
Hingga perlahan Daniel duduk dan memegang tangan Istrinya dengan pelan untuk saling menguatkan.
''Sayank anak kita sudah lahir mereka semua jagoan dan sangat tampan kaya Papanya '' kata Daniel lirih sesekali air matanya menetes
''Sayank, sampai kapan kamu akan tidur seperti ini, bukankah kita harus memberi nama anak kita dan juga anak anak membutuhkan Momynya mereka ingin minum asi Sayank'' ujar Daniel yang selalu memberikan semangat pada Istrinya
Meskipun Dara dalam kondisi tak sadar tapi dia masih bisa mendengar terbukti dengan dia merespon setiap ucapan Daniel ada setetes air mata yang jatuh
''kamu tau Yank aku udah siapin nama buat anak anak kita tapi takut kamu gak suka jadi aku bakal kasih nama kalo kamu sudah bangun.Sayank, berjanjilah kamu akan segera bangun untuk aku dan anak anak, aku keluar dulu yaa love you'' bisik Daniel lembut setelahnya diciumjnya seluruh wajah Dara.
Saat keluar ruangan ICU disana sudah ada Papa dan Raga yang langsung pulang saat mendengar tentang anak dan menantunya
''Nak, sabar semua pasti akan berlalu'' kata Papa sambil memeluk anaknya
''Iya Pa''
''Sabar Bro gw yakin Dara wanita yang juat'' kali ini Raga yang menguatkannya
''Apa kalian sudah lihat sikembar??'' tanya Daniel pada orang orang yang ada
''Sudah Nak, baru saja kita dari sana'' kata Ibu
''Iya Niel, mereka tampan semua persis waktu kamu masih bayi'' ujar Mama
__ADS_1
''Kamu sudah kasih nama buat mereka??'' lanjutnya
''Sudah ada Mah, tapi nanti saja nunggu Dara bangun baru aku kasih nama''
''Nak apa tidak sebaiknya kasih namanya sekarang saja, nanti kalo Dara sudah bangun baru kita buat syukurannya??'' saran Ibu
''Gak papa Bu, aku mau Dara juga ada saat pertama kita kasih nama mereka'' ujar Daniel yang kekeh dengan pendiriannya
''Ya sudah tidak papa, kita selalu berdoa semoga Dara cepat sembuh'' kata Ayah sebagai penengah
''Mah, Bu Daniel tinggal sebentar ya ada yang mesti Daniel urus'' pamit Daniel
''Lo ikut gw'' bisiknya pada Raga
''Gw mau lo cari pelakunya sampe dapet'' kata daniel tanpa basa basi
''Gw yakin ini bukan kecelakaan biasa pasti sudah direncanakan. Dan jangan libatkan polisi karena gw mau beri dia pelajaran dengan tangan gw sendiri'' lanjutnya dengan muka penuh amarah
''Oke gw pastikan pelakunya akan kita tangkap secepatnya''
''Bagus bawa saja kemarkas, biar gw yang urus sisanya'' perintahnya
''Siap'' dengan tegas Raga menjawab
__ADS_1
Raga juga merasa tak terima dengan apa yang menimpa bos sekaligus temannya itu. Baginya mereka semua sudah seperti keuarga.
.
.
Ditempat lain Monik yang baru saja sampai dirumah mesuk dengan penuh senyuman.
''Ahhhh rasanya happy banget Gw kali ini, tapi gimana kondisi Dara sekarang yaa jadi penasaran Gw'' gumam Monik kemudian menelfon seseorang
''Haloo Gw pengin lo selidiki tentang Dara di Rumah Sakit yang terdekat dengan Moll A''
''Oke Gw tunggu''
''Dari mana kamu baru pulang ???'' tanya Boby yang tiba tiba datang dari belakang
''Bobby kamu udah pulang???'' tanya Monik kaget pasalnya bukannya tadi masih dikantor
''Tadi aku abis dari Moll A sebentar''
''Sudah berani bertindak sendiri ya?''
''Bukanya begitu, cuma aku melihat kesempatan yang tak datang dua kali jadi langsung saja''
__ADS_1
Tanpa Monik bicara sepertinya Boby sudah tau apa yang dilakukannya, bukanhak anak buahnya banyak tentu saja apapun pasti dia tau.