
Sore menjelang dan Daniel sudah berada ditumah Ibu mertuanya.
''Sore Bu, Yah ??'' sapa Daniel saat berada di ruang tamu
''Sore Niel baru pulang kamu??'' kata Ayah Dara
''Iya Yah, sengaja pulang lebih awal mau jemput Dara''
''Istrimu lagi istirahat dikamarnya, mau Ibu panggilkan ??''
''Gak usah Bu, nanti Daniel yang bangunin aja'' ucap Daniel sambil mendaratkan tubuhnya pada sofa
''Iyaa kita ngobrol ngobrol dulu aja, udah lama kan gak kesini'' ujar Ayah
''Iyaa Yahh''
''Bagaimana pekerjaan kamu?? Tanya ayah
''Baik Yah, ini baru dapet tender baru jadi agak sibuk''
''Jangan terlalu sibuk, ingat istrimu lagi hamil besar bentar lagi melahirkan lo'' saran Ibu
''Iya Bu, rencananya juga bulan depan juga sudah cuti biar bisa nemenin Dara di hamil besarnya'' jelas Daniel
''Lah terus gimana dengan proyeknya??'' tanya Ayah
''Nanti ada asisten aku sama dibantu beberapa karyawan yang kompeten Yahh''
''Syukurlah kalo begitu'' lega Ibu Dara
__ADS_1
Bagaimanapun namanya seorang Ibu pasti memikirkan anaknya agar tak kekurangan kasih sayang dan perhatian meski sudah menikah sekalipun.
Apalagi jika suaminya sibuk bekerja, tapi untunglah Daniel sepertinya sangat mencintai Dara meski mereka menikah karena perjodohan.
Setelah cukup lama berbincang bincang Daniel pamit untuk menyusul Dara dikamarnya.
''Yah, Bu Daniel ke kamar dulu ya mau nyusul Dara'' pamit Daniel sopan.
''Iya sudah sana''
Ceklekkk
Pintu kamar terbuka dan pandangan Daniel langsung saja pada seorang wanita yang sedang tidur memelakangi pintu
Dengan langkah pelan Daniel mendekati Dara
''Cantik sekali istriku ini'' gumam Daniel sambil menyingkirkan helaian rambut Dara dengan begitu lembut agar tak menggangu tidurnya.
''Sayank kapan dateng??'' tanya Dara yang masih setengah sadar dari tidurnya.
''Sudah bangun'' kata Daniel menghampiri istrinya
''Hmmmmm'' gumam Dara hang sebenarnya masih mengantuk
''Lanjut tidur lagi aja'' ucap Daniel sambil mrmbelai sang istri
''Gakk ahh pengin kaya gini dulu'' Dara yang memeluk erat Daniel
Mungkin memang hormon Ibu hamil yang sedang ingin dimanja manja suaminya.
__ADS_1
''Wahhh wahh anak anak Papah lagi main bola yaa'' kata Daniel yang merasakan tendangan dari perut Dara
''Sakit Sayank??'' tanya Daniel yang melihat ekspresi Dara seperti meringis tanpa suara
''Sedikit, cuma ngilu tapi gak papa kok udah biyasa''
''Anak anak Papah yang baik jangan buat Mamamu kesakitan yaa kasihan Mama'' kata Daniel sambil membelai lembut perut Dara dimana anak anaknya berada.
''Jadi pulang sekarang???'' tanya Daniel
''Hhmmm jadi'' kata Dara lesu
Sebenarnya Dara masih ingin berlama lama disini tapi dia tau kalau suaminya itu sangat sibuk bahkan dirumah saja setelah menemaninya istirahat Daniel masih melanjutkan pekerjaannya samapi tengah malem.
''Yaudah yukk pamit sama Ayah, Ibu mumpung masih sore jadi gak kemaleman''
Danielpun membantu Dara bangun dari tidurnya.
Hamil anak kembar apa lagi memasuki usia trimester memang sulit untuk bergerak banyak rasa yang dirasakan Untungnya Daniel suami yang selalu siaga jadi tak perlu khawatir lagi menjalaninya.
''Hati hati Sayank'' perentah Daniel saat mereka menuruni tangga.
Karena dirumah mereka saat Dara memasuki hamil semester ke dua kamar sudah tipindahkan dilantai bawah, sebenarnya Dara tak masalah dengan kamar dilantai atas tapi Daniel lagi lagi calon ayah itu ingin yang terbaik untuk Istrinya tak ingin Dara kelelahan apalagi terjadi hala hal yang tak inginkan.
''Bu, Yah Dara pamit pulang dulu yaa??'' pamit mereka pada kedua orang tuanya
''Gak nginep sini aja??'' tawar Ibu Dara
''Lain kali aja Bu, kebetulan Daniel lagi sibuk sebelum ambil cuti nanti'' kali ini Daniel yang menjawab.
__ADS_1
''Yaudah kalian hati hati yaa'' ucap Ayah Dara
Setelah pamitan mereka bergegas keluar rumah dan memasuki mobilnya.