Perjalanan Dan Takdir Cinta

Perjalanan Dan Takdir Cinta
PTDC2 - Resepsi


__ADS_3

Setelah meeting selesai, Faisal mengajak Anin pulang cepat karena Ferdi mengabarinya untuk segera menyelesaikan fitting gaun pesta untuk resepsi, memilih souvenir dan juga memilih kartu undangan. Semua design dan beberapa pilihan sudah Ferdi koordinasikan dengan setiap PIC. Lelaki itu memang selalu totalitas baik itu masalah kerjaan di kantor, maupun solidaritas sebagai sahabat.


Setelah menyiapkan semua agenda, Ferdi melanjutkan tugasnya untuk mengurus semua hal-hal kecil yang mendetail untuk terkait gedung, dekorasi, catering, dan lain-lain pastinya setelah memberikan beberapa pilihan kepada bosnya itu. Faisal memastikan semua pilihan untuk resepsi pernikahannya adalah premium grade, bagaiamanapun resepsi ini akan mengundang semua kolega bisnisnya.


Bulan itu berlalu dengan tabiat dan kesibukannya masing-masing. Persiapan untuk acara resepsi sudah selesai. Tapi Ferdi masih sesekali berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait, bagaiamanpun sebelum acara betul-betul terlaksana maka dia belum bisa bernafas dengan tenang.


Ketika Anin dan Faisal tengah sibuk mengurus acara resepsi pernikahannya, Sierra sudah mengabari mereka jika gadis itu sudah mulai tanda tangan kontrak sebagai salah satu model dari Candra Gupta Entertaint. Anin sangat berterimakasih pada Felisha dan meminta izin pada Faisal untuk mengundangnya pada acara pesta pernikahannya. Faisal hanya bisa mengangguk dan tidak mungkin menolak keinginan sang istri atau dia akan terkena serentetan pertanyaan.


Akhirnya tiba pada waktunya resepsi. Acara megah dan mewah itu dilaksanakan di sebuah ballroom hotel bintang lima di jakarta pada pertengahan bulan kedua setelah pernikahan Anin dan Faisal terjadi. Sejak pagi, suasana semarak sudah terasa, tamu undangan sudah memenuhi ruangan ballroom dan sedang hiruk pikuk menikmati hidangan. Ball room itu disulap menjadi aula yang begitu megah dengan iringan instrumen yang keren. Sepasang raja dan ratu sehari terlihat sangat mempesona mengenakan pakaian berwarna pastel, warna kesukaan Anindita.


Rinda dan Anita sudah datang lebih awal dari yang lain, dia menemani Anin sebelum acara di mulai. Namun ada sesuatu yang tiba-tiba mengusik hatinya ketika dari pintu masuk terlihat seorang lelaki tampan berlesung pipit datang dengan seorang wanita. Dia adalah Hadi dan dokter Dewi. Aura kebahagiaan yang terpancar di wajah Rinda lenyap seketika, dia hanya terduduk diam di meja bundar dan berkali-kali mengisi piringnya dengan makanan sambil sesekali sudut matanya mencuri pandang pada pasangan yang tengah memberi ucapan selamat kepada sahabatnya itu.


“Cemburu Lu?” Anita menyenggol lengan Rinda.


“Au ah,” Gadis itu merengut dan berjingkat pergi kembali mengisi piring makanannya yang sudah kosong.


“Cemburu apa laper?” gumam Anita sambil terkekeh melihat tingkah sahabatnya itu. Tiba-tiba matanya menangkap sosok seseorang yang terduduk sendiri sambil memainkan ponsel pada salah satu meja di sudut ruangan. Sesekali matanya memperhatikan sekitar. Senyum dibibir Anita merekah kemudian dia mengambil dua porsi buah potong dan berjalan menghampirinya.


“Hai Pak Ferdi, masih inget saya ga?” ucap Anita sambil meletakkan dua piring buah potong ke atas meja. Kening Ferdi tampak berkerut.


“Saya Anita Pak, staffnya Pak Hadi, dulu saya ga sengaja pernah nabrak Bapak di,” ucapan Anita terpotong ketika Ferdi memangkasnya.


“Iya saya ingat,” ucapnya simpel.


“Bapak gak makan, dari tadi duduk bengong sendiri saja,” tanya Anita berbasa-basi. Namanya juga naksir, harus ada usaha untuk memulai.


“Saya masih harus memastikan semua pesta ini berjalan lancar, karena ini mewakili reputasi pak Faisal juga di mata kolega bisnisnya,” ucap Ferdi sambil kembali sesekali melihat sekitar dan mengecheck ponselnya.

