
''Terimakasih sayank, sudah memberika anak anak yang lucu dan melengkapi keluarga kecil kita'' lanjutnya sambil mencium tangan Dara
''Sama sama sayank, tapi aku masih mau anak perempuan'' ujar Dara
''Hahh, kayaknya dua anak cukup deh yank'' jawab Daniel
''Mereka semua itu laki laki lalu siapa nangi yang bakal nemenin aku soping??''
''Ya udah itu nanti aja yaa, bisa kita pikirkan nanti'' jelas Daniel pelan
Aneh memang, biasanya yang tidak ingin hamil lagi adalah pihak istri tapi kali ini justru dari pihak suami yang trauma, tapi maklum saja karena kejadian ini cukup membuat Daniel takut setengah mati bagaimana jika dia kehilangan istrinya. Untung semua masa itu sudah terlewatkan sekarang tinggal masa pemulihan saja
''Oya yank, bagaimana dengan pelaku tabrakan itu??'' tanya Dara
''Kamu tenang aja semuanya sudah diurus''
''Emang siapa pelakunya??''
''Hanya orang yang sedang patah hati, sudah kamu gak usah mikirin itu yang terpenting sekarang kesehatanmu biar cepat pulih ada yang sedang menunggumu dirumah oke'' jelas Daniel
Bukannya tak ingin berkata jujur pada Dara hanya saja dia tak ingin membuat istrinya itu banyak pikiran yang akhirnya akan mempengaruhi kesembuhannya.
Tak berselang lama datanglah kedua orang tua Dara.
''Assalamualaikum'' sapa Ibu dan Ayah
''Walaikumsalam'' jawab Dara dan Daniel
''Sayank, bagaimana kondisi kamu saat ini'' tanya Ibu Dara yang langsung memeluk putri tercintanya
''Alhamdulillah sudah membaik Bu'' jawab Dara
__ADS_1
''Bagaiman kabar anak anak Dara Bu??''
''Mereka baik, sehat juga lucu lucu rasanya Ibu gak mau ninggalin mereka'' kata Ibu yang berbicara sambil membayangkan wajah cucu cucunya
''Malah tadi Ibu bilang mau minta satu sama buat nemenin Ibu dirumah kalo ayah kerja'' canda Ayah
''Enak aja, Ibu bikin lagi aja satu yang kaya Dara'' timal Dara
''Isshh kamu ini Ibu udah tua buat hamil lagi'' jawab Ibu
Saat mereka sedang asik bercanda datanglah tamu yang spesial siapa lagi kalo bukan sahabat tinggal satu satunya Dara
''Siang semua'' sapa Sisil
''Siang, sini masuk Nak Sisil'' ajak Ibu
''Hai ra gimana kabar lo?'' tanya Sisil saat disamping Dara
''Syukurlah kalo begitu''
Saat mereka sedang asik mengobrol Daniel sempat izin keluar dulu.
Melihat kondisi Dara yang semakin membaik membuat rasa lapar mulai dia rasakan apalagi setelah marah marah dalam markas tadi.
''Bro ???'' Sapa Raga yang tiba tiba didepan Daniel
''Bagaimana ??''
''Semua sudah beres''
''Bagus''
__ADS_1
''Kapan mulai ngantor lagi ??'' tanya Raga
''Kenapa?? '' jawabnya pasalanya jika sudah bertanya seperti itu berarti ada sesuatu yang sulit dia sendel
''Ada sesuatu yang penting''
''Tentang ??''
''Boby calon partner kerja sama kita??''
''Iya, kenapa dengannya??'' pasalnya Daniel belum tau kejadian yang sebenarnya
''Ada sesuatu tentangnya''
''Oke, mungkin satu minggu lagi akan kekantor'' jelas Daniel
''Makanlah bekerja berat cukup membuat lapar buka ??'' tawar Daniel sambil bercanda
''Cihhh ternyata berat juga dia, hidupnya penuh dosa kayaknya'' gerutu Raga
''Hahahaaa makan yang banyak aku yang bayar''
''Seharusnya memang begitu'' jawab Raga
Mereka berdua akhirnya bisa duduk makan dengan sedikit becanda melepas segala masalah yang baru saja terselesaikan.
''Oya ngomong ngomong darimana tau aku disini??'' tanya Daniel
''Aku sempat keruang inap Dara dan mereka bilang kamu lagi makan, ada sahabat Dara juga disana''
''Sisil ??'' kata Daniel
__ADS_1