
' Coba kamu panggil Abang sayang' pinta Daniel tiba tiba membuat Dara mengerutkan dahinya heran.
'Sayang ??' tanya Dara memastikan
'Iya mulai hari ini Abang mau kamu panggil Sayang. Ya Sayang?' Dara hanya mengangguk meski terbilang aneh permintaan suaminya itu tapi dia akan tetap menjalankannya.
'Coba panggil sekarang??'
'Sssaayangg 'ucap Dara sedikit terbata
'Jangan gerogi gitu dong Sayang'
'Tapi aku rasanya aneh deh Bang??'
'Ya gak donh itu malahan romantis'
'Coba lagi'
'Sayang'
'Nahh gitu kan enak didengarnya.'
Dara merasa sangat aneh dengan suaminya ini dia sekarang sangat perasa apa mungkin ini efek dari kehamilannya itu pikirnya.
__ADS_1
Dua tiga hari berlalu pagi ini Daniel bersiap siap untuk berangkat kantor sementara Dara untuk beberapa saat mengambil cuti kuliyah sampai keadaannya benar benar baik meski sudah lebih baik tapi Daniel gidak ingin terjadi apa apa demvam istri dan calon anak anaknya.
'Sayang yakin mau berangkat kantor pagi ini??' Tanya Dara yang merasa khawatir dengan leadaan Daniel meski sudah lenih baik betkat obat dari Doker tapi kekhawatiran itu selalu ada.
'Yakin sayang ini juga udah baikan ko. Lagian cuma sebentar dikantor abis itu pulang. Gak enak sama raga udah beberapa hari ini dia terus yang nantu urus perusahaan' Jelas Daniel dan Dara hanya dapat pastah dengan keputusan suaminya
Dikantor
Daniel berjalan langsung menuju ruanganya tapj saat didepan pintu dia sedikit heran dimana sekretatisnya kenapa tidak ada dimejanya.
Raga tidak bilang jika ada pertemuan dengan klayen atau yang lainnya.
Ahirnya Daniel mengurungkan niatnya untum masuk ke ruangan kerja dan memilih menuju ruangan Raga.
ckelekkkk
Kedua manusia didalam ruangan itu dibuat terkejut dengan pintu yang terbuka dan menapilkan Daniel untung saja mereka hanya sedang duduk dengan peganangan tangan gimana kalo sedang yang lainnya coba.
Dewi sang sekretaris yang dicarinya ternyata sedang berduanan dengan Assitennya ini.
Dan itu sukses membuat Dewi malu parah dan juga takut jika dia dipecat oleh Daniel berberda dengan Raga yang nampak biasa saja melihat kedatanga bosnya.
'Ckkk ternyata kalian sedang asik pacaran disini saat gak ada gw. Pantes aja li semangat banget gw kasih kerjaan tambahan ternya ada udang di balik batu' ucap Daniel tertuju pada Raga tapi malah Dewi yang merasa takut.
__ADS_1
'Kok lo masuk gak bilang bilang dulu ?' bukannya menjawab Raga malah berbalik tanya
'Kantot kantor gw kenapa harus ijin sama lo?' ujat Daniel yang merasa aneh dengan pertanyaan Raga.
'Dewi kamu kembali keruangan !' perentah Daniel pada sekretarisnya
Dengan patuh Dewi menjalanjan perentah sang bos.
'Ganggu aja tau gak lo orang lagi pacaran juga' kelesal Raga yang merasa tergangu.
'Ciiiihhhh gak modal pacaran dikantor' ucap Daniel yang seperti mengejek Raga
'Ini juga gara gara lo yang kasih kerjaan gak kita kira mana sempet pacaran diluaar' protes Raga padahal waktu itu dia yang menyanggupi semua urisan kantor dengan senang hati.
'Sejak kapan lo pacaran sama Dewi?' tanya Daniel yang kepo.
'Kemaren'
'Kok bisa??'
Ragapun menceritakan pendekatan singkatnya dengan Dewi berawal dari kerja sama bareng, lembur bareng hingga rasa nyaman datang dan cinta tumbuh meski dengan waktu yang sangat singkat tapi Raga merasa yakin dengan hatinya.
......................
__ADS_1
Semoga readers semua suka ya dengan verita ini dan mohon dukungannya untuk komen like biar tambah semangat buat nulisnya 🙏🙏