungguh jika mengingatnya membuat dia merasa sedih dan bersalah.
"Aku ingat waktu kamu juga bilang jika kedua orang tuamu selalu bertengkar setiap hari" Siti mengetahuinya karena Andre sendiri yang menceritakannya, tidak ada yang dia tutupi.
"Bukan hanya bertengkar setiap harinya, bahkan mereka juga mencari kebahagian mereka sendiri di luar rumah. Tanpa memikirkan ada seorang anak yang mereka sakiti dengan keegoisan mereka."
Siti membiarkan Andre bercerita dan dia tidak akan menyela ucapannya. Dia biarkan Andre untuk meluapkan semua rasa kecewa dan sakit di hatinya.
"Apa kamu tau, Ti? Dua hari sebelum acara perpisahan orang tuaku memutuskan untuk berpisah dan mereka membawa pasangan mereka masing masing kehadapan ku.
Coba kamu pikirkan bagaimana rasanya menjadi aku.
Aku di minta untuk memilih untuk ikut siapa, aku pada saat itu tidak tau harus ikut mama ataupun papa.
Mereka tidak pernah bertanya tentang diriku yang hancur melihat semua ini. Bagaimana tidak mama berpacaran bersama teman bisnis papa sendiri, sedangkan papa memilih wanita yang masih muda, yang mana jika pergi berdua seperti ayah dan anak.
Kamu bayangkan saja aku di paksa harus menerima semua ini.
Tidak ada ketengan yang aku dapatkan setiap kali pulang ke rumah. Orang tua ku lebih memilih tinggal di luar rumah, hanya rasa sepi, sedih, kecewa, marah semua bercampur aduk di dalam dadaku.
Hingga pada saat setelah mengantar kamu pulang saat acara perpisahan di sekolah selesai, saat itu lah malapetaka datang."
Andre kembali menghembuskan nafasnya yang terasa berat. Bagaiman tidak dia harus menceritakan ingatan yang buruk di masa lalu yang meninggalkan banyak bekas luka untuknya.
Andre kembali melanjutkan bercerita setelah meminum segelas air.
"Stelah mengantar kamu pulang, aku pergi klub untuk menghilangkan sedikit bebanku. Aku tau kamu marah Ti, namun semua ini bukanlah keinginanku.
Aku hanya ingin mencoba yang seperti orang orang katakan jika alkohol dapat menghilangkan rasa stres yang kita alami.
Aku pulang dalam keadaan mabuk berat, aku terus berjalan, mengikuti langkah kaki yang tanpa arah tujuan.
Akibat mabuk berat aku tidak bisa membedakan mana yang baik dan buruk.
__ADS_1
Pada saat berjalan aku melihat seorang wanita menunggu taksi lewat untuk mengantarnya pulang setelah bekerja di sebuah kafe.
Aku menghampiri dan langsung menyeretnya pergi untuk meninggalkan tempatnya. Wanita itu terus menjerit meminta tolong, tapi tidak satupun yang menolongnya karena hari sudah malam dan juga hujan.
Kamu tau aku membawanya ke rumah kosong dan melakukan hal yang bejat kepada wanita itu." Andre menunduk, terlihat ada bulir air mata yang jatuh di pipinya.
Siti sebenarnya ingin marah kepada Andre kenapa dia harus melampiaskan rasa yang ada di dalam dadanya dengan cara meminum minuman yang memabukkan dan akhirnya akibat dari kesalahannya seorang wanita menjadi korbannya.
Tapi Siti harus menahan semuanya, dia membiarkan Andre untuk melanjutkan ceritanya.
"Keesokan harinya aku sadar, aku melihat wanita yang ada di samping dengan baju yang sudah tidak layak pakai.
Aku mencoba mengingat kejadiannya dan setelah ingat aku menangis dan meminta maaf kepada wanita itu karena aku telah merenggut kesuciannya.
