
Dengan perlahan Dara menggerakan jarinya kemudian perlahan membuka matanya Daniel yang selalu berada di samping sang istri dengan sigap memencet tombol darurat untuk memanggil sang Dokter.
' Syukurlah sayang ahirnya kamu sadar juga' Ucap Daniel kemudian mencium kening istrinya.
'Bang Daniel.... aku dirumah sakit?' tanya Dara yang melihat sekitaranya.
'Iya sayang tadi kamu pingsan di bawah tangga'
'sebenarnya apa yang terjadi?'
Dara kemudian ingat perdebatannya dengan Sisil .
'Gak papa kok Bang, aku cuma kepleset aja saat naik tangga' Kata Dara berbohong karena tidak ingin memperpanjang masalah ini.
Daniel hanya diam saja dia tau kalau istrinya sedang berbohong tapi dia juga tidak mau menekan Dara karena itu akan memlengaruhi kondisinya.
Setelah memelalu pemeriksaan kini Dara sibawa kedokter spesialis kandungan.
'Kita mau kemana Bang?'
__ADS_1
'Kita akan memasatikan sesuatu sayang?' Daniel menjawab Dengan tersenyum
'Selamat malam Bapak Ibu?' Sapa Dokter Diana sebagai Doktes spesialis kandungan.
'Malam dokter'
'jadi kita langsung saja ya Bu, mari saya bantu untuk berbaring' Meski Dara masih bingung kenapa dia di periksa dokter kandungan karena menurutnya dia tidak sedang hamil dam naik baik saja tetapi Dara menurut saja.
Sang Dokter pun membuka sedikit baju Dara menampilkan perut ratanya kemudian dkerikan sedikit jel.
' Wahhh ....Bapak, Ibu lihat ini ada dua titik ternyata' Ucap Dokter dengan antusias
'Maksudnya Dok?' tanya Dara yang masih bingunh
Deg
Jantung Dara seperti berhenti berdetak dengan mata yang berkaca kaca mendengar kabar kehamilannya .
Daniel yang disamping sang istri juga merasakan hal yang sama kebebahagiaan begitu terpancar diwajahnya.Daniel masih setia menggenggam tangan sang istri dan menciumi punggung tangannya dilanjutkan ke kening.
__ADS_1
Cukup lama mereka memandangi layar monitor yang terdapat calon buah hati mereka tanpa bisa berkata kata lagi.
Kini Daniel duduk sidepan Dokter Diana dengan Dara disampingnya masing menggunakan kursi roda untuk mendengarkan penjelasan darj Doker Diana.
'Usia kandungan Ibu Dara baru satu bulan masih sangat muda,banyak yang harus di perhatikan makannya dan pola hidupnya. kandungannya sedikit lemah karena Ibu Dara mengalami pendarahan ringan Untung saja dari kejadian yang Ibu dara alami tidak berakibat fatal pada kandungannya tetapi harus benar benar dijaga dengan istirahat total dan jangan banyak pikiran.
Ibu hamil harus selalu bahahia jangan sampai stes ya Pak, Bu?'. Jelas Doktre panjang lebar
'Dok bagaimana dengan hubungan intim kami?' pertanyaan Daniel membuat muka Dara merah karena malu. Kenapa suaminya ini selalu saja mesum.
Dokter hanya tersenyum dan menjawab' Untuk sekarang mungkin tunda dulu ya Pak karena kondisi kandungan Ibu Dara yang masih lemah kita lihat nanti pemeriksaan berikutnya' penjelasan Dokter membuat Daniel sedikit murung tapi tak apa demi anak anaknya dia akan memahan gejolaknya.
Setelah keluar ruangan Obsigyn pasangan suami istri itu kembali keruang rawat Dara.
'Aku gak nyangka kalo sekarang sedang hamil' ucap Dara segelah rebahan diatas kasur.
'Iya Abang juga gak nyangka kita bakalan jadi orang tua secepat ini. Terimakasih sayang sudah bersedia mengandung anak anak Abang'. Ucap Daniel dengan mesra dan lembut kemudian mecium kening sang istri dan sekilas di bibir ranum sang Istri.
'gak usah berterimakasih Bang itu kan juga kewajiban aku lagian aku bahagia kok Bang' ucap Dara dengan tersenyum.
__ADS_1
'Sekarang tidur istirahat yaa biar dedek dedeknya juga ustirahat' Kata Daniel sambil menyelimuti isyrinya.
'Bang....'