
Hari ini Dara dan Daniel akan berkencan untuk pertama kalinya, setelah mereka memutuskan untuk menerima dan menjalani perjodohan ini Dengan sunggung sungguh. Hubungan keduanya mulai membaik berkomunikasi dengan lancar meski lewat pesan karna kesibukan Daniel sebagai CEO di perusahaannya.
Entah sadar atau tidak lebersamaan mereka menimbulkan rasa nyaman di hati masing masing.
Saat ini Dara sedang diperjalanan menuju kantor Wijaya Group atas permintaan Daniel.
Saat sampai di lobi Dara mengunjungi meja resepsionis ia menanyakan di mana ruangan calon suaminya itu.
'Permisi mba mau tanya ruangan bang Daniel dimana ya' tanya Dara sopan.
Sang resepsionis hanya memandang datar Dara dari atas sampai bawah, dalam hati bertanya untuk apa gadis remaja ini mencari atasannya.
Tapi mendengar panggilan Dara kepada Daniel mereka berfikir hungan keduanya sangat dekat.
'Apa adek sudah membuat janji sebelumnya' tanya salah satu resepsionis.
'Belum si, tapi Bang Daniel memintaku untuk datang kesini' jawab Dara.
Dan diangguki oleh kedua resepsionis tersebut, kemudian diantar salah satunya ke lantai paling atas dimana ruangan Daniel berada.
Dalam perjalanan tempat Saniel mereka bertemu dengan Raga sang asisiten sekaligus teman Daniel.
'Dara, kamu sedang apa disin?' tanya heran Raga
'Selamat pagi pak Raga' belum Dara menjawab sang resepsionis menyapanya lebih dahulu dan dibalas deheman oleh Raga.
__ADS_1
Begitulah sifat keduanya akan sama sama dingin jika dengan orang asing.
'Pagi kak Raga, aku disuruh Bang Daniel kesini tadi' jawab Dara.
'Ohh ya udah aku antar aja ya, kamu kembali bekerja' ucap Raga sambil memberi prentah sang bawahan.
.
Cklekk
Pintu terbuka dan Daniel masih sibuk dengan berkasnya di tangan.
'Nil nih calon bini lo dateng' ucap Raga seketika Daniel mendongkan kepalanya dan melihat Dara sedang tersenyum manis kearahnya.
' hai Bang, keliatanya lagi sibuk banget' sapa Dara
'Sendiri naik taksi biyasa.' jawab dara sambik duduk di depan Daniel.
'Abang ada apa nyuruh aku kesini dulu' sambungnya lagi
'Oh ya sebentar'
'Raga kamu kamu keruangan Saya, bawa berkas yang saya minta kemaren' Prentahnya pada sang asisiten karna setelah mengantar Dara, Raga langsung kembali ke rungannya.
Cklekk...
__ADS_1
Ini Bos berkasnya' ucap Raga sambil menyerahkan berkas, jika Daniel sudah mode formal Raga pun mengikuti itulah kebiyasaannya.
'Ini berkas daftar kuliah kamu, semua sudah diurus Raga kaju tinggal masuk aja' Daniel menyerahkan berkas kukiah pada Dara.
'Ini beneran??' tanya Dara tak percaya.
'Iya kamu masih bisa kuliah dan mengejar cita citamu, aku tidak akan melarang yang penting ingat semua kewajibanmu setelah menikah nanti.' lanjut Daniel.
'Siap bos!' semangat Dara.
'Ya udah ayo kita makan siang dulu, nanti baru jalan jalan' ajak Daniel.
'Mau jalan kemana emangnya??'
'Kamu maunya kemana??''
'Aku bingung abis gak pernah kencan juga' Dara sambil nyengir kudanya
'Ya udah nanti kita pikirin yang penting makan dulu, kamu mau makanan apa?' tanya Daniel lagi.
'Aku bisa makan apa aja si' ucapnya sambil berjalan keluar ruangan.
Dalam perjalanan keluar kantor banyak pasang mata yang melihat mereka, semua terheran heran siapa gadis yang bersama CEO mereka, pasalnya Daniel termasuk pria yang tidak mudah dekat dengan wanita bahakan belum ada yang pernah datang ke kantornya seperti dara sekarang.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1
.mohon dukungan semuanya untuk novel pertama saya, mohon kritik dan sarannya agar saya bisa belajar lebih baik lagi terimakasih.