Wanita yang belum aku ketahui namanya itu menangis dalam diam. Tapi aku tau dia terluka karena kelakuan bejat ku.
Dan aku berjanji akan bertanggung jawab.
Setelah mengantarnya pulang ke panti. Ya, wanita itu adalah anak yatim piatu yang orang tuanya meninggal karena bencana alam, sehingga dirinya di letakkan di panti.
Sesampainya di rumah aku melihat jika papa dan mama bertengkar lagi, mereka bertengkar memperebutkan aku.
Kalau di pikir pikir tidak enak menjadi aku, di perebutkan tapi tetap pada keegoisan masing masing.
Aku tidak memilih mereka, aku memilih untuk tinggal bersama kakek di luar negeri, ayah papaku.
Papa memilih untuk tinggal untuk tinggal di luar negeri juga tapi tidak tinggal bersamaku dan juga kakek.
Sedangkan mama memilih untuk tinggal di sini tapi aku tidak pernah tau di mana itu.
Sebelum berangkat ke luar negeri, aku menceritakan semua yang aku alami kepada kakek. Dan akhirnya kakek mau menemaniku untuk bertanggung jawab kepada wanita yang telah aku nodai.
Setelah menemui wanita yang akhirnya aku tahu bernama Angela itu aku pun menikahinya karena aku takut jika dia hamil dalam keadaan tanpa suami tentunya semua orang akan menyalahkannya.
Setelah menikah dengan Angela akupun membawanya pergi bersamaku.
__ADS_1
Aku sebenarnya ingin menemui mu namun aku tidak punya keberanian, akhirnya aku pergi dengan meninggalkan beberapa orang-orang di sekelilingmu tanpa kamu sadari. Maafkan aku."
Siti hanya menghela nafasnya tidak tau harus berbuat dan berkata apa.
"Sekarang di mana wanita itu, Dre?"
"Angela meninggal bersama bayi yang ada si dalam kandungannya di meja operasi. Mereka tidak bisa di selamatkan."
Air mata kembali jatuh di pipi Andre, di saat dia mulai menerima semua ini tetapi Allah mengambil wanita yang sebentar lagi menjadi ibu dan dia menjadi ayah dari sisinya. Hal ini membuat Andre merasa bersalah.
"Beberapa tahun terakhir aku merasa bersalah dan mengalami depresi.
Hingga kakek memberi ku nasehat sehingga membuatku bangkit kembali.
Aku mulai mengikut apa yang di katakan kakek sehingga aku bisa ada di sini di depanmu.
Aku sebenarnya ingin meminta maaf kepadamu. Tapai aku takut jika kamu sudah melupakanku, hingga aku mendapatkan ide bernyanyi di sini, setidaknya mengetahui jika kamu masih mengingatku hehehe"
Siti mencebikkan mulutnya.
"Niat mau beri kejutan malah aku yang terkejut karena kamu menarik Hoodie ku dari belakang. Maafkan ya Ti, namun yang harus kamu tau jika aku benar benar mencintaimu dari jaman kita sekolah dulu"
"Jadi ceritanya kamu nembak aku gitu"
Andre menggaruk kepala belakangnya yang tidak gatal sedikitpun.
"Kalau mau nembak wanita itu harus romantis biar bisa di ingat selalu. Lah ini, nembak di saat aku ingin mencincang kamu karena pergi tanpa berpamitan dulu"
"Jadi kalau aku nembak kamu dengan romantis apa kamu mau menerima ku?"
"Gak tau." Hanya itu yang bisa Siti jawab saat ini.
Rian yang datang untuk mengunjungi Siti, melihat Siti sedang bersama pria lain membuatnya menguping apa yang mereka bicarakan.
Sampai pada saat Andre menyatakan cintanya kepada Siti.
__ADS_1
Rian merasa kalah cepat dari Andre. Dan dia akan berusaha membuat Siti mau menerimanya.