Perjodohan Terindah

Perjodohan Terindah
episode 62


__ADS_3

''Jadi bagaimana ???'' tanya Daniel mendekat setelah mengusir Raga


''Maksudnya???'' tanya Dara yang kurang paham dengan pertanyaan Daniel


''Yaaa kitaa??''


''Haaahhh??'' lagi lagi Dara hanya cengo dengan pertanyaan suaminya itu


Huffftt


''Sudah makan'' tanya Daniel yang ahirnya menyerah memberikan kode pada calon ibu muda itu.


Hanya gelengan sebagai jawaban dari Dara


''Mau makan disini apa diluar??''


''Diluar aja sekalian jalan jalan''


''Oke yukkk !!'' dengan semangat empat lima Dara pergi makan siang bersama Daniel.


Mungkin karena efek lapar jadi Dara tak mengerti kode dari suaminya itu.


Seperti pasangan fenomenal mereka selalu menjadi pusat perhatian kalayak orang .


Apalagi dengan sikap Daniel yang posesif selalu merangkul pinggang sang istri seperti takut diambil orang saja.


***


Disini Alex sedang berada didepan pintu rumah Sisil ada rasa deg degan saat akan mengetuk pintu hingga kerap kali diurungkan.

__ADS_1


Rasnya bukan seperti si Alex yang terkenal playboy itu atau mungkin ini kembarannya.


Hingga berulang kali Alex menarik nafas dan membulatkan tekan baru tangannya menggantung diudara pintu sudah terbuka


Cekkllekk


Kagett, tentu saja apalagi yang didepannya kini seorang wanita paruh baya yang masih terlihat sangat cantik diyakini itu adalah ibu dari Sisil karena wajah mereka yang sedikit mirip.


'' Selamat siang tante??'' sapa Alex sesopan mingkin.


''Siang, cari siapa ya nak??'' tanya Mama Sisil dengan suara yang sangat lembut


''perkenalkan saya Alex temannya Sisil tan'' Alex dengan uluran tangannya.


Meski bukan ana yang baik baik banget tapi seengggaknya Alex masih memiliki sopan santun pada yang lebih tua


''Ouhh yaa, sebentar tante panggilkan Sisil, masuk dulu nak Alex'' jawabnya setelah membalas uluran tangan Alex.


''Manis juga dia'' kata Alex sambil tersenyum saat melihat foto foto Sisil diruang tamu.


''Maaf menunggu lama Ka??'' kata Sisil tiba tiba sedikit mengagetkan Alex


''Ahhh yaa gak papa kok''


''Gimana keadaan kamu??''


''Yaa aku baik baik saja''


''Sudah berobat belum??'' pertanyaan Alex sedikit membuat Sisil bingung

__ADS_1


''Berobat??'' cengo Sisil


''Iya katanya Dara kamu lg sakit makanya gak berangkat kampus'' jelas Alex


''Akhhh yaaa, belum tapi ini udah sehat kok, cuma butuh istirahat saja''


Kini Sisil paham ulah siapa ini, nyatanya teman baiknya itu sudah merencankan ini semua tapi kenapa gak bilang bilang dulu si kan jadinya gak cengo gini.


Obrolan mereka yang awalnya canggung kini mulai akrab dan rasa nyaman mulai ada pada masing masing.


Setelah kepulangan Alex, Sisil bergegas menju kamar. Seperti remaja pada umumnya jika kedatangan yang dicinta maka tingkahnya akan sangat aneh. Seperti kali ini saat sudah sampai dalam kamar Sisil lompat lompat sambil menari dengan hati penuh bunga sambil membayangkan wajah Alex tadi saat sedang bercanda bersamanya.


Entah harus senang atau marah sama Dara yang sudah membuatnya nampak sedikit bego didepan Alex tadi.


Tapi yang jelas Sisil harus tetap berterimakasih padanya.


***


Disisi lain Dara juga sama bahagianya dengan sang teman karena siang ini daniel mengajaknya makan direstoran faforitnya.


Memang bukan hal sulit untuk Daniel bayar makanan disini tapi waktu yang dia miliki yang sulit untuk kencan dengan sang istri seperti ini.


"Mau pesen apa ???" tanya Daniel setelah mereka duduk.


Kali ini mereka duduk dimeja biyasa bukan private room tentu karena itu permintaan istri tercintanya...


"Kaya biyasa aja" Kata Dara singkat sambil melihat sekelilingnya.


Tentu saja Daniel sudah paham dengan selera makan sang istri.

__ADS_1


Sambil menggu makanan datang mereka berbincang bincang mesra seperti sedang pacaran saja.


__ADS_2