Perjodohan Terindah

Perjodohan Terindah
episode 71


__ADS_3

''Dokter bagaimana keadaan istri dan anak anak saya'' tannya tanpa bisa sabar lagi.


''Kita harus segera melakukan operasi untuk mengambil bayinya'' kata Dokter


''Tapi seandainya terjadi hal yang tak diinginkan, maka terpaksa kami harus melakukan tindakan yang mungkin hanya bisa menyelamatkan salah satunya saja'' lanjutnya


''Gak mungkin Dok, saya mohon tolong selamatkan semuanya Dok'' pinta Daniel dengan memelas


''Teruslah berdoa pada pemilik nyawa tuan, kami hanya Dokter yang mampu berusaha semampu kami'' kata Dokter sambil menepuk pundak Daniel untuk memberikan kekuatan sebelum ahirnya pergi


Air mata laki laki yang kini sangat rapuh, hanya bisa berdoa dan memohon pada sang pencipta


''Tuhan tolong selamatkan istri dan anak anakku, sungguh aku tak meminta yang lain darimu Tuhan'' Daniel terus mengadahkan tangannya berdoa dengan sepenuh hati.


Titik terendah seorang hamba yang hanya mampu meminta pada Tuhannya, bahkan uang sebanyak yang diapunya tak dapat menolong sepenuhnya.


''Daniel ???'' panggil sang mama


Setelah Dara memasuki ruangan operasi Daniel sempatkan menelfon Mamanya dan memberikan kabar tentang yang terjadi padanya dan Dara


''Mamahhh.....'' panggilnya lirih melihat sang mama disampingnya langsung saja Daniel memeluk dan menumpahkan tangisnya

__ADS_1


Sang Mama yang melihat anak yang tegar, tangguh dengan keadaan menangis pilu seperti ini membuatnya sangat sakit, seakan merasakan segala yang dialami oleh Daniel.


''Sabar ya sayang, pasti semua akan baik baik saja'' hanya kata itu yang dapat diucapkanya sebagai penguat


''Ayah, Ibu bagaimana Ma??''


''Bagaimana caraku menjelaskan pada mereka, aku tak bisa menjaga anak dan calon cucu mereka dengan baik '' kata Daniel yang mulai rancu


''Shuuuutt jangan bilang seperti itu semua ini adalah musibah yang sudah tuhan kehendaki, mereka tak akan menyalahkanmu untuk semuanya, mereka juga tau kamu sangat mencintai Dara'' ujar Mama mencoba menenangkan Daniel


Siapa yang tak tau sebagaimana Daniel mencintai Dara bahkan sikap posesifnya beberapa hari ini sudah membuktikan semuanya.


Selang tak lama kedua orang tua Darapun tiba


Daniel yang masih menangis dalam pelukan mamanyapun menengok


''Ibuuu,,,'' panggilnya terus bersujud tapi dengan sikap Ibu Dara membangkitkan menantu kesayangannya itu


''Maafin Daniel yang tak becus jaga Dara bu..'' ujar Daniel yang masih merasa bersalah


''Sudahlah jangan seperti ini, semuanya sudah menjadi takdir kita hanya perlu menjalaninya dengan iklas dan selalu berdoa semoga semuanya lekas membaik'' ujar Ibu Dara bijak

__ADS_1


Sedangkan Ayah Dara yang melihat Daniel seperti itu tak sanggup lagi berbicara, karena sepertinya Daniel sangat terpukul bakhan lebih darinya.


''Semua akan baik baik saja Nak, Ayah tau putri Ayah itu sangat kuat'' cara ayah menguatkan Daniel dan semuanya termasuk menguatkan dirinya sendiri


''Iya yaahh'' kata Daniel


Hanya Papa Daniel yang tak hadir karena sedang menggantikan Daniel melakukan kunjungan kerja keluar kota bersama Raga, asistennya.


Dengan perasaan yang tak tentu mereka semua dengan setia menunggu didepan ruang Operasi bahkan Daniel belum sempat mengganti bajunya.


Tentu saja pikirannya hanya diisi oleh kondisi Dara dan anak anaknya.


''Nak sebaiknya kamu ganti baju dulu, lihatlah bajumu banyak noda darahnya'' kata Ibu Dara yang memperhatikan kondisi Daniel sangat lusu


''Nanti saja Bu, kalo Dokternya sudah keluar'' jawabnya


''Oya tadi Mamah suruh sopir pulang ambil baju kamu'' kata Mamah yang juga lupa dengan Daniel karena menghawatirkan kondisi Dara dan calon cucunya


''Iya Mah nanti saja'' lagi lagi hanya itu jawabnya.


Hingga kemudian lampu Operasi mati bertanda semua sudah selesai dan Dokterpun keluar

__ADS_1


''Doktet bagaimana semuanya, Istri saya dan anak anak saya??'' begitu melihat Dokternya keluar langsung saja berbagai pertanyaan Daniel lontarkan.


__ADS_2