Perjodohan Terindah

Perjodohan Terindah
episode 72


__ADS_3

''Doktet bagaimana semuanya, Istri saya dan anak anak saya??'' begitu melihat Dokternya keluar langsung saja berbagai pertanyaan Daniel lontarkan.


''Operasinya berjalan lancar dan anak anak anda semua selamat Tuan hanya saja kondisi istri anda sempat mengalami pendarahan akibat benturan yang dialaminya dan sekarang dengan terpaksa saya sampaikan bahwa istri anda sedang kritis'' jelas Dokter panjang lebar


''Gak mungkin Dokter, istri saya adalah wanita yang kuat''kata Daniel sambil mengguncang bahu Dokter


''Yang sabar Tuan, sekarang mari kita berdoa untuk kesembuhan nyonya Dara'' kata Dokter dengan pelan


''Nanti istri anda akan kami pindahkan ruang ICU'' lanjutnya


Setelah kepergian sang Dokter tubuh Daniel membeku dengan tatapan kosong kedepan


rasanya kabar yang dia dengar seperti mimpi di siang hari.


''Niel ??'' kata Mama sambil menyentuh pundak anaknya


''Dara Mahh ''


''Semua akan baik baik saja ''


''Kamu harus kuat nak, ada anak anak kamu yang membutuhkan papanya'' kata Ibu


Meski hancur mendengar kondisi anak semata wagangnya tapi sebagai orang tua dia harus tetap kuat dan menjadi sandaran untuk anak dan menantunya


''Iya Bu '' jawab Daniel lemah

__ADS_1


Tak selang lama keluarlah dua suster yang membawa bayi mereka


''Ini anak anak saya Sus??'' tanya Daniel saat keduanya keluar


''Benar Pak, kami akan membawanya ke ruang khusus bayi nanti anda bisa datang kesana untuk menjenguknya'' jelas salah satu Suster


''Nak sekarang bersihkan badanmu dulu setelah itu temui anak anakmu azani mereka'' kata Ayah


''Tapi Dara Yahh''


''Tenang saja kita akan menunggunya, sekarang kamu juga punya tanggung nawab lain'' lanjutnya


''Baik Yah'' dengan langkah gontai Daniel meninggalkan ruang Operasi.


.


.


''Silahkan Pak???'' kata salah satu petugas


''Ini anak anak atas nama nyonya Dara'' tunjuk petugas


''Mana yang pertama??''


''Ini Pak disebelah kanan anda dia putra pertama, dan yang di sebelah kiri dia putra kedua anda'' jelasnya

__ADS_1


''Aku memliki dua jagoan'' kata Daniel sambil meneteskan air mata


kemuadian Daniel mengazani kedua anaknya dengan sesegukan, perasaan yang campur aduk antara bahagia kini sudah resmi menjadi seorang ayah dan sedih dengan kondisi istrinya yang masih kritis.


Setelah selesai menjenguk anak anaknya kini Daniel kembali melihat kondisi Istrinya yang mana sudah mereka pindahkan menuju ruang ICU


''Bagaimana Nak ???'' tanya Ibu


''Keduanya jagoan Bu, mereka sangat tampan'' kata Daniel sambil tersenyum


''Alhamdulillah, selamat Nak, sekarang sudah menjadi seorang Ayah'' kata Ibu sambil memeluk menantunya


''Dimana Mama Bu??''


''Dia ada didalam tadi Ayah dan Ibu sudah menjenguknya dan sekarang Mamamu'' jelas Ibu hanya mendapat respon anggukan oleh Daniel


beberapa menit menunggu Mama keluar dari ruang ICU dengan mata memerah, tentu saja bahkan tadi Ayah Dan Ibu Dara juga sama. Melihat secara langsung kondisi anaknya dengan penuh alat bantu membuat hatinya sakit tapi sebisa mungkin mereka harus menguasai hatinya agar kuat dan tegar.


''Niel, sekarang kamu masuklah ''pinta Mama dengan segera Daniel mengangguk.


Ceklekk


Sempat terhenti didepan pintu ketika melihat kondisi Istri tercintanya berbaring lemah dengan alat bantu ditubuhnya


Tapi dengan pelan Daniel melanjutkan langkahnya menuju brangkar Dara, belum sempat berbicara tapi air mata sudah mengalir dengan derasnya. Rasanya sulit sekali mengendalikan diri nya sendiri.

__ADS_1


Hingga perlahan Daniel duduk dan memegang tangan Istrinya dengan pelan untuk saling menguatkan.


__ADS_2