__ADS_1


“Wah Bapak emang orang yang totalitas ya? ini Pak sambil mantengin acara sambil makan buah potong biar segar, saya sengaja ambilin buat Bapak,” Anita menyodorkan satu piring yang tadi di bawanya kearah Ferdi. Ferdi tertegun sejenak, sepertinya dia merasa terharu ada seseoarng yang memperhatikannya.


“Terima kasih ya,” ucapnya sambil tersenyum dan mengambil piring yang diserahkan Anita.


“Hehehe, iya Pak sama-sama, makan itu jangan dilewatkan Pak, kita bisa kerja kalau sehat kan?” ucap Anita sambil mulai menyuapkan potongan-potongan buah itu ke mulutnya.


Obrolan ringan mereka terus berlanjut. Anita sudah melupakan sahabatnya yang semakin kesal karena ditinggal sendirian.


“Kak Fay, Kak Anin!” Kemunculan Sierra dari arah pintu masuk, yang sedikit berisik menarik perhatian beberapa orang untuk menoleh padanya. Seorang lelaki berparas oriental yang berdiri di sampingnya menyenggolnya mengisyaratkan untuk diam. Sementara seorang wanita cantik aktriss dan model ibu kota juga turut datang bersamanya. Mereka tak lain adalah Rio dan Felisha.


Anin menghela nafas ketika kembali harus menatap wajah yang dulu selalu ia rindukan itu. Dia melirik sekilas kearah Faisal yang seolah biasa saja dengan kedatangan mereka. Anin tidak pernah tahu kalau Felisha pun dulu adalah seseorang yang pernah menempati hati suaminya. Namun insting wanita selalu kuat, dia merasakan ada sesuatu aura yang berbeda ketika Felisha menyalami suaminya dan mengucapkan selamat.


Rio dan Sierra berjalan beriringan, sebuah pelukan singkat Rio pada Faisal serta tepukan dibahu lelaki itu.


“Jaga dia baik-baik,” Bisiknya. Sepertinya hatinya masih belum seutuhnya bisa merelakan wanita yang kini berdiri begitu menawan menjadi bidadari sehari.


“Selamat ya Nin, semoga selalu bahagia,” Mario mengulurkan tangan dan menggenggam jemari wanita yang dulu selalu mengisi kekosongan hatinya itu.


“Makasih ya Rio, kalian juga semoga bahagia,” ucap Anin sambil melirik Sierra yang masih memeluk Faisal dengan menitikkan airmata. Kemudian gadis itu berganti memeluk Anindita. Hatinya bercampur baur tidak karuan.


Tamu-tamu yang mengucap selamat masih berdatangan, ketika MC mengumumkan ada seseorang yang hendak menyumbangkan lagu. Kemudian naiklah Rio bersama Sierra. Rio suda memegang sebuah guitar, mereka akan berduet menyanyikan lagu untuk sepasang manusia yang tidak bisa mereka miliki. Dentingan gitar mulai mengalun indah, sebuah lagu miliknya Anji-Drive – Melepasmu.


Tak mungkin menyalahkan waktu


Tak mungkin menyalahkan keadaan


Kau datang disaat kumembutuhkanmu

__ADS_1


Dari masalah hidupku bersamanya


Semakin ku menyayangimu


Semakin kuharus melepasmu dari hidupku


Tak ingin lukai hatimu lebih dari ini


Kita tak mungkin terus bersama


Suatu saat nanti kau kan dapatkan


Seseorang yang akan dampingi hidupmu


Biarkan ini menjadi kenangan


Dua hati yang tak pernah menyatu


Semakin ku menyayangimu


Semakin kuharus melepasmu dari hidupku


Mengalun suara Sierra memenuhi ball room. Lagu yang dilantunkan dengan sepenuh hati diiringi petikan akustik dari gitaris dadakan yang sama-sama sedang berusaha melepas seseorang dari hatinya. Memang terkadang mencintai itu tidak selalu bisa memliki. Terkadang seseorang datang hanya untuk dijaga sebelum bertemu dengan jodoh sebenarnya. Itulah yang dirasakan Mario. Sementara Felisha tengah duduk sambil menikmati hidangan bersama Rinda yang masih memicing tidak suka pada kebersamaan atasannya.


👣👣👣👣👣👣


like & komen \= jejak

__ADS_1


dan ⭐⭐⭐⭐⭐


__ADS_2