
Saat masuk kedalam rumah mata Dara langsung tertuju pada Daniel yang sedang duduk dalam sofa ruang tamunya, jangan lupa tatapan mata yang tajam seperti pemangsa sudah dilayangkannya itu.
Sebenarnya Dara merasa takut dengan tatapan Daniel tapi bagaimana lagi di harus berani menjinakan Singa jantan ini.
''Sayank tumben kamu sudah pulang jam segini??'' tanya Dara sambil duduk disamping Daniel
''Bagaimana kencannya hari ini??'' bukannya menjawab pertanyaan Dara tapi Daniel malah balik bertanya.
Dan apa tadi kencan?? Bukanya dia juga tau kalo tadi ada Sisil. Memang jika orang sudah cemburu semua jadi serba salah
''Mana ada kencan, orang tadi juga ada Sisil kok'' Dara mencoba membela diri meski masih merasa takut dengan tatapan Daniel.
Dengan langkah pelan Dara menghampiri Daniel dan duduk dipangkuan suamunya itu.
Hanya begitu saja tapi cukup membuat mata Daniel berubah tak setajam tadi
''Tapi aku cemburu sayank !! Jika ada pria lain disisimu'' kata Daniel sambil memeluk Dara
''Kalo kamu cemburu kenapa juga kamu nyuruh bang Romi selalu ngikutin aku??''
''Ya beda dong, dia kan aku tugaskan buat jagain kamu selagi tak bersamaku''
Memang ada saja alasan Daniel ini, bukankah Romi juga laki laki. Apa dia tak takut jika diam diam Romi menyukai istrinya meski dia sudah menikah.
''Sama saja dia kan juga laki laki yang punya perasaan''
''Tapi kan ......''
''Udah ahhh aku mau mandi dulu udah gerah'' Dara yang beranjak pergi sebelum Daniel menyelesaikan kalimatnya
''Kenapa jadi dia yang ngambek??'' tanta Daniel yang melongo melihat istrinya pergi begitu saja
__ADS_1
Tak tau saja Daniel bahwa itu hanyalah trik Dara agar suami yang pecemburu itu tak lagi ngambek
''Sayank tunggu !!!'' Daniel bergegas menyusul Dara yang baru masuk kamar mandi tentu saja dia harus mengeksekusi istrinya itu
anggap saja sebagai bentuk hukuman untuknya karena bertemu dengan Alex siang tadi.
Dan hukuman yang sangat nikmat tentunya hahahah
Setelah semua eksekusinya selesai dan kini mereka sedang berbaring dengan Dara yang memeluk erat Daniel yang sedang bermain ponsel.
Tentunya bukan sedang melihat media sosial dengan isi foto foto wanita cantik, tapi sedang melihat pekerjaan yang dikirim asistennya itu.
''Sayakk??'' panggil Dara manja dengan mengelus dada bidang Daniel
''Hmmmm....''
''Lihat apa si kok kayanya sibuk banget??''
''Biyasa cuma ngecek pekerjaan aja''
''Apa ??'' jawab Daniel yang masih saja sibuk dengan gawaynya itu.
''Tolong bantuin usaha Alex ya??'' minta Dara dengan takut takut
Daniel yang mendengar itu langsung saja menoleh padanya dan mematikan gawai yang sedari tadi dipegangnya.
''Coba ulangi??? Apa kamu gak salah ngomong yank??'' Daniel yang sekit emosi mendengarnya
''Dengerin aku dulu yank, jangan emosi dulu'' ujar Dara yang langsung bangkit duduk menghadapnya.
Darapun menjelaskan semua duduk persoalannya pada Daniel.
__ADS_1
Daniel terdiam menimbang semua yanv dikatakan oleh Dara
''Gimana yankk?? Mau yaa??'' pinta Daniel
''Gimana kalo ternyata Alex masih suka sama kamu dan dia cuma manfaatin kamu aja''
''Ya ampunn yank ya gak mungkin lah, aku bisa lihat kok kalo Alex saat ini sudah mulai ada rasa sama Sisil''
''Jadi itung itung bantu Sisil juga siapa tau nanti kalo usaha Alex sudah berkembang dia berani nyatain cintanya sama Sisil, karena aku tau saat ini pasti Alex malu kalo mau ngelamar Sisil secara kan dia lagi dititik terendah'' Usaha Dara untuk membujuk suaminya itu memang ada saja akalnya.
''Oke aku bantu, tapi kalo ketauan dia masih ada rasa sama kamu, bakal aku hancurin usahanya kalo perlu sama orangnya sekalian'' ancam Daniel
Ngeri memamg ancaman Daniel tapi setidaknya dia mau untuk membantu Alex.
''Oke gak masalah,cinta deh kalo begini'' goda Dara dengan memeluk erat Daniel
''Ehhh dia nendang'' Daniel yang senang dipeluk Dara dikagetkan dengan tendangan anak dalam kandungan isrtinya.
''Hai anak Papahh??''sapa Daniel pada calon anaknya
''Dia pasti seneng banget punya Papah yang baik spertimu''
''Tentu saja dan dia juga ingin selalu bertemu dengan Papanya yang ganteng dan baik ini, yaa kan sayank??'' kata Daniel sambil mengelus perut Dara
Dara yang memiliki otak cerdik dapat dengan mudah mencerna kata kata Daniel tentunya tak jauh jauh dari Ranjang.
''Kan tadi sore sudah yank??
''Gak papa, kan yang malem belum''
''tenang aja, pasti bakal hati hati kok''
__ADS_1
Memang ada saja alesan laki laki kalo sudah ada maunya.
Tentu saja eksekusi malem ini tak terhindar lagi