
Sesampainya dirumah sakit Daniel langsung bergegas menuju ruang dimana Dara berada sebelumnya.
Tetapi saat memasuki ruangan tersebut ternyata sudah kosong hingga membuatnya mencari cari
''Suster dimana istri saya???'' tanyanya pada seorang suster yang biasa merawat dara
''Ohh pasien sudah dipindahkan keruang rawat Tuan''jawabnya
dengan langkah lebar Daniel menuju ruang yang tadi diarahkan sqlqh seorang suster
Benar saja dia bisa melihat para pengawal yang berjaga didepan pintu masuk
Ceklek
''Sayankk...'' kata Daniel saat masuk pertama kali
''Bagaimana keadaan kamu??'' tanyanya begitu sampai disamping sang istri
''Kamu dari mana si Niel, Masa istrimu sadar kamu gak ada untung Mama keburu dateng'' belum sempat Dara menjawab pertanyaan Daniel malahan Nyonya besarnya yang menodong pertanyaan padanya.
''Daniel tadi ada urusan yang mendesak Mah, kok Mamah kesini gak ngasih mambar terus sikembar gimana??'' tanya Daniel pada Mamanya
''Ada mertua kamu yang jaga juga ditemani sama baby sisternya''
__ADS_1
''Yank, aku mau ketemu sama anak anak kita'' kata Dara lirih
Tadi beberapa saat setelah Daniel pergi kebetulan mamanya Datang hingga saat Dara sadar dan bertanya tentang kehamilannya mama mertuanya sudah menceritaka semua padanya.
''Iya nanti juga ketemu, sekarang kamu harus sehat dulu ya biar bisa metemu sama sikembar'' ujar Daniel
''Apa kamu sudah memberi merek nama??'' tanya Dara dan mendapat gelengan dari Daniel
''Kenapa???''
''Nungguin kamu bangun, aku mau kasih nama anak anak kita sama sama'' katanya membuat Dara tersentuh begitu sabar Daniel menunggunya.
''Kamu ini, terus kalo aku gak akan bangun gimana??''
''Huh mulai bucinnya'' ledek Mama, tapi melihat anak dan menantunya kembali membuat hati orang tua begitu bahagia hingga mata sang mama sedikit mengembun menahan air mata.
''akhh Mama kaya gak pernah muda aja'' uajr Daniel dan Dara hanya tersenyum malu ketauan oleh mama mertuanya
''Yasudahlah Mama mau pulang dulu, gantian pasti Ibu sama Ayah kamu mau jenguk anaknya juga'' kata mama pada mereka berdua
''Iya mah, kalo bisa bawa kembar sekalian ya Mah'' pinta Dara
''Jangan dulu ya sayank, kasihan mereka masih bayi dan lingkungan rumah sakit gak bagus untuk kesehatannya'' jelas Daniel
__ADS_1
''Benar kata Daniel, kamu pulihkan dulu kondisi kamu nanti bisa ketemu dan main sama kembar ya'' jelas Mama
Dengan terpaksa Dara menyetujuinya karena memang benar yang dikatakan oleh suaminya dan dirinya juga gak boleh egois kali ini.
''Bagaiman perasan kamu saat ini??'' tanya Daniel pada kondisi Dara
''Aku gak papa kok, cuma badan aku kaku kaku''
''Kalo gitu aku panggil dokter dulu bentar'' kata Daniel yang hendak berdiri tapi segera ditahan Dara
''Gak usah, tadi Dokter sudah ngecek kondisi aku, katanya itu karena kelamaan berbaring nanti juga membaik ''jelas Dara
''Beneran??'' diangguki oleh Dara
''Oya aku mau lihat foto anak anak kita'' kata Dara
''Kenapa mereka mirip semua sama kamu???'' ujar Dara yang melihat foto mereka di handphone Daniel
''Tentu saja, aku kan papanya'' bangga Daniel
''Tapi aku kan Momynya aku yang hamil masa gak kebagian si?'' ucapnya sedikit merajuk
''Tenang mereka akan jadi anak yang pintar dan baik hati seperti Momynya'' jelas Daniel
__ADS_1
''Terimakasih sayank, sudah memberika anak anak yang lucu dan melengkapi keluarga kecil kita'' lanjutnya sambil mencium tangan Dara