
''Tuan Boby ada ??'' tanya Monik pada seorang sekretaris didepannya
''Apa anda sudah membuat janji nona ???''
''Katakan padanya Monik ingin bertemu'' bukannya menjawab Monik malab membuat perentah sendiri.
Kesabarannya kali ini benar benar sudah hilang dia ingin segera menyesaikan semuanya.
''Nona sikahkan masuk'' kata sekretaris yang baru saja selesai menghubungi tuannya.
Dengan langkah yang angkuh Monik memasuki ruangan Boby.
''Haloi sayang ahirnya datang juga hmmmm'' ucap Boby ketika melihat Monik memasuki ruangannya
''Sepertinya sudah ada yang tau bahwa dirinya hanya dijadikan alat pelancar saja'' kata Roy yang menyindir Monik
''Jangan menyindirku Boby'' ucap Monik yang sadar diri
''Hahahahaha baik baik lah sayang, jadi bagaimana???''
''Kehancuran yang kebih mengenaskan dari pada kematian'' ucap Monik dengan nada penuh amarah
''Wah wah wah ternyata ada yang lebih kejam juga. Tapi aku suka''
''Baiklah asalkan kamu mengikuti kata kataku semua pasti aman''
''Oke''
''Tapi ngomong ngomong aku jadi penasaran dengan servis yang kamu berikan, hingga Roy masih mempertahankanmu sampai sejauh ini'' ucap Boby yang memang otaknya tak jauh jauh dari ranjang.
Monik hanya menyunggingkan senyum sinis saja, sudah dia duga sebelumnya pasti laki laki ini akan meminta yang lebih.
__ADS_1
Tapi tak masalah karena kali ini demi dendam membara yang harus tersalurkan..
'
'
Dikampus ternama dua sahabat sedang melepas rindu setelah beberapa hari tidak bertemu.
''Gw kangen tau dama lo Ra???'' ucap Sisil saat berprlukan dengan Dara
''Gw juga Sil''
''Gw harap diantara kita jangan ada lagi rahasia, harus saling terbuka dan cari solusi sama sama setiap masalahnya. Gw gak mau kejadian kemaren terulang lagi'' ucap Dara Sisil hanya mengangguk saja Dia juga gak mau kehilangan teman sahabat nya lagi.
''Yaudah kekantin yukk, laper gw'' ajak Dara
''Tumben ?? gak sarapan o dirumah??''
''Asstagaa gw lupa, yaudah yukk gw gak mau penokan gw kelaperen''
''hahahhahaa...''mereka berlajan menuju kantin.
Sudah lama rasanya tak jalan bersama meski ada yang berbeda tapi mereka tetap tersenyum.
Kedatangan mereka dikantin cukup mengalihkan pandangan penghuni kantin lainnya apa lagi para kaum adam.
Mereka melihat Dara yang cantik dan manis tanpa berkedip tapi siapa yang mampu mendekatinya bahkan untuk menyapa saja mereka tak berani mengingat siapa suami dari Dara itu apa lagi Dara yang selalu dikawal bagai anak raja.
''Lo mau pesen apa??'' tanya Sisil setelah mereka duduk
''Kaya biyasanya aja''
__ADS_1
''Oke gw pesenin dulu''
''Thankyu Sisill yang cantikkk''
''Gak usah ngerayu lo'' ucap Sisil kemudian bergegas pergi
''Hahahah ''Dara hanga tertawa melihat tinggak sahabatnya itu.
Saat mereka sedang menikamati Makan ekor mata Sisil tak sengaja melihat seseorang tang selalu ada dihatinya Alex tapi sayang dia datang bersama Siska yang dikabarkan jika mereka berdua telag bertunangan.
Dara yang melihat raut perubahan pada wajah Sisilpun ikut melihat ke arah pandangannya.
Kini dia paham apa yang membuat temannya kini nersedih.
''Kali lo suka kejar dia, jaman sekarang gak masalah cewe nembak duluan'' kata Dara yang membuat Sisil menoleh padanya
''Dia udah tungan sama Siska'' kata kata Sisil cukup membuat Dara terkejut pasalnya yang dia tau Alex sama sekali tak mencintai Siska
''Bukannya Alex gak suka sama Siska yaa???''
''Katanya si dijodohkan dua keluarga''
''Cihhh kasiahan banget si Alex dijodohin modelan kaya gitu.
Udah jangan lo pikirin nanti gw cariin cowo yang lebih dari Alex buat lo.
Temannya Bang Danel banyak yang cakep cakep juga tajir'' ucap Dara
''Ogahh, udah tua semua''jawab Sisil sekenanya
''Yang matang itu yang menantang''
__ADS_1
hahahhaha mereka tertawa bersama..